Tren Formasi CPNS 2026 yang Paling Diminati
Tahun 2026 diperkirakan akan menjadi momen penting bagi para pencari kerja, khususnya mereka yang ingin bergabung sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Pemerintah memberikan sinyal bahwa seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun mendatang akan membuka banyak formasi di berbagai lembaga. Prioritas utama dalam rekrutmen ini adalah tenaga profesional di sektor-sektor strategis.
Posisi di bidang teknis, teknologi, dan pendidikan diperkirakan menjadi formasi dengan peminat terbanyak pada CPNS 2026. Oleh karena itu, calon peserta seleksi perlu memahami tren formasi yang paling diminati, melakukan persiapan sejak awal, serta menyesuaikan kemampuan dan kualifikasi dengan kebutuhan instansi tujuan agar peluang untuk lolos seleksi semakin tinggi.
Berikut adalah beberapa formasi yang diprediksi memiliki jumlah peminat terbesar:
- Pendidikan Guru/Pendidikan: Termasuk posisi guru SD, PAUD hingga mata pelajaran eksakta.
- Formasi Kesehatan: Meliputi dokter, perawat, bidan, apoteker, dan ahli gizi.
- Formasi Teknis dan Keahlian Khusus: Seperti bidang IT, ekonomi, hukum, administrasi, data, dan transformasi digital.
- Formasi Lulusan SMA/SMK: Untuk posisi administrasi, pelayanan publik, dan operator instansi.
- Formasi Khusus Daerah: Sesuai kebutuhan instansi lokal.
Sejauh ini, pemerintah belum merilis jadwal resmi pendaftaran CPNS. Namun, Kementerian PAN-RB menyebutkan bahwa peluang pembukaan seleksi cukup besar pada tahun 2026 mendatang. Formasi-formasi akan disesuaikan dengan kebutuhan instansi pemerintah, hasil evaluasi tenaga kerja, dan penyelesaian seleksi CPNS 2024.
Berdasarkan pola rekrutmen sebelumnya, pendaftaran kemungkinan dibuka pada bulan Agustus–September 2026/2027 melalui portal SSCASN. Setelah itu, akan dilanjutkan tahap administrasi, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) berbasis CAT, dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) sesuai formasi. Hasil akhir diperkirakan diumumkan awal tahun berikutnya.
Formasi CPNS 2026/2027 diprediksi mencakup kategori umum, sekolah kedinasan, daerah otonomi khusus, dan instansi khusus seperti Kejaksaan atau Lapas. Pelamar perlu menyiapkan dokumen lengkap dan mengikuti proses seleksi secara jujur, karena kecurangan akan berujung diskualifikasi.
Pemerintah mengimbau masyarakat hanya mengakses informasi resmi melalui situs BKN, SSCASN, dan Kementerian PAN-RB. Dengan demikian, calon pelamar dapat memperoleh informasi yang akurat dan terpercaya.

















