Olahraga

Pacu Adrenalin: Trial Game Dirt 2025 di Bandung Hadirkan Sensasi Balapan Urban

×

Pacu Adrenalin: Trial Game Dirt 2025 di Bandung Hadirkan Sensasi Balapan Urban

Sebarkan artikel ini

Kembali ke Bandung, Trial Game Dirt 2025 Hadirkan Adrenalin Baru

Deru suara mesin dari motor trail kembali menggema di Bandung. Kali ini, kompetisi Trial Game Dirt 2025 membawa adrenalin baru setelah lebih dari satu dekade. Ajang balap motor trail ini resmi menutup musim balapnya dengan menghadirkan seri pamungkas di lapangan Tritan Point, Jalan Soekarno-Hatta, Jumat, 10 Oktober 2025.

Setelah 10 tahun terakhir digelar di Majalengka, Bandung kini kembali dipercaya menjadi tuan rumah Trial Game Dirt 2025 dengan membawa semangat balapan ekstrem di kota yang dikenal penuh semangat otomotif. Wakil Ketua Penyelenggara, Abed Nego Antoro dari Genta Auto & Sport, menjelaskan bahwa pemilihan Bandung bukan keputusan spontan. Ibu kota Jawa Barat ini dianggap memiliki daya tarik kuat bagi komunitas motor trail, baik dari sisi pembalap maupun penonton.

“Setelah penyelenggaraan terakhir di 2014, tahun ini kami kembali ke Bandung karena melihat antusiasme luar biasa dari para pembalap Jawa Barat. Selain itu, geliat olahraga motor trail di wilayah ini terus meningkat,” ujar Abed di sela persiapan final.

Dengan lima seri sepanjang musim, dimulai dari Semarang, Sidoarjo, Probolinggo, Solo, dan berakhir di Bandung, kompetisi tahun ini membuktikan bagaimana Trial Game Dirt tetap menjadi tolok ukur bagi para pembalap nasional terbaik.

Konsep Urban Trial: Kota Jadi Lintasan Ekstrem

Mengusung tema “Urban Trial”, seri final kali ini menghadirkan konsep baru yakni balapan di tengah kota. Area Tritan Point Bandung dipilih karena sesuai dengan semangat tersebut.

“Kita pilih di Tritan Point karena sesuai dengan konsep balapan urban. Kalau di pinggiran mungkin ada lapangan, tapi konsep tahun ini memang lebih ke kota besar,” jelas Abed.

Gelaran final ini mempertandingkan empat kelas utama antara lain Non-Seeded, Campuran Open, FFA Open, dan FFA Master. Dua kelas terakhir menjadi sorotan karena menghadirkan duel sengit antara pembalap-pembalap papan atas.

Baca Juga :  Jadwal Proliga: Megawati vs BJB Live, Skor Petrokimia vs Falcons

Di kelas Campuran Open, M. Zidane Alneza masih kokoh di puncak klasemen sementara, dibayangi Asep Lukman dan Lantian Juan. Sementara di FFA Open, Zidane kembali unggul tipis atas Asep Lukman dan Ananda Rigi Aditya di posisi ketiga.

“Selisih poin antar pembalap sangat tipis. Di FFA Open hanya berselisih 10 poin, sementara di Campuran Open beda 14 poin. Jadi semuanya masih bisa berubah di final ini,” kata Abed.

Situasi ini membuat seri pamungkas di Bandung menjadi ajang penentuan yang sarat adrenalin. Para crosser dituntut tampil tanpa kesalahan sedikit pun jika ingin menggenggam gelar juara umum musim ini.

Hadiah Puluhan Juta dan Hiburan Spektakuler

Selain gengsi dan prestise, Trial Game Dirt 2025 juga menggoda para pembalap dengan total hadiah puluhan juta rupiah. Juara pertama kelas Campuran Open akan membawa pulang Rp35 juta, sedangkan juara FFA Open berhak atas Rp45 juta.

Tak hanya itu, penyelenggara juga menyiapkan berbagai hiburan tambahan bagi penonton. Mulai dari atraksi BMX dan freestyle supermoto oleh komunitas lokal, hingga penampilan band-band Bandung yang siap memeriahkan malam penutupan. Puncaknya, pesta kembang api megah akan menandai pengumuman juara umum.

“Mudah-mudahan cuaca mendukung agar penonton bisa menikmati seluruh rangkaian acara sampai akhir,” ucap Abed.

Bagi banyak pembalap, Bandung memiliki daya tarik tersendiri. Selain karena lokasi yang strategis, komunitas motor trail di kota ini dikenal solid dan suportif. Hal itu juga diakui oleh Farik, yang merasa lebih percaya diri tampil di hadapan publik sendiri.

“Dukungan teman-teman dari Bandung luar biasa. Kalau ada event seperti ini di kota sendiri, rasanya beda banget. Semoga bisa sering-sering diadakan lagi di sini,” ujar Farik yang mengaku sebelumnya aktif di dunia downhill sebelum beralih ke motor trail.

Baca Juga :  Liga Champions: Madrid vs City, Arsenal Kejar Rekor!

Trek Menantang dan Performa Pembalap yang Matang

Dengan semangat lokal dan dukungan publik yang menggelegar, Bandung seolah kembali menegaskan dirinya sebagai poros baru olahraga ekstrem Indonesia. Menilik fakta dari gelaran balap tahun ini, sirkuit di Bandung memiliki karakteristik yang menantang dengan kombinasi tanah dan batu, menciptakan trek teknikal yang menuntut kejelian dan adaptasi tinggi.

Para pembalap harus mengatur ulang setelan motor, terutama pada bagian ban, suspensi, dan rantai, untuk menaklukkan medan dengan ritme cepat dan rintangan tidak terduga.

“Kalau dilihat, trek Bandung tampak sederhana, tapi saat dicoba justru menuntut keseimbangan dan kecepatan refleks tinggi,” ujar salah satu pembalap muda asal Bandung, Fariq Raditia Putra Pratama dari tim DK Racing Team di Tritan Point.

Fariq yang baru dua tahun menekuni dunia motor trail mengaku sangat antusias bisa tampil di kota sendiri. Eksis sebagai pemula, ia mengakui cukup lama bergelut di cabang olahraga sepeda Down Hill.

“Saya senang banget bisa main di Bandung karena suporternya banyak dari sini. Jadi lebih semangat,” tuturnya dengan wajah penuh semangat.

Dari persaingan ketat antar pembalap, lintasan menantang di tengah kota, hingga kemeriahan hiburan malam penutupan, Trial Game Dirt 2025 seri Bandung berhasil menjadi final sempurna yang memadukan sportivitas, adrenalin, dan hiburan dalam satu panggung.

Dengan antusiasme publik yang luar biasa dan performa para pembalap yang kian matang, tak berlebihan jika banyak pihak berharap seri tahun depan kembali digelar di kota ini. Seperti kata Fariq sebelum naik ke atas motor:

“Targetnya sih sederhana, selamat, senang, dan bisa kasih tontonan seru buat penonton Bandung,” tutupnya.