Akses Listrik Menerangi Pelosok: Program “Berbagi Cahaya, Menumbuhkan Harapan” Ubah Kehidupan Warga Pesisir
Kehidupan warga di Desa Wisata Teluk Buo, Kelurahan Teluk Kabung Tengah, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, kini diselimuti cahaya baru. Senyum merekah terukir di wajah mereka menyambut hadirnya listrik, sebuah kemewahan yang sebelumnya hanya menjadi impian. Program “Berbagi Cahaya, Menumbuhkan Harapan” menjadi bukti nyata langkah berkelanjutan dalam menghadirkan akses energi yang merata dan berkeadilan hingga ke penjuru negeri, selaras dengan semangat transisi energi menuju masa depan yang lebih hijau dan inklusif.
Program ini secara khusus menyapa keluarga-keluarga prasejahtera yang berdiam di sudut pesisir barat Sumatera. Bagi mereka, kehadiran listrik bukan sekadar penerangan, melainkan sebuah pemicu perubahan positif dan harapan baru untuk kesejahteraan di masa depan.
Nazaruddin, salah satu dari sebelas warga yang beruntung menerima sambungan listrik gratis dari PLN, tak mampu menyembunyikan haru dalam setiap kata yang terucap. “Terima kasih kepada PLN atas bantuan melalui program ‘Berbagi Cahaya, Menumbuhkan Harapan’. Kini rumah kami terang dan anak-anak bisa belajar dengan nyaman. Semoga kebaikan ini menjadi berkah bagi semua,” tuturnya dengan senyum bahagia saat momen penyalaan listrik di kediamannya pada Kamis, 16 Oktober 2025.
Apresiasi dari Pemerintah dan Tokoh Masyarakat
Febri Yeni, Lurah Teluk Kabung Tengah, turut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kepedulian PLN terhadap warganya. Ia menilai bantuan yang diberikan bukan hanya menghadirkan penerangan fisik, tetapi juga menjadi simbol perhatian negara yang mampu menjangkau hingga ke wilayah pesisir.
“Atas nama pemerintah dan warga, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PLN atas program ‘Berbagi Cahaya, Menumbuhkan Harapan’. Bantuan penyalaan listrik melalui penyambungan gratis ini bukan sekadar meringankan beban, tetapi juga membuka akses terhadap pelayanan dasar yang layak,” ujar Febri Yeni. Ia melanjutkan, “Mulai dari penerangan di malam hari, kemudahan anak-anak belajar di rumah, hingga terbukanya peluang untuk aktivitas ekonomi kecil bagi warga.”
Harapan Febri Yeni sederhana namun mendalam: program seperti ini tidak berhenti di titik ini. Ia mendambakan semakin banyak keluarga di wilayahnya yang dapat merasakan kebahagiaan dan semangat baru seiring dengan rumah mereka diterangi oleh listrik secara mandiri.
Program Nasional dengan Dampak Lokal yang Luas
Program “Berbagi Cahaya, Menumbuhkan Harapan” yang diselenggarakan bertepatan dengan peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-80 ini, merupakan wujud nyata dari semangat berbagi dan kepedulian sosial seluruh insan PLN. Melalui inisiatif ini, PLN berupaya memberikan sambungan listrik gratis kepada masyarakat prasejahtera yang selama ini belum memiliki akses listrik yang layak.
Direktur Manajemen Risiko PLN, Adi Lumakso, menjelaskan bahwa program yang menyentuh lebih dari 8.000 rumah tangga di seluruh Indonesia ini memiliki tujuan yang lebih luas dari sekadar penyalaan listrik. “Ini adalah wujud tanggung jawab kami untuk menghadirkan energi yang berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegas Adi Lumakso.
Ia menambahkan, “Pada momen HLN ini, PLN ingin menghadirkan lebih dari sekadar terang. Kami ingin memastikan bahwa cahaya listrik juga membawa semangat dan harapan baru bagi masyarakat, membuka peluang ekonomi, serta meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.”
Keberhasilan program ini, menurut Adi Lumakso, tidak lepas dari kolaborasi erat dengan berbagai pemangku kepentingan serta dukungan penuh dari masyarakat. Dukungan ini sangat krusial dalam memastikan setiap sambungan listrik tersalurkan dengan aman dan tepat sasaran.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Barat, Ajrun Karim, menegaskan bahwa program ini adalah manifestasi komitmen PLN untuk mendorong perubahan sosial dan ekonomi bagi masyarakat melalui penyediaan akses energi. “Setiap warga yang menerima bantuan ini memiliki harapan baru untuk menjalani kehidupan yang lebih baik,” ujar Ajrun Karim. Ia mengakhiri, “Anak-anak dapat belajar dengan nyaman, dan perekonomian keluarga pun perlahan dapat tumbuh seiring dengan semakin terbukanya peluang usaha setelah kehadiran listrik di rumah mereka.”
Program ini tidak hanya menerangi rumah, tetapi juga menyalakan harapan dan membuka pintu menuju masa depan yang lebih cerah bagi keluarga-keluarga prasejahtera di pesisir Sumatera dan di seluruh penjuru negeri.

















