Persebaya Surabaya Kembali Pertimbangkan Park Hang-seo sebagai Pelatih Baru
Persebaya Surabaya kini kembali mempertimbangkan Park Hang-seo sebagai calon pelatih baru setelah manajemen resmi memecat Eduardo Perez. Penunjukan pelatih baru ini dilakukan karena performa tim yang kurang memuaskan dalam beberapa pertandingan terakhir.
Park Hang-seo, pelatih asal Korea Selatan, sebelumnya pernah menolak negosiasi dengan Persebaya. Namun, saat ini ia kembali menjadi opsi yang menarik. Meskipun belum menangani klub mana pun, Park masih aktif dalam dua jabatan penting di luar lapangan. Ia menjabat sebagai konsultan Bac Ninh hingga 31 Januari 2029 dan juga menjadi Wakil Presiden Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA) sejak April 2025.
Pengalaman Park Hang-seo di Asia Tenggara sangat mencolok. Ia pernah melatih Tim Nasional Vietnam dari 2017 hingga 2023. Selama masa itu, ia berhasil membawa Vietnam meraih gelar juara Piala AFF 2018, SEA Games 2019 dan 2021, serta mencapai babak ketiga kualifikasi Piala Dunia 2022—pencapaian tertinggi dalam sejarah sepak bola Vietnam.
Profil Singkat Park Hang-seo
- Nama lengkap: Park Hang-seo
- Tanggal lahir: 1 Oktober 1957
- Tempat lahir: Gyeongnam, Korea Selatan
- Kewarganegaraan: Korea Selatan
Karier Pemain
Park Hang-seo memulai karier sebagai pemain dengan bergabung dengan tim sepak bola kampusnya, Universitas Hanyang. Ia kemudian membela klub seperti Korea First Bank, ROK Army, dan Lucky-Goldstar Hwangso. Prestasinya mencakup gelar juara K-League 1985 bersama Lucky-Goldstar Hwangso dan terpilih sebagai K League Best XI pada musim itu.
Karier Pelatih
Park Hang-seo pernah melatih berbagai klub, termasuk Gyeongnam FC (2005–2007), Chunnam Dragons (2007–2010), Sangju Sangmu (2011–2015), Changwon Citizen (2016–2017), dan Tim Nasional Vietnam (2017–2023).
Thomas Doll Jadi Kandidat Kuat untuk Persebaya
Selain Park Hang-seo, nama Thomas Doll juga muncul sebagai kandidat kuat untuk mengisi posisi pelatih Persebaya. Thomas Doll adalah mantan pelatih Persija Jakarta yang dikenal memiliki pengalaman di berbagai klub besar Eropa dan Asia.
Thomas Doll lahir di Malchin, Jerman, pada 9 April 1966. Karier sepak bolanya dimulai sejak 1981 bersama H. Rostock Youth. Setelah itu, ia naik level ke H. Rostock U-17 dan H. Rostock U-19. Pada 1983, Doll membela Hansa Rostock sebelum pindah ke BFC Dynamo pada 1986. Tiga tahun kemudian, ia bergabung dengan Hamburg SV pada 1990. Performa apiknya mengantarkan Doll ke Serie A Italia untuk memperkuat Lazio pada 1991.
Setelah pensiun sebagai pemain, Thomas Doll langsung terjun ke dunia kepelatihan. Karier kepelatihannya dimulai pada 2001 bersama Hamburg U-19, kemudian naik menangani Hamburg SV II, hingga dipercaya melatih tim utama Hamburg SV pada 2004. Ia juga pernah membesut sejumlah klub besar seperti Borussia Dortmund (2007–2008), Genclerbirligi (2009–2010), Al-Hilal (2011–2012), Ferencvárosi TC (2013–2018), Hannover 96 (2019), dan APOEL Nicosia (2019).
Karier di Indonesia
Nama Thomas Doll semakin dikenal publik Indonesia setelah resmi menangani Persija Jakarta pada April 2022. Di musim perdananya, ia berhasil membawa Macan Kemayoran tampil impresif dan finis sebagai runner-up Liga 1 2022/2023. Namun performa Persija menurun di musim keduanya hingga hanya mampu menutup kompetisi di posisi kedelapan.
Pada 11 Juni 2024, Thomas Doll resmi berpisah dengan Persija. Ia memilih mundur karena ingin lebih dekat dengan keluarga. Sejak saat itu, ia belum kembali melatih klub mana pun.
Dengan Persebaya sedang mencari pelatih anyar, nama Thomas Doll kembali masuk radar dan menjadi salah satu kandidat kuat untuk mengisi kursi pelatih Bajol Ijo.
Biodata Thomas Doll
- Full Name: Thomas Jens Uwe Doll
- Date of birth/Age: 09/04/1966 (59)
- Place of Birth: Malchin
- Citizenship: Germany
- Avg. term as coach: 1.63 Years
- Coaching Licence: UEFA Pro Licence
- Preferred formation: 3-4-1-2

















