Mengupas Tuntas Sistem Voting Oscar: Dari Seleksi Awal Hingga Penentuan Pemenang
Menjelang perhelatan akbar penghargaan Oscar, rasa penasaran publik mengenai bagaimana para pemenang dipilih semakin memuncak. Academy of Motion Picture Arts and Sciences (AMPAS), sebagai penyelenggara, memiliki sistem pemungutan suara yang berlapis dan cukup kompleks. Proses ini dirancang secara cermat untuk memastikan bahwa penghargaan yang paling bergengsi di dunia perfilman ini benar-benar jatuh ke tangan insan yang paling layak. Mari kita bedah tahapan-tahapan krusial dalam sistem voting Oscar.
Tahap Pertama: Pra-Eliminasi, Pintu Gerbang Awal Seleksi
Setiap tahunnya, ajang Oscar dibuka dengan tahap pra-eliminasi yang dimulai sejak awal Desember. Pada fase ini, para anggota Academy bertugas untuk menyeleksi ratusan film yang memenuhi kriteria kelayakan menjadi sebuah shortlist yang terdiri dari sekitar 10 hingga 15 film untuk setiap kategori.
Penting untuk dicatat bahwa tidak semua 19 cabang keanggotaan di Oscar terlibat dalam tahap pra-eliminasi ini. Hanya 12 kategori spesifik yang mengikuti proses ini, yaitu:
- Film Pendek Animasi (Animated Short Film)
- Penyeleksian Aktor/Aktris (Casting)
- Sinematografi (Cinematography)
- Film Dokumenter Fitur (Documentary Feature Film)
- Film Pendek Dokumenter (Documentary Short Film)
- Film Internasional (International Feature Film)
- Film Pendek Live Action (Live Action Short Film)
- Tata Rias dan Rambut (Makeup and Hairstyling)
- Musik (Musik Orisinal) (Music – Original Score)
- Musik (Lagu Orisinal) (Music – Original Song)
- Suara (Sound)
- Efek Visual (Visual Effects)
Para anggota Academy umumnya memiliki waktu sekitar 7 hingga 10 hari untuk menyerahkan surat suara mereka. Proses pengiriman dapat dilakukan secara daring melalui situs resmi Academy atau melalui metode konvensional.
Pada tahap pra-eliminasi ini, setiap anggota hanya diizinkan memberikan suara sesuai dengan bidang keahlian mereka. Misalnya, seorang sinematografer hanya akan diminta untuk menyusun daftar film dengan sinematografi terbaik menurut penilaian pribadinya. Daftar ini kemudian disusun berdasarkan urutan pilihan, dari yang terbaik hingga yang kurang disukai.
Tujuan dari pra-eliminasi berbasis keahlian ini adalah untuk memastikan bahwa shortlist yang dihasilkan merupakan hasil kurasi dari para profesional yang benar-benar memahami aspek teknis di setiap kategorinya. Dengan demikian, shortlist yang diumumkan pada akhir Desember merupakan cerminan dari seleksi awal yang dilakukan oleh para praktisi di industri perfilman itu sendiri.
Tahap Kedua: Pemungutan Suara untuk Nominasi, Perluasan Partisipasi
Pengumuman shortlist dari 12 kategori yang telah melalui pra-eliminasi menandai dimulainya tahap kedua: pemungutan suara untuk menentukan nominasi Oscar. Pada fase ini, seluruh cabang keanggotaan dalam The Academy mulai berpartisipasi. Mekanisme pemungutan suara dibedakan antara kategori yang telah melalui pra-eliminasi dan yang belum.
Untuk kategori yang telah melewati pra-eliminasi, para anggota kembali diminta untuk menyerahkan surat suara. Namun, kali ini mereka hanya diperbolehkan memilih lima judul terbaik dari daftar shortlist yang telah tersedia. Lima film dengan perolehan suara terbanyaklah yang kemudian resmi ditetapkan sebagai nominasi di masing-masing kategori.
Sementara itu, kategori yang tidak melalui tahap pra-eliminasi langsung memasuki pemungutan suara untuk nominasi. Kategori-kategori ini meliputi:
- Film Terbaik (Best Picture)
- Sutradara Terbaik (Director)
- Aktor Terbaik (Aktor Utama, Aktris Utama, Aktor Pendukung, Aktris Pendukung) (Actor – Lead Actor, Lead Actress, Supporting Actor, Supporting Actress)
- Skenario Terbaik (Skenario Orisinal, Skenario Adaptasi) (Screenplay – Original Screenplay, Adapted Screenplay)
- Penyuntingan Film Terbaik (Editing)
Anggota dari masing-masing cabang keahlian di kategori-kategori ini diminta untuk memilih lima nominasi terbaik dari seluruh film yang memenuhi syarat. Seorang aktor, misalnya, akan mengirimkan empat surat suara terpisah, masing-masing berisi lima nama untuk kategori akting berdasarkan penilaian pribadinya.
Berbeda dengan kategori lainnya, Film Terbaik (Best Picture) menggunakan sistem pemungutan suara preferensial. Seluruh anggota Academy diwajibkan mengurutkan 10 judul film terbaik sesuai dengan preferensi mereka, mulai dari pilihan utama hingga urutan terbawah.
Tahap Ketiga: Penentuan Para Pemenang, Puncak Persaingan
Setelah daftar nominasi resmi diumumkan, Oscar memasuki tahap final: pemungutan suara untuk memilih para pemenang. Pada fase ini, seluruh anggota Academy berhak memberikan suara di semua kategori yang diperlombakan, tanpa terkecuali dan tidak lagi terbatas pada cabang keahlian mereka.
Setiap anggota Academy diminta untuk memilih satu pemenang di setiap kategori. Nominasi dengan jumlah suara terbanyak akan keluar sebagai pemenang Oscar. Sistem ini berlaku untuk hampir seluruh kategori, kecuali kategori Film Terbaik (Best Picture).
Kategori Film Terbaik (Best Picture) tetap menggunakan sistem pemungutan suara preferensial atau sistem peringkat. Anggota Academy diminta untuk mengurutkan film-film nominasi berdasarkan preferensi mereka. Agar sebuah film dapat dinyatakan sebagai pemenang, film tersebut harus berhasil meraih lebih dari 50% suara setelah proses penghitungan yang cermat dilakukan.
Jika tidak ada satu pun film yang langsung mencapai ambang batas mayoritas tersebut, akuntan Academy akan melakukan proses eliminasi dan redistribusi suara. Film dengan perolehan suara terendah akan dieliminasi. Suara dari pemilih yang menempatkan film tersebut di posisi teratas kemudian akan dialihkan ke pilihan berikutnya yang tertera dalam surat suara mereka.
Sebagai ilustrasi, jika film A hanya mengumpulkan 100 suara dari total 1000 surat suara dan berada di posisi terbawah, film A akan tereliminasi. Selanjutnya, 100 surat suara yang tadinya menempatkan film A di posisi teratas akan dihitung ulang. Misalnya, 60 pemilih menempatkan film B sebagai pilihan berikutnya, dan 40 pemilih memilih film C. Maka, film B akan mendapatkan tambahan 60 suara, dan film C memperoleh tambahan 40 suara.
Proses eliminasi dan redistribusi suara ini akan terus berlanjut hingga satu film akhirnya mencapai mayoritas suara yang dibutuhkan untuk memenangkan kategori Film Terbaik. Sistem ini dirancang untuk memastikan bahwa pemenang Film Terbaik memiliki tingkat penerimaan yang paling luas di antara seluruh anggota Academy.

Untuk pagelaran ke-98, The Academy juga memperkenalkan aturan baru yang disebut Mandatory Viewing Requirements. Aturan ini mewajibkan pencatatan aktivitas menonton para anggota. Tombol vote hanya akan aktif jika anggota tersebut telah menonton film yang dinominasikan. Langkah ini diambil untuk meminimalkan bias popularitas dan memberikan kesempatan yang lebih adil bagi film-film independen maupun film internasional untuk mendapatkan perhatian dari anggota Academy.

Dengan sistem voting yang berlapis dan transparan ini, The Academy berupaya keras untuk menghadirkan penghargaan yang paling objektif dan mewakili suara mayoritas para profesional di industri perfilman. Nominasi Oscar ke-98 sendiri dijadwalkan akan diumumkan pada Kamis, 22 Januari 2026, menandai babak baru dalam penantian para sineas dan penggemar film di seluruh dunia.

















