PSS Sleman Akhiri Putaran Kedua dengan Hasil Imbang, Optimisme Tetap Menyala untuk Putaran Penentuan
PSS Sleman menutup paruh kedua kompetisi Pegadaian Championship 2025/2026 Grup Timur dengan sebuah hasil yang belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi. Bertanding di kandang sendiri, Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada Sabtu malam (31 Januari), tim berjuluk Laskar Sembada harus rela berbagi poin setelah ditahan imbang tanpa gol oleh PS Barito Putera.
Hasil seri ini menempatkan PSS di posisi ketiga klasemen akhir putaran kedua dengan total raihan 36 poin. Impian untuk finis sebagai pemuncak klasemen pun terpaksa tertunda. Padahal, kemenangan dalam pertandingan krusial ini akan membuka jalan yang lebih lapang bagi PSS untuk menduduki singgasana Grup Timur.
Meskipun demikian, sepanjang jalannya pertandingan, PSS Sleman menunjukkan dominasi yang cukup signifikan dalam hal penguasaan bola. Namun, solidnya barisan pertahanan PS Barito Putera berhasil meredam segala upaya serangan yang dilancarkan, sehingga peluang-peluang emas yang berhasil diciptakan gagal dikonversi menjadi gol.
Peluang Promosi Masih Terbuka Lebar
Terlepas dari hasil imbang di laga terakhir putaran kedua, peluang PSS Sleman untuk merengkuh tiket promosi ke BRI Super League musim depan tetap terbuka lebar. Kompetisi masih akan berlanjut ke putaran ketiga, sebuah fase yang akan menjadi penentu nasib bagi seluruh tim. Di fase krusial ini, setiap tim dijadwalkan akan melakoni sembilan pertandingan lagi yang sarat dengan penentuan.
Berdasarkan regulasi yang berlaku, PSS Sleman akan menghadapi jadwal yang cukup menantang. Tim kebanggaan Sleman ini dijadwalkan akan memainkan lima pertandingan kandang dan empat pertandingan tandang. Pelatih PSS Sleman, Ansyari Lubis, secara khusus menyoroti beratnya empat laga tandang yang harus dihadapi. Ia menekankan bahwa pertandingan-pertandingan away ini akan menjadi ujian sesungguhnya bagi mentalitas dan konsistensi para pemain.
“Terkait putaran ketiga, PSS akan menjalani empat pertandingan tandang. Salah satunya adalah melawan Barito, kemudian Lamongan, Tornado, dan satu laga lagi di Palu. Jadi total ada empat laga away yang harus kami hadapi,” ujar Ansyari Lubis.
Optimisme dan Fokus untuk Putaran Ketiga
Meskipun mengakui tantangan yang ada, Ansyari Lubis tetap menunjukkan optimisme yang tinggi terhadap kemampuan timnya untuk bersaing hingga akhir kompetisi. Ia percaya bahwa posisi ketiga yang saat ini ditempati justru dapat menjadi pemantik motivasi bagi para pemain. Semangat juang yang lebih tinggi diharapkan dapat mendorong para pemain untuk tampil lebih fokus dan disiplin di putaran penentuan ini.
Ansyari Lubis menekankan pentingnya strategi untuk memaksimalkan setiap laga kandang yang akan dijalani. Selain itu, kemampuan untuk mencuri poin di pertandingan tandang juga menjadi kunci utama keberhasilan.
“Saat ini kami memang berada di peringkat ketiga, tetapi harapannya pada akhir putaran nanti kami bisa berada di posisi pertama,” ungkap Ansyari dengan penuh keyakinan.
Lebih lanjut, Ansyari menegaskan bahwa proses evaluasi tim akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Fokus utama evaluasi adalah pada aspek penyelesaian akhir atau finishing, yang diakuinya masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi PSS Sleman.
Dengan sembilan pertandingan tersisa di putaran ketiga, PSS Sleman sejatinya masih memegang kendali penuh atas nasibnya sendiri. Konsistensi dalam permainan dan ketangguhan mental bertanding akan menjadi faktor penentu utama jika Laskar Sembada ingin mewujudkan ambisi besar mereka untuk promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia, BRI Super League, pada musim depan. Perjalanan masih panjang, dan setiap pertandingan akan menjadi final bagi tim ini.

















