Lokal

Palangka Raya: Benahi Ponton, Usir Stigma Kampung Narkoba

×

Palangka Raya: Benahi Ponton, Usir Stigma Kampung Narkoba

Sebarkan artikel ini

Upaya Pemkot Palangka Raya Hapuskan Stigma Negatif Kawasan Ponton

Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya secara masif berupaya menghilangkan citra negatif yang selama ini melekat pada kawasan Ponton, yang kerap dicap sebagai “kampung narkoba.” Berbagai program pembangunan dan intervensi sosial diluncurkan dengan tujuan ganda: membenahi infrastruktur kawasan tersebut sekaligus mengubah persepsi masyarakat luas.

Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya, Arbert Tombak, secara tegas menyampaikan bahwa penghapusan citra buruk kawasan Ponton merupakan prioritas serius dan menjadi agenda berkelanjutan bagi Pemko. “Kami saat ini gencar menepis citra negatif kawasan Ponton yang dipandang sebagian orang sebagai kampung narkoba,” ujar Arbert Tombak.

Upaya ini tidak dilakukan secara tambal sulam, melainkan melalui serangkaian program dan kegiatan pembangunan yang dirancang secara terintegrasi dan sejalan dengan visi serta misi Pemko Palangka Raya. Seluruh inisiatif tersebut dikemas dalam kerangka misi “Palangka Raya KEREN,” yang mencakup lima pilar utama: Kolaboratif, Ekonomi Maju, Religius, Energik, dan Nyaman.

Arbert Tombak menekankan bahwa perubahan stigma negatif terhadap suatu kawasan tidak dapat dicapai hanya melalui upaya pemerintah semata. Kolaborasi yang erat antara pemerintah kota dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama agar pembangunan yang dilaksanakan bersifat inklusif, merata, dan berkelanjutan. “Menghilangkan citra negatif ini merupakan bagian integral dari misi Palangka Raya KEREN, oleh karena itu, membutuhkan keterlibatan aktif dan partisipasi dari semua pihak,” tegasnya.

Baca Juga :  Revitalisasi Kampung Kumuh Solo

Strategi Komprehensif untuk Perubahan Kawasan Ponton

Pemko Palangka Raya mengimplementasikan strategi multi-aspek untuk mentransformasi kawasan Ponton. Pendekatan ini mencakup beberapa pilar utama:

  • Pembangunan Infrastruktur dan Penataan Lingkungan:

    • Perbaikan fasilitas umum seperti jalan, drainase, dan penerangan jalan untuk meningkatkan kenyamanan dan aksesibilitas warga.
    • Penataan kawasan kumuh menjadi ruang publik yang lebih tertata dan estetis, mendorong aktivitas positif masyarakat.
    • Program sanitasi dan pengelolaan sampah yang lebih baik untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih.
  • Pengembangan Ekonomi Lokal:

    • Pemberian pelatihan keterampilan dan bantuan modal bagi warga untuk mengembangkan usaha mikro dan kecil.
    • Fasilitasi akses pasar bagi produk-produk lokal hasil kerajinan maupun pertanian.
    • Penciptaan lapangan kerja baru melalui investasi dan pengembangan sektor ekonomi kreatif.
  • Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia:

    • Program pendidikan non-formal dan kursus keterampilan untuk meningkatkan kompetensi warga.
    • Kampanye kesadaran tentang bahaya narkoba dan pencegahan penyalahgunaan zat terlarang.
    • Penyediaan akses layanan kesehatan yang memadai dan terjangkau bagi seluruh warga.
  • Penguatan Kelembagaan dan Partisipasi Masyarakat:

    • Membentuk dan memberdayakan organisasi kemasyarakatan lokal untuk berperan aktif dalam pembangunan.
    • Menciptakan forum dialog rutin antara pemerintah dan masyarakat untuk menampung aspirasi dan masukan.
    • Mendorong kegiatan keagamaan, budaya, dan sosial yang positif untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga.
  • Penegakan Hukum dan Keamanan:

    • Peningkatan patroli keamanan dan koordinasi dengan aparat penegak hukum untuk memberantas aktivitas ilegal.
    • Program rehabilitasi bagi mantan pengguna narkoba yang berintegrasi kembali ke masyarakat.
Baca Juga :  Pemuda Pancasila Jabar Hijaukan Ciremai: Jaga Atap Jawa Barat

Kolaborasi sebagai Pilar Utama Keberhasilan

Keberhasilan dalam mengubah stigma kawasan Ponton sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Arbert Tombak menekankan pentingnya semangat kolaborasi ini. “Kita tidak bisa bekerja sendiri. Perlu ada gerakan bersama dari seluruh warga Palangka Raya untuk mewujudkan kawasan Ponton yang aman, nyaman, dan sejahtera,” ujarnya.

Pemko Palangka Raya berkomitmen untuk terus memfasilitasi dan mendukung setiap upaya yang dilakukan oleh masyarakat demi terciptanya perubahan positif. Dengan pendekatan yang komprehensif dan partisipasi aktif dari semua pihak, citra negatif kawasan Ponton diharapkan dapat sepenuhnya terhapuskan, digantikan dengan gambaran kawasan yang dinamis, produktif, dan menjadi kebanggaan kota. Transformasi ini bukan hanya tentang fisik bangunan, tetapi lebih mendalam tentang perubahan pola pikir dan peningkatan kualitas hidup seluruh penghuni kawasan tersebut.