Kasus dugaan penipuan yang melibatkan Wedding Organizer (WO) “byayupuspita” milik Ayu Puspita kini menjadi sorotan publik. Ratusan pasangan calon pengantin menjadi korban dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp 16 miliar. Kantor WO yang berlokasi di Jalan H. Siun 2C Nomor 51A, Ceger, Jakarta Timur, didatangi oleh para korban yang menuntut pertanggungjawaban.
Kronologi kejadian bermula ketika sejumlah pasangan calon pengantin menyadari adanya kejanggalan dalam persiapan pernikahan mereka. Beberapa di antaranya bahkan mengalami kejadian pahit, seperti yang dialami oleh pasangan pengantin yang pernikahannya digelar tanpa katering.
Awal Mula Kasus Terungkap
Salah seorang saudara dari pasangan pengantin, Nana, menceritakan bagaimana acara pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia berubah menjadi kekecewaan mendalam. Menurutnya, katering yang dijanjikan oleh WO tidak kunjung datang meskipun acara sudah dimulai.
Keluarga pengantin berulang kali menghubungi pihak WO, namun tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Pihak WO hanya mengatakan bahwa katering sudah dalam perjalanan, tetapi menolak untuk memberikan lokasi yang jelas.
Akhirnya, keluarga pengantin mengambil inisiatif untuk memesan makanan secara online melalui GoFood. Makanan yang dipesan pun seadanya, seperti kebab dan pizza, dan tidak mencukupi untuk seluruh tamu undangan.
Kejadian ini membuat suasana acara menjadi tegang dan kedua mempelai pengantin menangis di pelaminan. Orang tua mempelai pria bahkan mengalami sesak dada dan orang tua mempelai wanita meninggalkan acara sebelum selesai.
Pengakuan Ayu Puspita dan Reaksi Suami
Ayu Puspita, pemilik WO byayupuspita, menawarkan paket lengkap pernikahan yang meliputi tempat, dekorasi, katering, dan dokumentasi. WO ini memiliki akun Instagram dengan centang biru dan 26 ribu pengikut. Namun, di balik gemerlapnya promosi, tersembunyi praktik yang merugikan banyak calon pengantin.
Ketika dimintai keterangan oleh pihak kepolisian, Ayu Puspita awalnya membantah bahwa uang klien digunakan untuk berlibur ke Eropa. Namun, kemudian ia mengakui bahwa sebagian dana digunakan untuk membayar uang muka rumah. Ia berjanji akan berusaha menjual rumah tersebut untuk mengembalikan uang klien.
Pengakuan Ayu Puspita ini memicu kemarahan para korban. Banyak dari mereka yang mengungkapkan kekesalannya di media sosial, terutama di platform Threads. Mereka menuding Ayu Puspita sering bepergian ke luar negeri dan baru saja membeli rumah mewah.
Salah seorang korban bahkan mengungkapkan bahwa rumah Ayu Puspita sangat besar dan baru ditempati beberapa bulan. Hal ini menimbulkan kecurigaan bahwa uang para korban digunakan untuk membeli rumah tersebut.
“Tadi sudah ke rumah Ayu Puspita WO penipu, ternyata ini rumah baru di tempatin beberapa bulan, bahkan RT RW gak tahu dia tinggal disitu karena baru.”
“Jangan-janagn duit gue dan ratusan korban lain dipakai buat beli rumah sama dia, rumahnya gede banget coy,” ungkap curhatan seorang klien.
Di tengah ramainya kasus ini, suami Ayu Puspita justru terlihat santai dan seolah lepas tangan. Ia mengaku tidak terlibat dalam bisnis WO istrinya.
“Saya kan gak ikut apa-apa. Tanya aja di belakang,” katanya.
- “Saya gak terlibat usahanya, yang terlibat mas Dimas, Mbak …. Bisnis keluarga juga kan,” kata suami Ayu.

Penyelidikan Pihak Kepolisian
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, Kompol Onkoseno Grandiarso Sukahar, menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini. Polisi telah menerima sejumlah laporan dari para korban dan telah memeriksa lima orang, termasuk Ayu Puspita dan stafnya.
- Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal mengatakan ada 200 orang yang menggerudug rumah Ayu. “Situasi sempat memanas karena massa menuntut pertanggung jawaban dari pihak wedding organizer,” katanya.
Dampak dan Himbauan
Kasus penipuan WO byayupuspita ini menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat, terutama bagi para calon pengantin. Penting untuk melakukan riset mendalam dan berhati-hati sebelum memilih WO. Pastikan WO tersebut memiliki reputasi yang baik dan transparan dalam memberikan informasi terkait paket pernikahan yang ditawarkan.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak mudah tergiur dengan harga murah atau promo yang terlalu menggiurkan. Ada baiknya untuk membandingkan harga dari beberapa WO dan memilih yang sesuai dengan budget dan kebutuhan.
Kasus ini juga menjadi peringatan bagi para pelaku bisnis, terutama di bidang jasa, untuk selalu menjunjung tinggi etika dan profesionalisme. Jangan sampai keuntungan pribadi mengorbankan kepercayaan dan kebahagiaan orang lain.

















