PSS Sleman mengakhiri paruh kedua kompetisi Pegadaian Championship 2025/2026 Grup Timur dengan hasil yang belum sepenuhnya memuaskan. Dalam laga kandang terakhirnya di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada Sabtu malam, tim berjuluk Laskar Sembada harus puas dengan raihan satu poin setelah ditahan imbang tanpa gol oleh PS Barito Putera.
Hasil imbang ini menempatkan PSS Sleman di posisi ketiga klasemen akhir putaran kedua dengan total 36 poin. Ambisi untuk memuncaki klasemen Grup Timur pun harus ditunda. Padahal, kemenangan dalam pertandingan krusial ini diprediksi akan membuka jalan yang lebih lapang bagi PSS untuk mengamankan posisi teratas di grupnya.
Secara keseluruhan, PSS Sleman menunjukkan dominasi permainan sepanjang laga, terutama dalam hal penguasaan bola. Namun, lini pertahanan PS Barito Putera yang tampil disiplin dan solid berhasil meredam setiap upaya serangan yang dilancarkan oleh para pemain PSS, sehingga peluang-peluang yang tercipta tidak mampu dikonversi menjadi gol.
Peluang Promosi Tetap Terbuka Lebar
Meskipun hanya menduduki peringkat ketiga di akhir putaran kedua, asa PSS Sleman untuk promosi ke BRI Super League musim depan masih sangat terbuka lebar. Kompetisi akan berlanjut ke putaran ketiga, yang menjadi fase penentuan bagi seluruh tim yang berjuang. Dalam putaran terakhir ini, setiap tim dijadwalkan akan memainkan sembilan pertandingan krusial yang akan menentukan nasib mereka di akhir musim.
Regulasi pertandingan menetapkan bahwa PSS Sleman akan menghadapi lima pertandingan kandang dan empat pertandingan tandang dalam putaran ketiga ini. Pelatih PSS Sleman, Ansyari Lubis, mengakui bahwa jadwal putaran ketiga ini akan menjadi ujian yang cukup berat bagi timnya, terutama dengan adanya empat laga tandang yang harus dijalani. Ia menekankan bahwa pertandingan-pertandingan tandang tersebut akan menjadi barometer penting untuk menguji mentalitas dan konsistensi para pemainnya.
“Terkait putaran ketiga, PSS akan menjalani empat pertandingan tandang. Salah satunya melawan Barito, kemudian Lamongan, Tornado, dan satu laga lagi di Palu. Jadi total ada empat laga tandang,” jelas Ansyari Lubis.
Optimisme dan Fokus Menuju Putaran Penentuan
Meskipun menghadapi tantangan yang tidak ringan, Ansyari Lubis tetap menunjukkan optimisme tinggi terhadap kemampuan timnya untuk bersaing hingga akhir kompetisi. Ia berpendapat bahwa posisi ketiga saat ini justru dapat menjadi pemicu motivasi tambahan bagi para pemain untuk tampil lebih fokus, disiplin, dan berjuang keras di setiap pertandingan pada putaran penentuan ini.
Ansyari Lubis menekankan pentingnya memaksimalkan setiap kesempatan bermain di kandang sendiri untuk meraih poin penuh, sekaligus berupaya semaksimal mungkin untuk mencuri poin berharga dari pertandingan-pertandingan tandang.
“Saat ini kami memang berada di peringkat ketiga, tetapi harapannya pada akhir putaran nanti kami bisa berada di posisi pertama,” tegas Ansyari.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa proses evaluasi performa tim akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Fokus utama evaluasi saat ini adalah pada aspek penyelesaian akhir atau finishing, yang masih menjadi pekerjaan rumah terbesar bagi PSS Sleman. Peningkatan ketajaman lini serang menjadi kunci agar peluang yang tercipta dapat dikonversi menjadi gol.
Dengan sisa sembilan pertandingan yang akan dilakoni, PSS Sleman masih memegang kendali penuh atas nasibnya sendiri dalam perebutan tiket promosi. Konsistensi dalam permainan, kedalaman skuad, dan ketangguhan mental bertanding akan menjadi faktor penentu utama jika Laskar Sembada ingin mewujudkan ambisi besar untuk berlaga di BRI Super League musim depan. Setiap pertandingan akan menjadi final bagi mereka.

















