Kemitraan Strategis Indonesia-Inggris: Pilar Pertahanan hingga Iklim dalam Lawatan Presiden Prabowo
Lawatan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke Inggris yang dimulai pada Senin, 19 Januari 2026, menandai tonggak penting dalam hubungan bilateral kedua negara. Kunjungan ini diprediksi akan menghasilkan sejumlah dokumen strategis dan inisiatif kunci yang akan memperdalam kerja sama di berbagai bidang. Hal ini diungkapkan oleh Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey.

Kunjungan Presiden Prabowo pada tahun 2026 ini merupakan kelanjutan dari pertemuan sebelumnya di London pada tahun 2024. Saat itu, Presiden Prabowo dan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, telah menyepakati fondasi penting untuk peluncuran Kemitraan Strategis antara Indonesia dan Inggris.
“Ketika Presiden Prabowo dan PM Starmer terakhir kali bertemu di London, mereka berkomitmen untuk meluncurkan Kemitraan Strategis antara kedua negara guna mempererat hubungan secara lebih menyeluruh,” ujar Jermey dalam keterangan resmi yang diterima.
Kemitraan strategis ini dirancang dengan struktur yang komprehensif, mencakup empat pilar utama yang mencerminkan prioritas bersama dan potensi kolaborasi yang luas:
- Pertahanan dan Keamanan: Pilar ini bertujuan untuk meningkatkan kerja sama dalam menghadapi tantangan keamanan global dan regional. Ini mencakup pertukaran informasi, latihan militer bersama, serta pengembangan kapasitas pertahanan kedua negara.
- Pertumbuhan Ekonomi: Menjadi prioritas utama bagi kedua pemimpin, pilar ini fokus pada peningkatan hubungan perdagangan, investasi, dan inovasi. Tujuannya adalah menciptakan peluang ekonomi yang saling menguntungkan, mendorong pemulihan pasca-pandemi, dan memperkuat rantai pasok global.
- Masyarakat dan Sosial: Pilar ini menekankan pentingnya dialog antarbudaya, kerja sama pendidikan, serta kolaborasi dalam bidang kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Diharapkan dapat mempererat hubungan antarwarga negara dan mempromosikan pemahaman bersama.
- Iklim, Energi, dan Alam: Mengingat urgensi isu perubahan iklim, pilar ini berfokus pada kerja sama dalam transisi energi hijau, pelestarian lingkungan, dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Inisiatif di bidang ini akan mencakup pengembangan teknologi ramah lingkungan dan berbagi praktik terbaik.

Selama lawatan pada tahun 2026 ini, Presiden Prabowo dijadwalkan untuk melakukan serangkaian pertemuan penting. Agendanya meliputi pertemuan dengan Yang Mulia Raja Charles III, yang akan menjadi kesempatan untuk membahas hubungan historis dan masa depan antara monarki Inggris dan Indonesia. Selain itu, pertemuan dengan Perdana Menteri Keir Starmer akan menjadi forum utama untuk meninjau kemajuan Kemitraan Strategis dan merumuskan langkah-langkah selanjutnya.
Lebih jauh lagi, Presiden Prabowo juga akan bertemu dengan berbagai pemangku kepentingan kunci di Inggris, termasuk perwakilan dari sektor pendidikan. Pertemuan ini diharapkan dapat membuka peluang baru dalam pertukaran pelajar, riset bersama, dan pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan global.
Sektor bisnis juga menjadi fokus penting dalam kunjungan ini. Presiden Prabowo akan berdialog dengan para pelaku bisnis Inggris untuk menjajaki potensi investasi di Indonesia dan memperkuat kemitraan ekonomi. Selain itu, pertemuan dengan organisasi lingkungan akan membahas tantangan dan solusi terkait pelestarian alam serta upaya mitigasi perubahan iklim, sejalan dengan komitmen kedua negara terhadap pembangunan berkelanjutan.
Mengingat Presiden Prabowo telah dua kali berkunjung ke Inggris, Duta Besar Jermey menyampaikan harapannya agar kunjungan ini dapat menjadi momentum bagi Presiden Prabowo untuk mengundang Perdana Menteri Keir Starmer untuk melakukan kunjungan balasan ke Indonesia. “Saya sangat berharap Presiden Prabowo mengundangnya, dan bahwa undangan tersebut dapat membuka jalan bagi kunjungan itu,” ujar Jermey, menekankan keinginan untuk memperkuat diplomasi tingkat tinggi antara kedua negara dan memfasilitasi dialog yang lebih mendalam di masa depan. Kunjungan ini diharapkan akan membawa dampak positif yang signifikan bagi hubungan Indonesia-Inggris di berbagai lini.

















