Lokal

Pemuda Pancasila Jabar Hijaukan Ciremai: Jaga Atap Jawa Barat

×

Pemuda Pancasila Jabar Hijaukan Ciremai: Jaga Atap Jawa Barat

Sebarkan artikel ini

Aksi Nyata Pelestarian Gunung Ciremai: Ribuan Pohon Ditanam untuk Masa Depan

Gunung Ciremai, puncak tertinggi di Jawa Barat, belakangan ini menjadi sorotan utama berbagai pihak. Isu-isu krusial seperti maraknya aktivitas pertambangan ilegal, degradasi lingkungan, hingga geliat pariwisata yang perlu dikelola secara bijak, menuntut perhatian serius dari pemerintah dan masyarakat. Kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kelestarian alam “Atap Jawa Barat” ini semakin menguat, mendorong berbagai elemen untuk bertindak nyata.

Menjawab panggilan alam dan kebutuhan pelestarian, Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Ormas Pemuda Pancasila Provinsi Jawa Barat mengambil inisiatif penting. Melalui program “Tadabur Alam Sapta Waluya”, organisasi ini menggelar aksi penanaman 3.000 pohon di kawasan Gunung Ciremai, tepatnya di area Punggungan Sekesadel dan Sekemengger, Kabupaten Kuningan. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, dari Jumat hingga Sabtu, 30-31 Januari 2026, ini merupakan wujud nyata komitmen Pemuda Pancasila dalam menjaga kelestarian ekosistem hutan Jawa Barat.

Acara ini tidak hanya melibatkan anggota Pemuda Pancasila, tetapi juga dirancang sebagai kolaborasi lintas elemen. Untuk memperkuat kapasitas dan partisipasi dalam upaya penyelamatan hutan, MPW Pemuda Pancasila Jawa Barat mengundang tokoh lingkungan terkemuka, Ketua Forum Penyelamat Hutan Jawa (FPHJ), Eka Santosa. Kehadiran beliau diharapkan dapat memberikan dorongan dan inspirasi bagi seluruh peserta.

Rangkaian kegiatan dimulai pada Jumat malam dengan sesi diskusi mendalam. Forum yang dihadiri oleh Komunitas Patanjala ini membedah secara komprehensif kondisi hutan dan tantangan yang dihadapi di sesar punggungan gunung. Diskusi ini menjadi pijakan penting untuk memahami akar permasalahan sebelum melangkah ke aksi konkret.

Baca Juga :  Banjir Terjang Tangsel: Penumpang KRL Pondok Ranji Enggan Beralih ke Transportasi Online

Puncak dari acara ini diselenggarakan pada Sabtu pagi, 31 Januari 2026. Fokus utama adalah penanaman ribuan bibit pohon dari tujuh jenis pohon endemik Gunung Ciremai. Pemilihan jenis pohon ini bukan tanpa alasan, melainkan merupakan bagian dari integrasi antara aspek ekologis dan budaya lokal.

Memadukan Kearifan Lokal dan Konservasi Lingkungan

Konsep “Sapta Waluya” diangkat sebagai landasan filosofis kegiatan ini. Sapta Waluya, dalam konteks nilai kesundaan, diartikan sebagai tujuh pedoman hidup yang harmonis. Ketujuh pedoman ini diselaraskan dengan penanaman tujuh jenis pohon endemik Gunung Ciremai, menciptakan sebuah kesatuan yang mendalam antara pelestarian alam dan pelestarian budaya.

Ketua MPW Pemuda Pancasila Jawa Barat, Dian Rahadian, didampingi Sekretaris Akhmad Rizal, menegaskan bahwa kegiatan ini lebih dari sekadar aksi simbolis. “Kegiatan ini merupakan bagian dari program itinerary kerja MPW Pemuda Pancasila Jawa Barat dalam upaya menjaga kelestarian alam di ‘Atap Jawa Barat’, sekaligus mempererat silaturahmi antar-lembaga yang memiliki konsentrasi pada isu lingkungan,” ujar Dian Rahadian.

Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya keberlanjutan program. “Sehingga kegiatan yang kita lakukan bukan sekadar simbolis, namun program ini harus bergerak berkesinambungan mulai dari perawatan dan pemupukan yang akan menjadi agenda bersama dalam menjaga, merawat, melestarikan sehingga pohon yang ditanam tumbuh besar dan subur,” tambahnya. Komitmen terhadap perawatan pasca-penanaman menjadi kunci utama agar ribuan pohon yang ditanam dapat tumbuh optimal dan memberikan manfaat jangka panjang bagi ekosistem.

Baca Juga :  Jadwal Imsak & Buka Puasa Balikpapan Ramadhan 1447 H

Menjaga Keberlanjutan dan Memicu Peran Organisasi Lain

Selain fokus pada aspek ekologis dan budaya, kegiatan ini juga memiliki tujuan jangka panjang untuk memicu kesadaran dan partisipasi lebih luas. MPW Pemuda Pancasila Jawa Barat berharap aksi nyata yang mereka lakukan dapat menjadi inspirasi bagi organisasi kemasyarakatan lain di Jawa Barat.

Sebagai penutup rangkaian agenda, delegasi MPW Pemuda Pancasila Jawa Barat turut hadir di Desa Adat Majalaya. Kehadiran mereka disambut dengan prosesi budaya “Mapag Purnama Caang Bulan”, sebuah tradisi yang semakin memperkaya makna kegiatan pelestarian alam ini. Momen ini menjadi pengingat bahwa menjaga alam adalah bagian integral dari menjaga warisan budaya.

Diharapkan, inisiatif Pemuda Pancasila ini dapat menjadi katalisator. Organisasi-organisasi lain didorong untuk lebih aktif terlibat dalam upaya mitigasi kerusakan hutan, rehabilitasi lahan, dan pemulihan lingkungan di berbagai wilayah Jawa Barat. Dengan kolaborasi yang kuat dan komitmen yang berkelanjutan, masa depan Gunung Ciremai dan kelestarian alam Jawa Barat dapat lebih terjamin. Aksi penanaman 3.000 pohon ini hanyalah permulaan, sebuah langkah awal yang penting menuju pelestarian yang lebih besar dan berkelanjutan.