Polwan Polda Maluku Utara Diharapkan Menjadi Garda Terdepan Pelayanan Publik dengan Integritas Tinggi
Ternate – Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara menaruh harapan besar kepada para Polisi Wanita (Polwan) agar senantiasa menjadi teladan dalam menjalankan tugas di lapangan. Penekanan ini disampaikan langsung oleh Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol Waris Agono, yang menyoroti peran krusial Polwan dalam memperkuat lini pelayanan publik kepolisian.
Menurut Irjen Pol Waris Agono, Polwan memiliki keunggulan inheren dalam hal komunikasi, empati, dan pendekatan yang humanis. Keunggulan-keunggulan inilah yang sangat dibutuhkan dalam berbagai fungsi pelayanan, mulai dari Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), pengurusan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), hingga kegiatan pembinaan masyarakat.
“Polwan harus hadir di semua fungsi operasional. Tidak hanya pada layanan administratif, tetapi juga pada tugas-tugas inti kepolisian,” tegas Irjen Pol Waris Agono saat dikonfirmasi pada Sabtu, 13 Desember 2025. Pernyataan ini menggarisbawahi keinginan agar Polwan tidak hanya terbatas pada peran-peran konvensional, melainkan turut serta dalam dinamika tugas kepolisian yang lebih luas dan kompleks.
Empat Pilar Etika yang Wajib Dijunjung Tinggi
Selain menekankan pentingnya peran, Kapolda Maluku Utara juga menguraikan empat pilar etika utama yang harus dijunjung tinggi oleh setiap Polwan. Keempat pilar ini menjadi fondasi moral dan profesionalisme dalam menjalankan tugas sehari-hari.
Etika Kepribadian:
Setiap Polwan dituntut untuk memiliki integritas yang kuat, bersikap ramah, serta menunjukkan kedisiplinan yang tinggi. Dalam era digital saat ini, etika bermedia sosial juga menjadi sorotan penting. Polwan diharapkan bijak dalam menggunakan platform digital, menghindari penyebaran informasi yang tidak benar, dan menjaga citra diri serta institusi.Etika Kemasyarakatan:
Dalam berinteraksi dengan masyarakat, Polwan diharapkan mampu membangun hubungan yang harmonis, menunjukkan kepedulian, dan memberikan pelayanan yang prima. Kemampuan berkomunikasi dan berempati menjadi kunci dalam membangun kepercayaan publik.Etika Kenegaraan:
Kapolda mengingatkan agar seluruh Polwan senantiasa menjaga netralitas dalam ranah politik. Ketaatan terhadap nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 adalah mutlak. Polwan sebagai abdi negara harus menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara.Etika Kelembagaan:
Menjaga nama baik institusi Polri adalah prioritas utama. Hal ini mencakup kepatuhan terhadap setiap prosedur yang berlaku, membangun hubungan kerja yang harmonis di lingkungan internal, serta menjunjung tinggi profesionalisme.
“Hormati senior, bina junior, dan hindari konflik yang tidak perlu,” pesan Kapolda Waris Agono, menekankan pentingnya sinergi dan kekeluargaan di dalam institusi.
Larangan dan Prinsip Kepemimpinan untuk Polwan
Lebih lanjut, Irjen Pol Waris Agono turut mengingatkan sejumlah larangan yang telah diatur secara tegas dalam Peraturan Polisi (Perpol) Nomor 7 Tahun 2022. Pelanggaran terhadap aturan ini dapat berujung pada sanksi disiplin hingga pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH). Larangan tersebut meliputi tindakan yang bertentangan dengan Pancasila, penyalahgunaan wewenang, serta keterlibatan dalam kegiatan ilegal seperti narkoba, judi, gratifikasi, dan perselingkuhan.
Kapolda juga menegaskan agar seluruh Polwan menjaga diri dari tindakan pelanggaran berat seperti penyimpangan seksual, jual-beli senjata ilegal, atau praktik pungutan liar (pungli) dalam proses rekrutmen. Tindakan-tindakan ini tidak hanya mencoreng nama baik pribadi tetapi juga institusi Polri secara keseluruhan.
Bagi Polwan yang memegang jabatan, Irjen Pol Waris Agono menekankan pentingnya menjalankan prinsip kepemimpinan yang humanis. Empat prinsip utama yang harus dipegang teguh adalah:
- Humanis: Selalu mengedepankan pendekatan yang manusiawi, penuh empati, dan pengertian.
- Legitimasi: Memastikan setiap tindakan didasarkan pada aturan dan hukum yang berlaku, sehingga memiliki dasar legitimasi yang kuat.
- Kepercayaan: Membangun dan menjaga kepercayaan dari bawahan, rekan kerja, serta masyarakat melalui integritas dan profesionalisme.
- Penghormatan: Memberikan dan menerima rasa hormat dalam setiap interaksi, baik secara vertikal maupun horizontal.
“Kunci utamanya adalah kesadaran diri dan disiplin,” ujar Kapolda, menekankan bahwa pondasi dari kepemimpinan yang efektif adalah kemampuan individu untuk memahami diri sendiri dan patuh pada aturan.
Terakhir, Irjen Pol Waris Agono berpesan agar setiap Polwan senantiasa menjaga kehormatan pribadi dan keluarga. Pergaulan yang sehat, menjauhi fitnah, serta menampilkan akhlak yang baik dalam setiap situasi, baik saat menjalankan tugas maupun dalam kehidupan sehari-hari, adalah cerminan dari seorang Polwan yang profesional dan berintegritas.

















