Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau di Jakarta
Ruang terbuka hijau (RTH) di Jakarta masih sangat terbatas. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan lahan kosong yang tersedia. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, standar ideal untuk sebuah kota adalah memiliki 30 persen dari total luas wilayah sebagai RTH. Namun, kondisi di Jakarta belum mencapai target tersebut.
Gubernur DKI Pramono Anung menyampaikan bahwa pihaknya sedang berupaya meningkatkan jumlah RTH dengan membangun taman-taman kecil di berbagai wilayah Jakarta. Menurutnya, meskipun jumlah RTH masih kurang, terdapat peningkatan yang cukup signifikan. Saat awal menjabat, angka RTH Jakarta sekitar 5,7 persen, dan kini sudah melebihi enam persen.
Pramono menjelaskan bahwa penambahan RTH tidak harus dilakukan dengan skala besar. Taman dengan luas antara 3.000 hingga 5.000 meter persegi dinilai cukup untuk memberikan manfaat bagi warga, terutama anak-anak. Yang utama adalah adanya ruang terbuka hijau yang dapat digunakan sebagai tempat bermain dan bersantai.
Salah satu contoh taman kecil yang baru saja diresmikan adalah Taman Bugar di Jakarta Barat. Selain itu, ada juga taman di Kalibata yang akan segera diresmikan. Model taman kecil serupa akan dikembangkan di wilayah-wilayah kota administrasi lainnya, terutama di Jakarta Barat dan Jakarta Selatan.
Penggunaan Area Kolong Tol sebagai Taman Hijau
Selain membangun taman di lahan kosong, Pramono juga mendorong penggunaan area kolong tol sebagai taman hijau. Ia mengharapkan tiang-tiang penyangga tol dapat dimanfaatkan untuk membuat taman di bawahnya. Di Jakarta Timur, inisiatif ini telah mulai diterapkan. Selain itu, mural-mural juga dipasang untuk memberi nuansa hijau pada lingkungan sekitar.
Penataan di Pasar Burung Barito
Pramono juga menyebutkan upaya penataan di Pasar Burung Barito, yang menjadi bagian dari proyek penataan Taman Ayodya, Leuser, dan Langsat. Tujuan dari penataan ini adalah untuk menambah jumlah RTH di Jakarta. Ia juga menyatakan bahwa telah disiapkan tempat relokasi yang lebih layak bagi para pedagang di Lenteng Agung.
“Kami tetap melakukan perbaikan pembangunan (di tiga taman itu). Itu bukan untuk siapa-siapa. Ini untuk kebutuhan masyarakat supaya punya ruang terbuka hijau yang makin banyak,” ujarnya.
Strategi Penambahan RTH yang Berkelanjutan
Strategi yang diterapkan oleh Pemerintah DKI Jakarta dalam meningkatkan RTH melibatkan berbagai pendekatan. Mulai dari pembangunan taman kecil hingga pemanfaatan area kolong tol, semua langkah ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan ruang terbuka hijau. Dengan adanya RTH yang lebih banyak, kualitas hidup warga Jakarta diharapkan meningkat, terutama bagi anak-anak yang membutuhkan ruang untuk bermain dan berkumpul.
Selain itu, penataan kawasan seperti Pasar Burung Barito juga menjadi bagian dari upaya memperluas RTH. Proses relokasi pedagang ke lokasi yang lebih layak merupakan salah satu langkah penting dalam memastikan bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat.
Dengan terus berupaya meningkatkan jumlah RTH, Jakarta berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan sehat bagi seluruh warganya.

















