Politik

Profil Duo Penantang Keponakan Prabowo di Bursa Deputi BI

×

Profil Duo Penantang Keponakan Prabowo di Bursa Deputi BI

Sebarkan artikel ini

Proses Seleksi Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia Dimulai: Tiga Nama Diajukan ke DPR

Presiden telah mengajukan tiga nama calon untuk mengisi posisi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) yang baru, menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri. Langkah ini menandai dimulainya proses penting dalam menentukan salah satu pemegang kebijakan di lembaga keuangan sentral Indonesia. Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, mengonfirmasi bahwa ketiga nama yang diajukan adalah Thomas Djiwandono, Dicky Kartikoyono, dan Solikin M. Juhro.

Komisi XI DPR kini bersiap untuk menggelar uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test guna memilih satu kandidat terbaik dari ketiga nama tersebut. Misbakhun menegaskan bahwa proses seleksi ini akan segera dilaksanakan, dengan jadwal yang diprediksi berlangsung pada pekan ini. Keputusan akhir mengenai siapa yang akan menduduki jabatan strategis ini akan melalui rapat dan pertimbangan politik di internal Komisi XI DPR. “Saya kenal tiga-tiganya. Nanti kan kita rapatkan di Komisi XI, keputusan politiknya akan seperti apa karena itu adalah jabatan politis,” ujar Misbakhun di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (19/1/2026).

Profil Kandidat Deputi Gubernur Bank Indonesia

Ketiga nama yang diajukan memiliki latar belakang dan rekam jejak yang beragam, memberikan pilihan yang menarik bagi DPR dalam menentukan Deputi Gubernur BI selanjutnya.

Thomas Djiwandono: Nepotisme atau Kapasitas?

Thomas Djiwandono, yang akrab disapa Tommy, merupakan keponakan dari Presiden Prabowo Subianto. Saat ini, Tommy menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak tahun 2024. Namanya memang telah santer terdengar akan mengisi posisi Deputi Gubernur BI, sebuah potensi yang memunculkan diskusi mengenai aspek nepotisme versus kapasitas profesional. Posisi Tommy sebagai Wakil Menteri Keuangan menunjukkan pengalamannya dalam urusan fiskal dan anggaran negara, yang tentu relevan dengan tugas-tugas di Bank Indonesia.

Baca Juga :  3 Petahana TuAMang, 5 Wajah Baru Bakal Hiasi KPU RI 2017-2022

Dicky Kartikoyono: Pengalaman Internal BI yang Mendalam

Dicky Kartikoyono merupakan sosok yang memiliki pengalaman panjang di dalam Bank Indonesia. Saat ini, ia aktif menjabat sebagai Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI sejak tahun 2023. Rekam jejaknya menunjukkan perjalanan karier yang signifikan di lembaga tersebut.

  • Jejak Karier Dicky Kartikoyono:

    • Sejak 2017, Dicky telah menduduki posisi penting sebagai Kepala Departemen Sumber Daya Manusia (SDM) BI.
    • Pada tahun 2019, ia mendapat kepercayaan untuk memimpin Kantor Perwakilan Bank Indonesia di London selama satu tahun.
    • Setelah kembali dari penugasannya di London, Dicky sempat menduduki kursi di Departemen Manajemen Strategis dan Tata Kelola sebelum akhirnya ditempatkan pada posisinya saat ini.
  • Kekayaan Dicky Kartikoyono:

    • Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), saat menjabat sebagai Kepala Departemen SDM, Dicky tercatat memiliki kekayaan sebesar Rp20,4 miliar.
    • Namun, pada laporan terakhir per tahun 2024, kekayaannya tercatat mengalami penurunan menjadi Rp8,4 miliar.

Jika Dicky terpilih, ia akan mengikuti jejak Deputi Gubernur BI lainnya, Filianingsih Hendarta, yang sebelumnya juga pernah menjabat sebagai Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran sebelum mengemban jabatan saat ini. Dicky sebelumnya juga pernah bersaing untuk posisi deputi gubernur pada periode 2025-2030 yang ditinggalkan oleh Doni P. Joewono, namun saat itu yang terpilih adalah Ricky Perdana Gozali dari Komisi XI DPR.

Solikin M. Juhro: Akademisi dan Praktisi Kebijakan Makroprudensial

Solikin M. Juhro adalah kandidat ketiga yang diajukan. Saat ini, Solikin menjabat sebagai Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI sekaligus Asisten Gubernur BI. Latar belakang pendidikannya yang kuat di bidang ekonomi menunjukkan pemahaman mendalamnya terhadap isu-isu moneter dan pembangunan.

  • Riwayat Pendidikan Solikin M. Juhro:

    • Lahir di Surabaya pada tahun 1967, Solikin meraih gelar sarjana di bidang Ekonomi dan Studi Pembangunan dari Universitas Airlangga pada tahun 1991.
    • Ia melanjutkan pendidikan dan meraih gelar Master of Applied Economics dari University of Michigan pada tahun 1998.
    • Gelar Master kedua di bidang Economics diraihnya dari Maryland University pada tahun 2001.
    • Pada tahun 2005, Solikin menyelesaikan studi doktoralnya di bidang Economics Monetary dari Universitas Indonesia.
  • Karier Solikin M. Juhro di Bank Indonesia:

    • Solikin memulai kariernya di Bank Indonesia pada tahun 1994.
    • Sebelum menjabat sebagai Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial sejak 2023, ia pernah menduduki posisi sebagai Kepala Institut Bank Indonesia (2017-2022).
    • Ia juga pernah menjabat sebagai Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter (2022-2023).
Baca Juga :  Trump Tangkap Maduro: Narkoba, Politik, dan Sanksi AS

Solikin M. Juhro juga dikenal sebagai penulis buku bersama Gubernur BI Perry Warjiyo yang berjudul “Kebijakan Bank Sentral”. Pengalaman akademis dan praktisnya di BI, terutama dalam bidang makroprudensial, menjadikannya kandidat yang kuat untuk posisi Deputi Gubernur.

Proses fit and proper test ini akan menjadi momen krusial bagi Komisi XI DPR untuk mengevaluasi kapasitas, integritas, dan visi para kandidat dalam menghadapi tantangan perekonomian Indonesia ke depan, serta dalam menjalankan mandat Bank Indonesia sebagai penjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan.