Penanganan Sigap ODGJ Meresahkan di Pasangkayu: Sinergi Polisi, Desa, dan Tenaga Medis Selamatkan Warga
Pasangkayu, Sulawesi Barat – Kekhawatiran melanda warga Dusun Kabuyu, Desa Martasari, Kecamatan Pedongga, Kabupaten Pasangkayu, pada Sabtu (31/1/2026) sore. Seorang Individu dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dilaporkan kembali mengalami kekambuhan dan menunjukkan perilaku yang membahayakan keselamatan lingkungan sekitar. Situasi ini memicu ketakutan massal, terutama setelah ODGJ tersebut terlihat membawa senjata tajam jenis parang dan mengancam warga, termasuk anak-anak dan anggota keluarganya sendiri.
Kejadian ini tidak hanya menimbulkan ancaman fisik, tetapi juga menimbulkan kerusakan materiil. Pelaku sempat merusak rumah salah satu warga, memperparah keresahan yang dirasakan oleh masyarakat Dusun Kabuyu. Menyadari potensi bahaya yang mengintai, aduan warga segera dilaporkan kepada pihak kepolisian.
Respons Cepat Kepolisian dan Kolaborasi Lintas Sektor
Menindaklanjuti laporan masyarakat yang mendesak, Bhabinkamtibmas Polsek Pasangkayu bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Namun, penanganan kasus ini tidak dilakukan secara tunggal. Polisi menunjukkan komitmen kuat untuk menyelesaikan masalah secara komprehensif dengan bersinergi bersama Pemerintah Desa Martasari serta tim medis dari Puskesmas Pedongga. Kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa situasi dapat dikendalikan dengan cara yang aman, efektif, dan tetap mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.
Pendekatan yang digunakan dalam penanganan ini sangat mengedepankan sisi persuasif. Melalui dialog yang menenangkan, pendekatan yang humanis, serta upaya penggalangan kepercayaan, tim gabungan berhasil menenangkan ODGJ tersebut. Keberhasilan ini merupakan bukti nyata bahwa penanganan terhadap individu dengan gangguan kejiwaan memerlukan empati dan strategi yang tepat.
Tindakan Medis dan Evakuasi Lanjutan
Setelah kondisi ODGJ tersebut relatif kondusif, tim medis dari Puskesmas Pedongga segera mengambil alih untuk memberikan penanganan medis lebih lanjut. Sesuai dengan prosedur medis yang berlaku, obat penenang diberikan untuk mencegah potensi tindakan berbahaya yang dapat membahayakan diri ODGJ maupun orang lain di sekitarnya. Langkah ini krusial untuk memastikan keselamatan jangka pendek dan mencegah terulangnya insiden serupa.
Selanjutnya, demi mendapatkan penanganan medis yang lebih komprehensif dan berkelanjutan, pihak keluarga diarahkan untuk mendampingi proses evakuasi ODGJ menuju Rumah Sakit Mamboro di Sulawesi Tengah. Proses evakuasi ini dilakukan dengan menggunakan ambulans milik Puskesmas Pedongga. Untuk menjamin keamanan dan kelancaran perjalanan, aparat kepolisian turut memberikan pengawalan selama proses evakuasi berlangsung.
Wujud Nyata Kehadiran Polisi untuk Masyarakat
Dalam upaya pengamanan dan penanganan situasi yang meresahkan ini, sejumlah personel kepolisian turut terlibat aktif. Di antaranya adalah Kanit Reskrim Polsek Pasangkayu, Kanit Intelkam, serta Bhabinkamtibmas Desa Martasari, yaitu BRIPKA Nurman Nurdin, BRIPKA Ari Mustofa, dan BRIPTU Taufik. Kehadiran dan keterlibatan mereka menunjukkan keseriusan Polsek Pasangkayu dalam menjaga ketertiban dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Langkah cepat dan terkoordinasi yang diambil oleh Polsek Pasangkayu ini menjadi bukti nyata komitmen mereka dalam memberikan perlindungan dan rasa nyaman kepada masyarakat. Khususnya bagi warga Dusun Kabuyu yang sebelumnya hidup dalam ketakutan akibat ulah ODGJ tersebut, tindakan ini memberikan kelegaan dan keyakinan akan kehadiran aparat penegak hukum.
Kapolsek Pasangkayu, IPTU Candra Boyke Ombong, menegaskan pentingnya pendekatan kemanusiaan dalam setiap penanganan kasus seperti ini. “Penanganan ODGJ harus dilakukan dengan pendekatan kemanusiaan serta kerja sama semua pihak. Polri siap hadir dan bergerak cepat demi keselamatan masyarakat,” ujarnya. Pernyataan ini menggarisbawahi filosofi penegakan hukum yang tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga pada pencegahan, perlindungan, dan pemulihan sosial. Sinergi antara kepolisian, pemerintah desa, dan tenaga medis menjadi kunci keberhasilan dalam mengatasi tantangan yang kompleks seperti penanganan ODGJ yang meresahkan masyarakat.















