Surabaya Samator Bertekad Membalas Kekalahan dari Jakarta Bhayangkara Presisi di Proliga 2026
Pertandingan lanjutan pekan keempat Proliga 2026 akan kembali mempertemukan dua tim kuat, Surabaya Samator dan Jakarta Bhayangkara Presisi. Duel panas ini dijadwalkan akan berlangsung di GOR Tri Dharma, Gresik, pada sore hari ini, 1 Februari. Pertemuan sebelumnya di GOR Terpadu A. Yani, Pontianak, pada 11 Januari lalu, berakhir dengan kekalahan 1-3 bagi Surabaya Samator. Namun, tim kebanggaan Kota Pahlawan ini bertekad untuk membalas dendam dan meraih kemenangan di kandang sendiri.
Manajer Surabaya Samator, Hadi Sampurno, mengakui bahwa pada pertemuan pertama, timnya sebenarnya mampu mengimbangi permainan Jakarta Bhayangkara Presisi. Namun, beberapa faktor krusial menjadi kendala yang menghambat Samator untuk meraih hasil maksimal.
“Permasalahannya ada dua,” ujar Hadi. “Pertama, para pemain kami masih merasa bahwa sebagian pemain Bhayangkara adalah senior mereka. Ini menimbulkan sedikit keraguan dan rasa sungkan di lapangan. Kedua, memang masalah mental. Pemain Bhayangkara memiliki usia yang lebih matang, sehingga mental mereka lebih tertata dan siap menghadapi tekanan pertandingan.”
Faktor psikologis ini menjadi sangat terasa mengingat beberapa pemain kunci di Jakarta Bhayangkara Presisi saat ini merupakan mantan binaan dari Surabaya Samator. Nama-nama seperti Nizar Julfikar, Rendy Tamamilang, Yuda Mardiansyah Putra, dan yang terbaru, Agil Anggara, pernah menimba ilmu dan diasah kemampuannya di markas Samator yang berlokasi di Bambe, Gresik. Pengalaman ini tentu memberikan keuntungan tersendiri bagi Bhayangkara Presisi dalam menghadapi tim lamanya.
Mengatasi Kendala Mental dan Mencari Celah Lawan
Untuk dapat meraih kemenangan dalam duel krusial hari ini, Surabaya Samator harus mampu menekan dan mengatasi masalah mental yang menjadi penghalang di pertemuan sebelumnya. Peluang untuk meraih kemenangan sebenarnya cukup terbuka lebar. Salah satu faktor yang bisa dimanfaatkan adalah komposisi pemain asing tim lawan.
Saat ini, Jakarta Bhayangkara Presisi hanya diperkuat oleh satu pemain asing, yakni Khan Aimal. Lebih lanjut, pemain tersebut pun tidak selalu menjadi pilihan utama dalam strategi tim. Kelemahan ini bisa menjadi celah bagi Samator untuk mengeksploitasi dan mendominasi pertandingan.
Selain itu, meskipun berstatus sebagai juara bertahan, Jakarta Bhayangkara Presisi bukanlah tim yang tanpa celah. Tim ini sempat menelan kekalahan yang mengejutkan dengan skor 2-3 dari Jakarta Garuda Jaya pada Sabtu, 24 Januari lalu, di GOR Sabilulungan Jalak Harupat, Bandung. Kekalahan ini menunjukkan bahwa Bhayangkara Presisi juga memiliki kerentanan yang bisa dimanfaatkan oleh tim lawan.
“Seandainya pertandingan bisa berlangsung hingga lima set, mereka (Bhayangkara) kan usianya sudah lebih tua. Artinya, secara fisik, kita (Samator) seharusnya lebih unggul,” tambah Hadi, optimis. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa strategi Samator kemungkinan akan berfokus pada stamina dan ketahanan fisik untuk dapat mengungguli lawannya di akhir pertandingan.
Strategi dan Harapan Samator di GOR Tri Dharma
Pertandingan di GOR Tri Dharma, Gresik, menjadi kesempatan emas bagi Surabaya Samator untuk menunjukkan performa terbaiknya di hadapan publik sendiri. Dengan dukungan suporter, diharapkan para pemain dapat tampil lebih percaya diri dan melepaskan beban mental yang mungkin masih menghantui.
Pelatih Surabaya Samator kemungkinan akan menerapkan taktik yang lebih agresif dan mengandalkan kekuatan fisik serta kecepatan para pemain mudanya. Pengalaman berharga dari kekalahan sebelumnya akan menjadi pelajaran penting untuk dievaluasi dan diperbaiki. Fokus pada penguatan mental, komunikasi di lapangan, dan eksekusi strategi yang matang akan menjadi kunci utama.
Pertandingan ini tidak hanya penting untuk perolehan poin di klasemen Proliga 2026, tetapi juga menjadi ajang pembuktian bagi Surabaya Samator untuk menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing dengan tim-tim papan atas, termasuk sang juara bertahan. Dengan persiapan yang matang dan semangat juang yang tinggi, Surabaya Samator optimis dapat membalikkan keadaan dan meraih kemenangan penting atas Jakarta Bhayangkara Presisi.

















