Teknologi

Polman Bandung: Limbah Plastik Jadi Paving Block Inovatif

×

Polman Bandung: Limbah Plastik Jadi Paving Block Inovatif

Sebarkan artikel ini

Mahasiswa Polman Bandung Ciptakan Inovasi Pengubah Sampah Plastik Menjadi Paving Block Bernilai

Di tengah isu pencemaran lingkungan yang semakin mengkhawatirkan, sekelompok mahasiswa dari Politeknik Manufaktur (Polman) Bandung telah menunjukkan langkah nyata dalam mengatasi permasalahan sampah plastik. Mereka berhasil menciptakan sebuah alat inovatif yang mampu mengubah limbah plastik menjadi paving block yang memiliki nilai guna. Inisiatif ini bukan hanya sekadar proyek akademis, tetapi juga menjadi solusi potensial untuk dua masalah sekaligus: penumpukan sampah plastik dan kebutuhan material pembangunan di tingkat komunitas.

Menurut Ilham, salah satu anggota tim mahasiswa, efisiensi alat ini cukup mengesankan. “Dari 5 kilogram limbah plastik, kita bisa menghasilkan 5 buah paving block,” ujarnya, menyoroti potensi besar dari teknologi yang mereka kembangkan. Alat inovatif ini telah diuji coba dan diaplikasikan langsung di Desa Lamajang, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, sebagai bagian dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang berlangsung dari tanggal 26 Oktober hingga 6 November. Pemilihan lokasi ini didasari oleh pengamatan terhadap permasalahan sampah plastik yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah, termasuk terhentinya upaya pengurangan, daur ulang, dan pemakaian kembali sampah di desa tersebut.

Tim Inovator di Balik Paving Block Ramah Lingkungan

Proyek ambisius ini melibatkan kerja sama tujuh mahasiswa dari Program Studi Teknologi Rekayasa Manufaktur Polman Bandung angkatan 2022. Mereka adalah Ilham Ramadhan, Abdul Kholis El Akmal, Bilal Abdurrofi, Fahri Rainanda, Muhammad Dzaki, Muhammad Zulfikri, dan Nafis Mudzakkir. Di bawah bimbingan dosen yang kompeten dan dengan dukungan penuh dari pihak kampus serta sebuah perusahaan energi panas bumi, tim ini berhasil mewujudkan gagasan mereka menjadi sebuah prototipe yang berfungsi.

Spesifikasi Teknis Alat Pelumer Limbah Plastik

Alat pelumer limbah plastik ini dirancang dengan dimensi yang cukup ringkas, berukuran 1,3 x 1,7 meter, namun memiliki kemampuan yang signifikan. Bahan-bahan yang digunakan meliputi baja ringan, aluminium, dan seng, serta dilapisi dengan material tahan suhu tinggi yang mampu mencapai 350 derajat Celcius. Dengan total berat mencapai 110 kilogram, alat ini kokoh dan siap untuk beroperasi.

Baca Juga :  Kunci Sukses Rush: Minim Ubahan, Tetap Laris

Struktur alat ini terbagi menjadi tiga bagian utama yang saling mendukung proses pengolahan limbah plastik:

  • Motor Listrik: Berfungsi sebagai penggerak utama untuk seluruh mekanisme mesin, memastikan operasional yang lancar.
  • Tong Berkapasitas 240 Liter: Komponen ini berperan sebagai wadah penampung limbah plastik yang akan diolah menjadi adonan sebelum dicetak menjadi paving block.
  • Kompor Jet Burner: Sumber panas krusial yang bertugas melelehkan plastik di dalam tong pada suhu yang tepat.

Proses Pengolahan Limbah Plastik Menjadi Paving Block

Tidak semua jenis sampah plastik dapat diolah. Alat ini secara efektif dapat memproses sampah seperti kantong kresek, gelas kemasan minuman sekali pakai, dan botol minuman tipis. Sebelum dimasukkan ke dalam alat, sampah plastik perlu dibersihkan terlebih dahulu dari sisa cairan yang mungkin masih mengendap. Khusus untuk botol minuman yang terbuat dari plastik keras, disarankan untuk dicacah terlebih dahulu agar proses pelelehan menjadi lebih efisien.

Tahapan proses pengolahan dimulai dengan mengaktifkan motor listrik dan kompor jet burner hingga suhu di dalam tong mencapai sekitar 250 derajat Celcius. Setelah suhu ideal tercapai, limbah plastik yang sudah disiapkan dimasukkan bersama dengan oli bekas. Takaran yang digunakan adalah rasio 10:1 (limbah plastik:oli bekas). Penambahan oli bekas ini memiliki fungsi penting, yaitu mencegah adonan plastik menjadi lengket di dinding tong selama proses pelelehan.

Baca Juga :  Xiaomi Auto mencapai tonggak penting akhir 2025, 50 ribu kendaraan dikirim selama sebulan

Setelah limbah plastik meleleh dan terbentuk menjadi adonan yang homogen, hasilnya kemudian dituang ke dalam cetakan paving block. Paving block yang dihasilkan kemudian dapat dibiarkan mengering secara alami atau dipercepat dengan mencelupkannya ke dalam air. Desain paving block yang dibuat oleh tim mahasiswa ini berbentuk segi enam dengan berat masing-masing sekitar 1 kilogram. Bentuk dan bobot ini membuatnya ideal untuk diaplikasikan di halaman rumah, trotoar, atau bahkan sebagai elemen dekoratif hasil daur ulang yang kreatif.

Tantangan dan Pengembangan Lebih Lanjut

Meskipun telah berhasil menciptakan solusi yang menjanjikan, tim mahasiswa Polman Bandung menyadari bahwa alat pelumer limbah plastik ini masih memerlukan penyempurnaan lebih lanjut. Salah satu tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah asap yang dihasilkan dari proses pembakaran limbah plastik. Asap ini masih bersifat cukup beracun jika terhirup langsung oleh manusia, terutama karena alat ini ditempatkan di ruang terbuka.

“Cukup menambahkan alat pengolah asap,” ujar Ilham, mengindikasikan bahwa solusi untuk masalah ini sebenarnya cukup sederhana, yaitu dengan melengkapi alat dengan sistem penyaringan atau pengolahan asap yang efektif.

Selain itu, pengembangan lebih lanjut juga difokuskan pada dua aspek penting lainnya:

  • Mekanisme Pembakaran yang Lebih Efisien: Upaya akan dilakukan untuk mengoptimalkan proses pembakaran agar dapat memangkas waktu pengolahan dan meningkatkan efisiensi energi.
  • Mesin Pencacah Terintegrasi: Penambahan mesin pencacah yang terintegrasi dengan alat pelumer diharapkan dapat membuat proses persiapan limbah plastik menjadi lebih optimal dan efisien sebelum masuk ke tahap pelelehan.

Dengan inovasi ini, mahasiswa Polman Bandung tidak hanya menunjukkan kemampuan teknis mereka, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam upaya pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan sampah yang berkelanjutan.