Budaya

Ojo Urik: Pesan Antikorupsi Alex Pracaya Terungkap

×

Ojo Urik: Pesan Antikorupsi Alex Pracaya Terungkap

Sebarkan artikel ini

Pameran Tunggal “Ojo Urik”: Mengajak Refleksi Integritas Melalui Seni Grafis

Yogyakarta – Seniman dan desainer grafis ternama, Alex Pracaya, baru-baru ini menggelar pameran tunggalnya yang bertajuk “Ojo Urik”. Judul yang diambil dari bahasa Jawa ini memiliki makna mendalam, yaitu “Jangan Curang”. Melalui pameran ini, Alex Pracaya tidak hanya menampilkan karya-karya visualnya, tetapi juga secara bersamaan ingin menggaungkan semangat Hari Antikorupsi.

Berlokasi di Ndalem Langenkusumo, Jalan Langenastran Lor 8, Yogyakarta, Alex Pracaya memilih venue yang sarat akan nuansa budaya untuk memamerkan karyanya. Tujuannya adalah untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat agar melakukan introspeksi diri. Ia ingin mengingatkan bahwa kebiasaan-kebiasaan kecil yang seringkali dianggap sepele, seperti ingkar janji atau kompromi moral, bisa saja menjadi bibit dari praktik korupsi yang lebih besar di kemudian hari. Pameran ini menjadi sebuah ajakan untuk merenungkan kembali pentingnya kejujuran dan integritas dalam setiap tindakan.

Alex Pracaya bukanlah nama baru di dunia seni grafis. Ia telah dikenal sejak awal tahun 1990-an sebagai seorang kartunis lepas dan desainer grafis yang produktif. Karyanya telah menyentuh berbagai medium dan platform, mulai dari mengisi kolom kartun di berbagai media cetak nasional, hingga merancang identitas visual seperti logo, ilustrasi, dan pemetaan visual yang kompleks. Salah satu ciri khas yang selalu menghiasi karya-karyanya adalah penekanan pada nilai-nilai budaya lokal yang kental, menjadikannya sebuah jembatan antara seni kontemporer dan akar budaya Indonesia.

Seniman yang kerap diundang dalam berbagai pameran poster internasional ini menghadirkan koleksi karya poster dan ilustrasi satirnya yang unik. Melalui goresan-goresan tajam namun tetap komunikatif, Alex Pracaya menyajikan kritik sosial yang relevan dengan kondisi saat ini. Pameran “Ojo Urik” ini menjadi sangat istimewa karena merupakan pameran tunggal pertamanya setelah puluhan tahun bergelut dan mendedikasikan dirinya di bidang seni, khususnya seni grafis. Pengunjung dapat menikmati karya-karya yang memukau ini hingga tanggal 20 Desember 2025.

Baca Juga :  Plat Mobil Sarwendah Tuai Sorotan: Inisial Giorgio Antonio Terungkap

Sebuah momen menarik terjadi pada pembukaan pameran yang diselenggarakan pada hari Selasa (16/12) lalu. Pameran yang berkaitan dengan momen Hari Antikorupsi ini dihadiri oleh sosok penting, yaitu Wakil Gubernur (Wagub) DIY, KGPAA Paku Alam X. Kehadiran beliau tidak hanya sebagai tamu kehormatan, tetapi juga memiliki ikatan personal dengan sang seniman. Ternyata, Sri Paduka adalah teman sekolah Alex Pracaya semasa mereka menempuh pendidikan di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). KGPAA Paku Alam X secara resmi membuka pameran seni yang sarat makna ini.

Dalam sambutannya, Sri Paduka KGPAA Paku Alam X menyampaikan apresiasinya yang tinggi terhadap pameran tunggal “Ojo Urik”. “Acara ini merupakan pameran tunggal yang luar biasa. Sebuah pencapaian bagi seorang perupa yang telah lama berkarya, termasuk karya-karya Mas Pracaya. Inilah kekuatan seni, yang mampu mengolah memori pribadi menjadi karya yang memperkaya ruang publik dan identitas kota,” ujar Sri Paduka, seperti yang dikutip dari laman Humas DIY. Beliau menekankan bagaimana seni memiliki kemampuan untuk mengubah pengalaman personal menjadi sesuatu yang memiliki nilai kolektif dan memperkaya khazanah budaya.

Sosok orang nomor dua di pemerintahan DIY ini juga memberikan pujian khusus atas konsistensi Alex Pracaya dalam mempertahankan karakter karyanya. Di tengah derasnya arus perkembangan teknologi yang seringkali mendominasi proses kreatif, Alex Pracaya tetap setia pada sentuhan tangan manusia dalam setiap karyanya. KGPAA Paku Alam X menilai bahwa karya-karya Alex Pracaya begitu jujur, kuat, dan tetap relevan tanpa kehilangan esensi kemanusiaan di dalamnya.

Baca Juga :  Bule Amerika Tewas Saat Trekking di Taman Nasional: Penyebab Terungkap

Lebih lanjut, Sri Paduka menyoroti tagline yang diusung dalam pameran ini, yaitu “Transparansi dalam Warna, Integritas dalam Goresan”. Ia menegaskan bahwa integritas dalam setiap goresan karya Alex Pracaya benar-benar terasa. “Integritas dalam goresan itu nyata, karena Mas Pracaya sejak dulu tidak pernah sekadar mengikuti permintaan, melainkan selalu menggambar sesuai dengan idealisme dan nuraninya sendiri,” ucap KGPAA Paku Alam X, menggarisbawahi prinsip kejujuran artistik yang dijunjung tinggi oleh Alex Pracaya.

Melalui setiap karya yang dipamerkan dalam “Ojo Urik”, pengunjung diajak untuk menelusuri perjalanan visual yang beragam. Mulai dari humor-humor ringan yang menggelitik, ironi-ironi keseharian yang kerap kita jumpai, hingga kritik sosial yang tajam namun tetap disajikan dengan cara yang komunikatif dan mudah dicerna. Pameran ini tidak hanya menyajikan karya seni visual, tetapi juga diperkaya dengan berbagai kegiatan pendukung yang relevan dengan tema antikorupsi dan kesenian.

Acara pembukaan pameran yang diselenggarakan dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Antikorupsi ini dihadiri oleh berbagai kalangan penting. Selain Wagub DIY KGPAA Paku Alam X, turut hadir pula Rektor Universitas Gadjah Mada, Ova Emilia. Berbagai perwakilan dari organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi DIY, para seniman, budayawan, kurator seni, serta sejumlah penikmat seni dari berbagai latar belakang juga turut memeriahkan acara tersebut, menunjukkan dukungan dan apresiasi terhadap upaya Alex Pracaya dalam menyuarakan pesan integritas melalui medium seni grafis. Pameran ini menjadi bukti nyata bagaimana seni dapat menjadi alat yang efektif untuk refleksi sosial dan promosi nilai-nilai luhur.