
Seorang jemaah umrah ditangkap oleh Pasukan Khusus Keamanan Haji dan Umrah yang bertugas menjaga ketertiban di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi. Jemaah tersebut disebut telah melanggar peraturan yang berlaku.
Sebelum kabar penangkapan dirilis, sebuah video viral pada Senin (3/11). Dalam video itu, tampak seorang polisi atau petugas keamanan berbaju loreng terlibat adu debat dalam bahasa Arab dengan seorang jemaah umrah pria. Saling dorong sempat terjadi.
Belum diketahui pasti pangkal masalahnya. Ada yang menyebutkan, petugas tersebut meminta agar jemaah tidak duduk atau berdiam di lokasi tersebut untuk kelancaran mobilisasi jemaah umrah. Diduga, instruksi petugas itu mendapat protes dari seorang jemaah.
Jemaah lainnya rupanya memvideokan ketegangan antara petugas dan jemaah itu dan mengunggahnya di media sosial sehingga viral. Dalam video itu terdapat juga tulisan yang bernada mengkritik perilaku kasar petugas pada jemaah.
Tak urung, video itu memicu pro kontra di media sosial. Yang kontra menyoroti cara petugas tersebut mengatur jemaah — apalagi petugas sempat menarik tangan seorang wanita yang duduk, menyuruhnya pergi.
Namun, tak sedikit yang membela ketegasan petugas itu karena mengatur ketertiban bertujuan untuk kelancaran lalu lintas jemaah dan ujung-ujungnya demi keselamatan jemaah.
Mereka berpandangan, pengaturan pergerakan jemaah bertujuan agar tidak terjadi kemacetan kerumunan jemaah yang bisa juga berimbas pada insiden yang membahayakan jiwa.
Tak lama setelah video itu viral, otoritas keamanan sipil Arab Saudi yang berada di bawah Kemendagri melansir pengumuman pendek di akun media sosialnya. Isinya menyatakan bahwa jemaah pria yang muncul di video itu telah ditangkap karena melanggar peraturan dan instruksi.
“Pasukan Khusus Keamanan Haji dan Umrah – saat itu juga – telah menangkap seseorang yang muncul dalam konten visual karena melanggar instruksi dan peraturan yang berlaku di Masjidil Haram, dan prosedur hukum ditetapkan terhadapnya,” tulisnya.
Tak ada penjelasan lebih lanjut. Namun, informasi yang beredar menyatakan bahwa jemaah yang diamankan itu berasal dari Mesir.

Larangan Duduk di Area Tertentu
Peraturan di Masjidil Haram antara lain melarang jemaah duduk atau berbaring di pintu, koridor, dan area Mataf. Petugas keamanan akan memerintahkan jemaah yang nekat melanggar peraturan untuk segera pergi.
Kelonggaran tidak dapat ditoleransi karena hal itu dapat menyebabkan kemacetan, dorong-mendorong, dan mengganggu pergerakan para jemaah.
Jutaan Jemaah Umrah
Memasuki bulan November, saat cuaca di Arab Saudi mulai sejuk, jumlah jemaah umrah semakin banyak.
Beberapa peraturan yang diberlakukan di Masjidil Haram mencakup larangan duduk di area tertentu seperti pintu, koridor, dan area Mataf. Petugas keamanan biasanya akan langsung memperingatkan dan meminta jemaah yang melanggar untuk segera pergi.
Pengawasan ketat ini dilakukan untuk menjaga alur pergerakan jemaah dan mencegah kemacetan yang bisa berujung pada insiden berbahaya.
Dalam beberapa bulan terakhir, jumlah jemaah umrah meningkat drastis. Pada periode awal Juni 2025 hingga Oktober, jumlah visa umrah yang dikeluarkan untuk jemaah haji asing telah melampaui empat juta. Hal ini menunjukkan bahwa musim umrah tahun ini mencatat rekor jumlah jemaah haji asing terbanyak dalam lima bulan.
Keberhasilan ini juga menunjukkan bahwa sistem pengelolaan jemaah umrah di Arab Saudi semakin efisien, meskipun masih ada tantangan dalam menjaga keteraturan dan keselamatan selama masa kunjungan.
















