Moh Zaki Ubaidillah harus mengakui keunggulan wakil tuan rumah Christo Popov pada final tunggal putra French Open 2026, Minggu, 25 Oktober 2026. Pertandingan berakhir dalam tiga gim dengan skor 21-13, 14-21, 21-11, sehingga Popov merebut gelar juara sementara Ubaidillah finis sebagai runner-up.
Ringkasan Pertandingan
Popov mengontrol ritme sejak awal dan memanfaatkan dukungan penonton tuan rumah. Ubaidillah—yang akrab disapa Ubed—menunjukkan semangat juang dan sempat menyamakan momentum di gim kedua, namun Popov kembali mengambil alih di gim penentu.
Jalannya Pertandingan
Gim Pertama
- Popov membuka tekanan sejak poin pertama dan cepat memimpin 5-0.
- Ubaidillah berusaha mengejar, namun pada interval skor tercatat 11-5 untuk Popov.
- Popov sukses menutup gim pembuka dengan keunggulan yang nyaman: 21-13.
Gim Kedua
- Gim berjalan lebih berimbang. Ubaidillah sempat tertinggal 1-4 namun bangkit dan memimpin 11-5 saat jeda.
- Setelah jeda, Popov sempat memangkas jarak lewat beberapa poin beruntun, namun Ubaidillah tampil lebih cerdik dalam penempatan bola.
- Ubaidillah mencapai game point pada 20-12 dan menutup gim kedua 14-21, memaksa babak penentuan.
Gim Ketiga
- Di gim penentu, Ubaidillah kembali kesulitan dan tertinggal cukup jauh, 3-11 pada interval.
- Setelah jeda, Ubaidillah berupaya memangkas selisih lewat beberapa rally panjang, namun setiap kali jarak mengecil, Popov mampu menambah poin.
- Popov memastikan kemenangan dengan menutup laga pada angka 21, sehingga skor akhir menjadi 21-13, 14-21, 21-11.
Dampak untuk Indonesia
Kekalahan Ubaidillah menandai berakhirnya perjuangan Indonesia di French Open kali ini tanpa gelar juara, namun catatan runner-up bagi Ubaidillah tetap menjadi prestasi penting. Penampilannya menarik perhatian karena ia menjadi satu-satunya wakil Indonesia di nomor tunggal putra pada turnamen ini.
Sorotan Pertandingan
- Momentum awal Popov: kontrol permainan sejak poin pembuka pada gim pertama.
- Bangkit Ubaidillah: permainan cerdik dan penempatan bola yang memaksa kesalahan lawan di gim kedua.
- Ketahanan mental Popov: mampu mengelola tekanan tuan rumah dan menutup gim ketiga saat Ubaidillah mencoba bangkit.
Reaksi dan Penutup
Kemenangan Popov semakin mempertegas dominasinya di depan publik tuan rumah, sementara Ubaidillah pulang dengan pengalaman berharga di level final besar. Untuk konteks liputan olahraga lainnya dan dinamika pertandingan yang juga memicu reaksi keras, baca juga Amorim Kesal Usai Maignan Diusir.
Catatan: semua skor, tanggal, dan nama pemain dipertahankan sesuai laporan pertandingan.
















