Ekonomi

Pasar Modal RI Ambles Rp 1.198 T Sepekan

×

Pasar Modal RI Ambles Rp 1.198 T Sepekan

Sebarkan artikel ini

Pasar Modal Indonesia Mengalami Penurunan Kapitalisasi Pasar, IHSG Tertekan

Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat adanya penurunan signifikan pada nilai kapitalisasi pasar sepanjang pekan ini, yang merosot 7,37 persen. Angka ini turun dari Rp 16.244 triliun pada pekan sebelumnya menjadi Rp 15.046 triliun pada penutupan pekan ini. Dengan demikian, total pengurangan nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp 1.198 triliun dalam satu pekan terakhir.

Data perdagangan saham di BEI yang berakhir pada periode 26-30 Januari 2026 menunjukkan pergerakan yang bervariasi. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, dalam keterangan resminya pada Ahad, 1 Februari 2026.

IHSG Tertekan Pasca Pengumuman MSCI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan yang cukup dalam, bahkan sempat anjlok 8 persen pada tanggal 28-29 Januari 2026. Penurunan tajam ini terjadi setelah pengumuman dari Morgan Stanley Capital International (MSCI). Secara kumulatif selama sepekan, IHSG melemah sebesar 6,96 persen, dan berakhir di level 8.329,6 pada penutupan perdagangan Jumat, 30 Januari 2026.

Kautsar menambahkan bahwa pada hari Jumat, 30 Januari 2026, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp 1,53 triliun. Jika dilihat secara akumulatif sepanjang tahun 2026, investor asing telah mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 9,88 triliun.

Baca Juga :  BP Batam Dorong Pemanfaatan IBOSS di Sektor Kepelabuhanan Kota Batam

Peningkatan Frekuensi dan Nilai Transaksi Harian

Meskipun terjadi penurunan kapitalisasi pasar dan pelemahan IHSG, terdapat beberapa indikator positif dalam aktivitas perdagangan. Peningkatan tertinggi terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian BEI, yang melonjak 29,28 persen menjadi Rp 43,76 triliun, naik dari Rp 33,85 triliun pada pekan sebelumnya.

Selain itu, rata-rata frekuensi transaksi harian juga mengalami peningkatan sebesar 1,59 persen, mencapai 3,82 juta kali transaksi, dibandingkan dengan 3,76 juta kali transaksi pada pekan lalu. Namun, volume transaksi harian bursa justru mengalami penurunan sebesar 3,69 persen, menjadi 63,3 miliar lembar saham, dari sebelumnya 65,73 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.

  • Rata-rata Nilai Transaksi Harian:
    • Meningkat 29,28% menjadi Rp 43,76 triliun.
    • Pekan sebelumnya tercatat Rp 33,85 triliun.
  • Rata-rata Frekuensi Transaksi Harian:
    • Meningkat 1,59% menjadi 3,82 juta kali transaksi.
    • Pekan sebelumnya tercatat 3,76 juta kali transaksi.
  • Volume Transaksi Harian:
    • Menurun 3,69% menjadi 63,3 miliar lembar saham.
    • Pekan sebelumnya tercatat 65,73 miliar lembar saham.
Baca Juga :  Pangandaran: Empat Hotel Menunggak Pajak, Bapenda Tunggu Itikad Baik

Perubahan di Lingkungan Regulator Pasar Modal

Peristiwa yang terjadi pasca perilisan MSCI, yang mengangkat isu mengenai transparansi data free float saham Indonesia, tampaknya memicu gelombang perubahan di kalangan petinggi pasar modal. Direktur BEI, Iman Rachman, secara mengejutkan mengumumkan pengunduran dirinya dari posisi tersebut pada Jumat, 30 Januari 2026.

Tidak berhenti di situ, berselang satu hari setelah pengunduran diri Direktur BEI, empat pejabat dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mengumumkan hal serupa. Para pejabat yang mengundurkan diri tersebut adalah:

  1. Ketua Dewan Komisioner OJK: Mahendra Siregar
  2. Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK: Mirza Adityaswara
  3. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK: Inarno Djajadi
  4. Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK: I.B. Aditya Jayaantara

Perubahan ini menandai periode krusial bagi pasar modal Indonesia, di mana isu transparansi dan tata kelola menjadi sorotan utama. Investor akan terus memantau bagaimana dinamika ini akan memengaruhi arah pasar di masa mendatang.