Paus Leo XIV keluar dari Rumah Sakit Gemelli, Roma, pada Sabtu, 17 Oktober, setelah menjalani operasi untuk mengangkat tumor kanker paru-paru. Pemimpin Gereja Katolik berusia 71 tahun itu diizinkan melanjutkan masa penyembuhan di luar rumah sakit karena tim medis menilai kondisinya sudah stabil. Namun, dokter masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan untuk memastikan apakah penyakitnya telah menyebar dan apakah diperlukan terapi tambahan.
Kepergian Leo berlangsung pada sore hari tanpa bantuan orang lain. Di sekitar rumah sakit, sejumlah pendukung yang sudah menunggu menyambutnya dengan tepuk tangan dan sorak-sorai. Vatikan kemudian menyampaikan bahwa keputusan pulang dibuat setelah dokter mempertimbangkan hasil pemeriksaan darah, foto rontgen dada yang dilakukan pada pagi hari, serta evaluasi kondisi klinis secara keseluruhan.
Tim dokter yang menangani sang paus, Luigi Carbone dan Stefano Margaritora, menyebut Leo sudah memenuhi syarat untuk dirawat di luar rumah sakit. Mereka menjelaskan bahwa pada Selasa Leo menjalani operasi untuk mengambil sebagian paru-paru kanannya yang terkena tumor. Sehari kemudian, dokter menyebut proses pemulihannya berjalan sesuai harapan.
Hasil diagnosis menunjukkan Leo mengidap adenokarsinoma, salah satu bentuk kanker paru-paru yang paling sering ditemukan. Walau tindakan operasi telah dilakukan, penilaian medis belum selesai. Pemeriksaan jaringan dan tes tambahan masih diperlukan untuk melihat apakah sel kanker sudah berpindah ke organ lain. Dari hasil itulah dokter akan menentukan langkah pengobatan berikutnya.
Kepulangan ini datang lebih cepat dari perkiraan awal Vatikan, yang sebelumnya memperkirakan Leo akan dirawat sekitar satu pekan. Margaritora memberi penilaian optimistis dan menyebut tidak ada alasan medis yang menghalangi perjalanan Leo ke Amerika Latin pada 6–17 November. Ia juga memperkirakan masa pemulihan penuh dari operasi itu dapat dicapai dalam sekitar 10 hari.
Meski sudah meninggalkan rumah sakit, pemantauan kesehatan Leo tetap berlanjut. Vatikan sebelumnya membatalkan agenda kepausan hingga 20 Oktober agar ia bisa beristirahat. Selama dirawat, Leo tetap menjalankan sebagian tugas dari rumah sakit, termasuk berbicara lewat telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Jumat. Ia juga memimpin misa di kamar perawatannya di lantai 10 Gemelli. Setelah pulang, Vatikan menyebut Leo akan memimpin doa Angelus pada Minggu dari jendela apartemen kepausan. Paus asal Amerika Serikat yang terpilih pada Mei 2025 itu sebelumnya dikenal memiliki kondisi fisik yang baik, menyukai tenis, dan kerap beristirahat di Castel Gandolfo. Rumah Sakit Gemelli sendiri lama dikenal sebagai tempat perawatan para paus, termasuk Yohanes Paulus II.
















