Muhammad Romli Raih Penghargaan Kinerja Terbaik di BK Award DPRD Jabar 2025
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhammad Romli, dianugerahi penghargaan sebagai anggota DPRD Jabar dengan kinerja terbaik pada ajang Badan Kehormatan (BK) Award DPRD Jabar Tahun 2025. Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan resmi dan apresiasi mendalam atas dedikasi, kedisiplinan, serta kepatuhan yang tinggi terhadap kode etik, tata tertib, dan kinerja seluruh anggota DPRD Jabar, fraksi-fraksi yang ada, serta pihak lain yang berkontribusi dalam memperkuat pelaksanaan fungsi dan wewenang lembaga legislatif tersebut.
Penghargaan BK Award dirancang sebagai instrumen untuk memberikan apresiasi yang terukur terhadap upaya para wakil rakyat dalam menjalankan amanah konstituennya. Hal ini mencerminkan komitmen Badan Kehormatan dalam mendorong peningkatan kualitas kinerja anggota dewan demi pelayanan publik yang lebih optimal.
“Ya tentunya ini (penghargaan BK Award) menjadi cambuk, terutama bagi saya dan juga anggota teman-teman fraksi PPP,” ujar Muhammad Romli pada hari Minggu, 13 Desember 2025. Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa penghargaan tersebut tidak hanya menjadi pencapaian personal, tetapi juga sebagai motivasi kolektif bagi seluruh anggota fraksi untuk terus berbenah dan meningkatkan performa kerja mereka.
Proses persiapan menuju BK Award 2025 DPRD Jabar telah dimulai sejak bulan September 2024. Selama periode tersebut, Badan Kehormatan secara cermat melakukan rekapitulasi dan pencatatan data berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan sebagai dasar penilaian. Tahapan ini memastikan bahwa penilaian yang diberikan bersifat objektif dan komprehensif, mencakup berbagai aspek penting dalam kinerja seorang anggota dewan.
Badan Kehormatan telah menetapkan empat kriteria utama yang menjadi fondasi dalam penilaian BK Award 2025. Keempat kriteria ini dirancang untuk mencakup berbagai dimensi tanggung jawab anggota dewan, mulai dari kehadiran fisik hingga kemampuan menyerap aspirasi masyarakat.
- Kehadiran Rapat Paripurna (40 persen): Kriteria ini menyoroti pentingnya kehadiran fisik anggota dewan dalam setiap rapat paripurna yang merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi di DPRD. Bobot 40 persen menunjukkan betapa krusialnya partisipasi aktif dalam setiap agenda legislasi dan kebijakan.
- Penilaian Badan Kehormatan (20 persen): Aspek ini mencakup evaluasi terhadap kepatuhan anggota dewan terhadap etika, disiplin, dan peraturan yang berlaku, sebagaimana dinilai oleh Badan Kehormatan itu sendiri. Fokusnya adalah pada integritas dan perilaku anggota dewan dalam menjalankan tugasnya.
- Penilaian Ketua Fraksi dan Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) (20 persen): Kriteria ini melibatkan penilaian dari pimpinan fraksi dan Ketua MKD terhadap kontribusi, peran, dan kinerja anggota dewan dalam lingkup fraksi dan forum disiplin. Ini mencerminkan penilaian dari perspektif internal dan kepemimpinan.
- Penilaian Penerimaan Aspirasi (20 persen): Kriteria terakhir ini mengukur sejauh mana anggota dewan aktif dalam menyerap, menampung, dan menindaklanjuti aspirasi serta keluhan yang disampaikan oleh masyarakat. Ini merupakan refleksi dari fungsi representasi dan pelayanan publik.
Muhammad Romli menambahkan, “Dengan penghargaan ini, kehadiran kita di DPRD membawa nuansa, membawa warna atas kehadiran kinerja kita.” Pernyataannya menekankan bahwa penghargaan ini bukan sekadar trofi, melainkan representasi nyata dari kontribusi dan dampak positif yang telah ia dan fraksinya berikan melalui kinerja mereka.
Lebih lanjut, Romli menyatakan bahwa dengan adanya pengakuan dari BK Award, pihaknya akan terus berupaya untuk meningkatkan kinerja dalam melayani dan menampung aspirasi dari masyarakat. Komitmen ini menunjukkan bahwa penghargaan tersebut akan menjadi stimulus untuk terus berinovasi dan memberikan yang terbaik bagi konstituen.
“Nantinya akan semakin kita tingkatkan terkait dengan tanggung jawab kita sebagai anggota DPRD Provinsi,” tegas Romli. Pernyataan ini mengindikasikan adanya tekad kuat untuk terus mengemban amanah dengan lebih baik, memperluas jangkauan pelayanan, dan meningkatkan efektivitas dalam menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan.
Harapan besar disematkan pada penghargaan ini. Romli berharap, melalui pencapaian ini, ia dapat semakin mewakili suara masyarakat dalam mengawal berbagai program pembangunan yang dijalankan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ini mencerminkan visi yang lebih luas, di mana kinerja individu anggota dewan berkontribusi pada kemajuan daerah secara keseluruhan dan memastikan bahwa kebijakan publik benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat.

















