Kelalaian Patricia Gouw Sebabkan Pesawat Delay, Ponsel Tertinggal di Stroller Kargo
Perjalanan udara terkadang menyimpan cerita tak terduga, bahkan bagi para pesohor. Baru-baru ini, model dan presenter ternama, Patricia Gouw, membagikan pengalaman pribadinya yang menyebabkan penundaan keberangkatan pesawat yang ditumpanginya. Kejadian ini bermula dari kelalaiannya sendiri, yang berujung pada harusnya pesawat putar balik demi alasan keselamatan.
Patricia mengungkapkan bahwa pesawat yang ia naiki sudah dalam posisi siap lepas landas. Namun, karena ia lupa menempatkan ponselnya di dalam stroller anak yang telah dimasukkan ke dalam bagasi kargo, pesawat tersebut terpaksa harus kembali ke terminal.
Melalui unggahan di akun TikTok pribadinya pada Rabu (28/1/2026), Patricia menceritakan kronologi kejadian tersebut. Ia berharap pengakuannya ini tidak hanya menjadi permintaan maaf, tetapi juga pelajaran berharga bagi dirinya sendiri dan bagi siapa saja yang mungkin belum mengetahui aturan terkait barang bawaan di pesawat.
Stroller Anak yang Harus Masuk Bagasi Kargo
Peristiwa tak terduga ini terjadi saat Patricia Gouw melakukan perjalanan dari Singapura menuju Yogyakarta. Ini merupakan pengalaman pertama baginya terbang berdua saja bersama sang buah hati, Zoe. Patricia mengaku baru mengetahui bahwa stroller dengan ukuran yang ramah kabin pun harus dimasukkan ke dalam bagasi tercatat atau kargo jika tidak dilengkapi dengan cover pelindung.
“Kalau di (maskapai yang disensor) tuh lu harus ada cover (stroller) baru boleh masuk ke dalam kabin, nggak boleh gini aja (tanpa cover). Karena kalau nggak ada cover, gua harus masukin ke kargo. Kalian semua nggak tahu, kan? Sama,” jelas Patricia dalam video tersebut, menyiratkan bahwa aturan ini mungkin belum banyak diketahui oleh penumpang.
Ponsel Tertinggal di Stroller Kargo Menjadi Sumber Masalah
Saat pesawat telah berada di dalam kabin dan siap untuk lepas landas, Patricia Gouw baru menyadari bahwa ponselnya tidak ada di dalam tas yang ia bawa. Ia segera mengomunikasikan masalah ini kepada pramugari. Patricia meyakini kuat bahwa ponselnya tertinggal di dalam stroller yang sudah dimasukkan ke bagasi kargo.
Masalah semakin rumit karena ponsel tersebut tidak dalam keadaan mati total, melainkan hanya dalam mode terbang. Demi menjaga standar keselamatan penerbangan yang sangat ketat, pesawat yang sudah bergerak di landasan pacu dan siap untuk lepas landas terpaksa harus melakukan manuver putar balik. Pesawat kembali ke terminal untuk memastikan keamanan dan mengambil ponsel Patricia.
“Tiba-tiba, say, pesawat putar balik, mundur. Gue bilang, eh, nggak boleh terbang aja? Maksudnya, ya udah gue nggak apa-apa, nggak usah harus ada handphone. Kata pramugari, nggak bisa, ini untuk safety. Karena kalau nggak, bisa meledak, say,” lanjutnya, menggambarkan betapa seriusnya implikasi dari benda elektronik yang berada di kompartemen kargo tanpa pengawasan yang memadai.

Permintaan Maaf dan Pelajaran Berharga
Melalui unggahan videonya, Patricia Gouw menyampaikan permintaan maaf yang tulus kepada seluruh penumpang dan awak penerbangan yang terdampak akibat kelalaiannya. Ia menyadari bahwa tindakannya menyebabkan penundaan keberangkatan pesawat dan mengganggu jadwal banyak orang.
“Silakan mau marah nggak apa-apa, tapi saya juga mohon maaf banget atas kelalaian ini. Yang penting semuanya selamat pada tujuan,” tutupnya, menekankan prioritas keselamatan di atas segalanya.
Patricia juga tidak lupa mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para pramugari yang telah menyikapi situasi tersebut dengan tenang dan profesional. Ia mengaku sempat merasa sangat bersalah, namun kedua pramugari tersebut berhasil menenangkannya.

Pengalaman ini menjadi pengingat pentingnya ketelitian dalam mempersiapkan diri sebelum naik pesawat, terutama terkait barang bawaan yang perlu disimpan di kompartemen kargo. Aturan keselamatan penerbangan memang dirancang untuk melindungi semua orang, dan terkadang, sebuah kelalaian kecil dapat berdampak besar pada kelancaran sebuah perjalanan. Kejadian ini diharapkan dapat menjadi edukasi bagi masyarakat luas mengenai pentingnya mematuhi setiap peraturan yang ditetapkan oleh maskapai penerbangan demi keamanan bersama.














