PT Bukit Asam Perkuat Komitmen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lewat Peringatan Bulan K3 Nasional
Tanjung Enim, Sumatera Selatan – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) kembali menunjukkan komitmennya yang kuat dalam menjaga keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di seluruh lini operasionalnya, khususnya selama peringatan Bulan K3 Nasional yang berlangsung dari 12 Januari hingga 12 Februari. Puncak dari rangkaian peringatan ini ditandai dengan digelarnya upacara Gerakan Nasional (Gernas) Bulan K3 di Lapangan Kantor Pusat PTBA, Tanjung Enim, pada Senin, 19 Januari 2026.
Dalam amanatnya, Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail, menegaskan bahwa peringatan Bulan K3 Nasional bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Beliau menekankan bahwa momen ini adalah refleksi nasional untuk mengukuhkan kembali dedikasi dalam melindungi tenaga kerja Indonesia serta membangun lingkungan kerja yang aman, sehat, produktif, dan bermartabat.
Arsal Ismail secara gamblang menyatakan perlunya perubahan paradigma mengenai K3. K3 tidak lagi dapat dipandang sebagai urusan sekelompok orang atau sekadar tanggung jawab petugas K3 semata. Sebaliknya, K3 harus tertanam dalam budaya kerja perusahaan.
“K3 adalah budaya kerja. K3 adalah bagian dari kepemimpinan. Setiap pimpinan, setiap pengawas, dan setiap pekerja bertanggung jawab langsung atas keselamatan dirinya dan rekan kerjanya,” tegas Arsal Ismail, menggarisbawahi bahwa keselamatan adalah tanggung jawab kolektif.
Tema ‘Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif’
Tema yang diusung dalam peringatan Bulan K3 Nasional tahun 2026 ini adalah “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif”. Arsal Ismail menjelaskan lebih lanjut makna dari tema ini.
Membangun Ekosistem K3 berarti menciptakan keterhubungan yang solid antara seluruh pemangku kepentingan. Keterhubungan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dan secara simultan, seluruh pihak yang terlibat juga akan merasakan manfaat dari peningkatan kinerja K3. Inti dari ekosistem ini adalah satu tujuan bersama: mencegah kecelakaan kerja dan melindungi setiap pekerja.
Tiga Pilar Utama dalam Ekosistem K3 PTBA
Dalam mewujudkan ekosistem K3 yang ideal, PTBA menyoroti tiga pilar utama yang harus dipegang teguh oleh seluruh insan perusahaan:
Profesional:
- Setiap insan PTBA wajib bekerja sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.
- Patuhi standar yang telah ditetapkan dalam setiap pekerjaan.
- Memiliki keberanian untuk menghentikan pekerjaan yang dinilai tidak aman.
- Jadikan data dan analisis risiko sebagai dasar utama dalam setiap pengambilan keputusan terkait K3.
- Profesionalisme K3 tidak diukur dari kelengkapan dokumen semata, melainkan dari perilaku nyata di lapangan.
Andal:
- Sistem K3 yang diterapkan harus konsisten dan disiplin dalam pelaksanaannya.
- Sistem harus mampu berfungsi secara optimal dalam berbagai kondisi operasional.
- Keandalan sistem K3 tidak boleh bergantung pada individu tertentu, melainkan harus tertanam kuat dalam proses, prosedur, dan sistem pengawasan yang berkelanjutan.
- Keandalan K3 tercermin dari kesiapan menghadapi situasi darurat dan kemampuan proaktif dalam mencegah terjadinya kecelakaan sebelum insiden tersebut terjadi.
Kolaboratif:
- Tidak ada satu pihak pun yang dapat mengelola K3 secara mandiri. Kolaborasi menjadi kunci utama keberhasilan.
- Ini mencakup kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha, antara manajemen perusahaan dan seluruh pekerja, serta kolaborasi lintas sektor dan lintas disiplin ilmu.
- Kolaborasi juga berarti kesediaan untuk berbagi praktik terbaik, belajar dari setiap kegagalan, dan membangun rasa saling percaya di antara para pihak.
Aksi Nyata: Donor Darah untuk Kemanusiaan
Selain rangkaian upacara dan pembekalan materi K3, Panitia Bulan K3 Nasional PTBA juga menggelar kegiatan donor darah. Aksi ini merupakan wujud nyata kepedulian perusahaan terhadap keselamatan dan kesehatan kerja, sekaligus sebagai bentuk kontribusi sosial dalam mendukung pemenuhan kebutuhan darah bagi masyarakat.
Kegiatan donor darah yang berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Muara Enim ini diikuti dengan antusias oleh para pegawai PTBA serta mitra kerja. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan mematuhi standar pelayanan dan keselamatan donor darah yang berlaku, memastikan kenyamanan dan keamanan bagi para pendonor.
Corporate SHE (Safety, Health, Environment) Division Head PTBA, Yuhendri Wisra, menjelaskan bahwa peringatan Bulan K3 Nasional tidak hanya berfokus pada upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Lebih dari itu, momen ini menjadi sarana untuk menumbuhkan budaya kerja yang sehat, penuh kepedulian, dan berorientasi pada nilai kemanusiaan, termasuk terhadap masyarakat di sekitar lingkungan perusahaan.
Tujuan utama dari kegiatan donor darah ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif para pekerja dalam aksi kemanusiaan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat solidaritas sosial di lingkungan kerja serta mendukung ketersediaan stok darah melalui PMI, sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan. Hal ini sejalan dengan semangat K3 yang menekankan pentingnya perlindungan kesehatan pekerja dan kontribusi positif bagi masyarakat luas.
Berkat partisipasi aktif dari 142 pegawai PTBA dan mitra kerja, terkumpul sebanyak 142 kantong darah. Seluruh darah yang berhasil dikumpulkan selanjutnya diserahkan kepada PMI Cabang Muara Enim untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan, pengolahan, serta penyimpanan sebelum didistribusikan kepada pihak yang membutuhkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Yuhendri Wisra menambahkan, “Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat Bulan K3 Nasional dapat terus diimplementasikan secara berkelanjutan melalui program-program yang tidak hanya berfokus pada keselamatan dan kesehatan kerja, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial dan nilai kemanusiaan di lingkungan PTBA.”
Rangkaian Kegiatan Pendukung Lainnya
Dalam rangka memperingati Bulan K3 Nasional, PTBA juga telah dan akan terus menggelar serangkaian kegiatan pendukung lainnya. Rangkaian kegiatan ini meliputi Webinar Kesehatan dan Keselamatan yang menghadirkan para pakar di bidangnya, serta program “Safety Goes to School” yang bertujuan untuk menanamkan kesadaran K3 sejak dini kepada generasi muda.
Arsal Ismail menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa K3 pada hakikatnya bukan sekadar kewajiban regulatif yang harus dipenuhi. K3 adalah sebuah nilai fundamental. Nilai bahwa setiap pekerja berhak untuk pulang ke rumah dalam keadaan selamat setiap harinya. Nilai bahwa produktivitas dan keselamatan kerja harus berjalan beriringan dan saling mendukung. Dan yang terpenting, nilai bahwa keselamatan adalah tanggung jawab kita semua, tanpa terkecuali.
“Mari kita jadikan Bulan K3 Nasional ini sebagai momentum untuk memperkuat komitmen, memperbaiki sistem, dan membangun budaya kerja yang aman dan sehat di seluruh Indonesia,” pungkasnya, mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mewujudkan lingkungan kerja yang lebih baik.

















