Politik

Polri Bangun 7 SPPG: Gizi Tuntas untuk Anak 3T TTU

×

Polri Bangun 7 SPPG: Gizi Tuntas untuk Anak 3T TTU

Sebarkan artikel ini

Polri Hadir di Wilayah 3T NTT: Pembangunan 7 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi untuk Anak-Anak

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengambil langkah proaktif dalam mendukung kesejahteraan masyarakat di wilayah terpencil, tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Melalui pembangunan 7 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Polri menegaskan komitmennya untuk memastikan anak-anak di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), mendapatkan asupan gizi yang memadai. Inisiatif ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan pelayanan esensial bagi generasi penerus bangsa.

Acara peletakan batu pertama pembangunan SPPG 3T Polri secara simbolis dilaksanakan di Desa Haulasi, Kecamatan Miomaffo Barat, TTU. Wakapolda NTT, Brigjen Pol. Baskoro Tri Prabowo, S.I.K.,M.H., turut hadir langsung dalam kegiatan Zoom Meeting Ground Breaking SPPG 3T Polri seluruh Indonesia, sekaligus secara resmi menandai dimulainya pembangunan SPPG di Desa Haulasi.

Di Kabupaten TTU, Polri berencana membangun total 7 unit SPPG yang akan melayani sekitar 4.303 orang penerima manfaat. Rincian lokasi dan cakupan penerima manfaat adalah sebagai berikut:

  • SPPG di Desa Naekake, Kecamatan Mutis: Akan melayani sebanyak 716 orang penerima manfaat.
  • SPPG di Desa Haulasi, Kecamatan Miomaffo Barat: Ditargetkan untuk menyasar 687 orang penerima manfaat.
  • SPPG di Desa Fatuneno, Kecamatan Miomaffo Barat: Akan memberikan pelayanan kepada 526 orang penerima manfaat.
  • SPPG di Desa Faenake, Kecamatan Bikomi Utara: Direncanakan melayani 294 orang penerima manfaat.
  • SPPG di Desa Oesoko, Kecamatan Insana Utara: Akan menjangkau 302 orang penerima manfaat.
  • SPPG di Desa Humusu, Oekolo, Kecamatan Insana Utara: Ditargetkan untuk melayani 674 orang penerima manfaat.
  • SPPG di Desa Motadik, Kecamatan Biboki Anleu: Akan memberikan pelayanan kepada 834 orang penerima manfaat.
Baca Juga :  Pilkada Serentak 2020 di Kepri, Sejumlah Petahana Unggul di Hitung Sementara KPU

Dukungan Penuh Pemerintah Daerah dan Dampak Positif Ganda

Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, menyambut baik inisiatif Polri ini. Dalam sambutannya, Bupati Falent menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Presiden dan Kapolri atas pembangunan 7 SPPG di wilayahnya. Ia menekankan bahwa kehadiran SPPG merupakan manifestasi nyata dari keberpihakan negara terhadap masyarakat, khususnya dalam pemenuhan hak dasar anak atas gizi yang baik.

“Sebagaimana yang telah dinikmati oleh anak-anak Indonesia di wilayah lain, dengan makanan bergizi kebutuhan nutrisi harian anak-anak terpenuhi, jumlah penderita gizi buruk dan stunting akan dapat dikurangi serta daya tahan tubuh anak-anak akan meningkat,” ujar Bupati Falent, optimis mengenai manfaat kesehatan yang akan dirasakan.

Lebih lanjut, Bupati Falent menyoroti dampak positif ganda dari program ini. Selain peningkatan kesehatan anak, keberadaan SPPG juga diproyeksikan akan memberikan dorongan signifikan bagi perekonomian masyarakat lokal. Peningkatan permintaan terhadap bahan pangan seperti sayuran, buah-buahan, dan daging akan membuka peluang pasar yang lebih luas bagi para petani dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Dengan permintaan kebutuhan akan bahan makanan seperti sayur, buah, daging, dan sebagainya yang semakin meningkat, para petani tidak perlu lagi khawatir kemana hasil pertaniannya akan dijual,” ungkapnya, menekankan potensi peningkatan pendapatan bagi masyarakat.

Baca Juga :  Di Nongsa, Amsakar-Li Claudia Ingatkan Pentingnya Silaturahmi dan Energi Positif Bangun Batam

Bupati Falent mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan SPPG dan program “Makan Bergizi Gratis” yang akan dijalankan. Ia meyakini bahwa program ini adalah investasi krusial untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) anak-anak di Kabupaten TTU.

SPPG Polri: Kolaborasi untuk Masa Depan Anak Indonesia

Wakapolda NTT, Brigjen Pol. Baskoro Tri Prabowo, S.I.K.,M.H., menegaskan bahwa SPPG Polri merupakan wujud konkret dari dukungan institusinya terhadap program pemerintah, yaitu “MAKAN BERGIZI GRATIS”. Program ini menjadi sarana bagi Polri untuk berkontribusi aktif dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kecerdasan anak-anak Indonesia.

Konsep pembangunan SPPG oleh Polri dirancang secara komprehensif. Fasilitas yang dibangun akan mencakup dapur yang sehat dan memadai. Pengelolaan bahan baku akan diprioritaskan dari UMKM lokal, memastikan roda ekonomi berputar di tingkat daerah. Distribusi makanan bergizi akan dikelola secara cermat oleh Kepala SPPG bersama ahli gizi, dengan dukungan penuh dari para relawan SPPG.

“Dapat kami sampaikan bahwa Polda NTT, saat ini melaksanakan Groundbreaking sebanyak 7 SPPG daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) yang terletak di Kabupaten TTU,” jelasnya, menggarisbawahi skala dan signifikansi program ini bagi Provinsi NTT.

Kehadiran SPPG ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi sementara, namun menjadi fondasi kuat bagi peningkatan kualitas hidup dan masa depan anak-anak di wilayah 3T Kabupaten TTU, serta menjadi contoh kolaborasi yang efektif antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat.