Keprihatinan Ustadz Nabawi terhadap Kondisi Belawan
Di tengah maraknya tawuran antar kelompok remaja dan penyebaran narkoba, judi, pelacuran, minuman keras, serta maksiat lainnya di kawasan Belawan, Ustadz Sayyid Teuku Muhammad Nabawi, seorang tokoh agama yang dikenal vokal, angkat bicara dengan nada tegas namun penuh keprihatinan. Ia menyampaikan pandangannya mengenai kondisi sosial yang semakin memprihatinkan di wilayah tersebut.
“Saya tidak bisa diam. Ini bukan lagi sekadar pelanggaran hukum, ini sudah darurat moral. Anak-anak kita sekarang tidak takut lagi berbuat dosa, tidak hormat sama orang tua, tidak takut hukum, apalagi malu dan takut sama Allah Azza Wa Jalla,” ujarnya dengan suara yang tegas. Ustadz Nabawi, yang dikenal sebagai pendakwah yang aktif di Belawan dan Pulau Jawa, khususnya di seluruh wilayah Jakarta, menilai bahwa keadaan ini harus segera diatasi.
Menurut dia, maraknya tawuran dan narkoba tidak terlepas dari lemahnya kontrol sosial, longgarnya peran orang tua, serta minimnya keteladanan dari pemimpin masyarakat dan aparat. Ia menekankan pentingnya peran semua pihak dalam menjaga generasi muda.
“Kalau pemuda sudah sibuk tawuran dan isap sabu, lalu siapa yang akan jaga negeri ini besok? Kita jangan hanya sibuk cari kambing hitam. Semua punya andil. Orang tua, tokoh agama, tokoh masyarakat, aparat, sampai pejabat pemerintahan,” katanya lagi. Ia menilai bahwa tanggung jawab ini tidak bisa ditanggung oleh satu pihak saja, melainkan harus dilakukan secara bersama-sama.
Ustadz Nabawi juga meminta agar aparat kepolisian, khususnya Polres Pelabuhan Belawan, bertindak lebih tegas dan jangan hanya datang lalu melerai saja. Ia menyarankan adanya patroli rutin, pendekatan preventif ke sekolah dan masjid, serta pemberdayaan remaja lewat kegiatan positif.
“Kita jangan cuma jadi pemadam kebakaran. Harus hadir sebelum api membesar. Bina anak-anak muda kita. Kalau bisa, dudukkan mereka dalam majelis ilmu. Mereka yang suka tawuran harus segera disadarkan akalnya,” serunya dengan penuh semangat. Ia menekankan pentingnya memberikan alternatif positif untuk para remaja yang terlibat dalam tawuran atau aktivitas negatif lainnya.
Sebagai penutup, Ustadz Nabawi menyerukan kolaborasi nyata antara ulama, umara (pemerintah), dan ummat. “Kita semua wajib turun tangan. Jangan tunggu anak kita sendiri yang jadi korban baru menjerit. Mari kita bangkitkan Belawan sebagai daerah yang berkah, bukan sarang tawuran dan narkoba, judi, pelacuran, minuman keras dan maksiat lainnya,” ujarnya penuh semangat.
Tantangan Sosial di Belawan
Beberapa tantangan utama yang dihadapi Belawan saat ini mencakup:
- Tawuran antar kelompok remaja – Fenomena ini semakin sering terjadi dan menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan masyarakat.
- Peredaran narkoba – Penyalahgunaan narkoba semakin merajalela, terutama di kalangan remaja.
- Judul dan pelacuran – Aktivitas ilegal ini juga mulai merambah ke wilayah-wilayah tertentu.
- Minuman keras – Penggunaan minuman keras di bawah umur menjadi isu yang serius.
Solusi yang Diperlukan
Untuk mengatasi masalah ini, beberapa langkah yang dapat diambil antara lain:
- Penguatan peran orang tua – Orang tua harus lebih aktif dalam mengawasi dan membimbing anak-anak mereka.
- Peningkatan peran tokoh agama dan masyarakat – Tokoh agama dan masyarakat dapat menjadi contoh dan pengaruh positif bagi generasi muda.
- Peningkatan pengawasan dari aparat – Aparat kepolisian perlu melakukan tindakan lebih tegas dan proaktif dalam mengatasi kejahatan.
- Pengembangan kegiatan positif untuk remaja – Melalui kegiatan seperti pelatihan, olahraga, atau pertemuan ilmu, remaja dapat diberi arah yang lebih baik.
Kesimpulan
Ustadz Nabawi menegaskan bahwa semua pihak memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan moral masyarakat. Ia menyerukan kolaborasi antara ulama, pemerintah, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan sejahtera. Dengan kerja sama yang kuat, Belawan dapat menjadi daerah yang berkah, bukan tempat berkembangnya tawuran dan maksiat.

















