Olahraga

Salah-Liverpool: Deja Vu Ronaldo-MU?

×

Salah-Liverpool: Deja Vu Ronaldo-MU?

Sebarkan artikel ini

Sorotan tajam kini tertuju pada Mohamed Salah dan hubungannya dengan Liverpool, mengingatkan banyak pihak pada situasi serupa yang pernah dialami Cristiano Ronaldo di Manchester United. Retaknya hubungan antara pemain dan klub, terutama jika melibatkan sosok bintang, selalu menjadi perhatian utama dalam dunia sepak bola.

Ketegangan antara Salah dan Liverpool mencuat setelah pemain sayap asal Mesir itu secara mengejutkan dicadangkan dalam tiga pertandingan berturut-turut, termasuk saat melawan Leeds United di Liga Inggris. Keputusan ini tentu mengundang tanya, terlebih mengingat kontribusi signifikan Salah bagi The Reds selama beberapa musim terakhir. Absennya Salah dalam laga tersebut semakin memperburuk spekulasi mengenai masa depannya di Anfield.

Kondisi ini muncul di tengah performa Liverpool yang dianggap kurang memuaskan dibandingkan musim sebelumnya, ketika mereka berhasil meraih gelar juara Liga Inggris. Penurunan performa tim secara keseluruhan, ditambah dengan performa individu Salah yang juga dinilai menurun, menjadi faktor yang diduga memicu keretakan hubungan antara pemain dan pelatih.

Usai pertandingan kontra Leeds United yang berakhir dengan skor imbang 3-3, Salah melontarkan komentar pedas mengenai situasi yang dialaminya. Ia bahkan mengungkapkan bahwa hubungannya dengan pelatih Liverpool saat ini, Arne Slot, telah memburuk.

Berikut petikan pernyataan Salah yang mengejutkan:

  • “Saya tidak percaya saya duduk di bangku cadangan selama 90 menit.”
  • “Ini yang ketiga kalinya. Kurasa ini pertama kalinya dalam karierku. Aku sangat kecewa, aku telah berbuat begitu banyak untuk klub ini selama bertahun-tahun, terutama musim lalu, rasanya seperti klub telah menjatuhkanku.”
  • “Dulu hubunganku baik (dengan Arne Slot). Sekarang hubungan kami tidak ada dan aku tidak tahu kenapa. Sepertinya ada yang tidak menginginkanku di klub,” ujar Salah, mengungkapkan kekecewaannya.
Baca Juga :  Duel Kane vs. Suarez: Starting XI Bayern vs. Sporting!

Pernyataan pedas Salah ini segera memicu berbagai spekulasi dan perbandingan dengan kasus serupa yang pernah terjadi di Manchester United.

Mengenang Konflik Cristiano Ronaldo dan Manchester United

Publik tentu masih ingat dengan jelas bagaimana Cristiano Ronaldo, yang baru kembali ke Manchester United untuk periode keduanya, terlibat konflik dengan klub pada tahun 2022. Saat itu, Ronaldo secara terbuka mengkritik manajer Manchester United saat itu, Erik ten Hag, dalam sebuah wawancara kontroversial dengan Piers Morgan.

Ronaldo mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap perlakuan yang diterimanya dan merasa tidak dihargai oleh sang manajer.

Berikut poin-poin penting dari pernyataan Ronaldo saat itu:

  • “Saya tidak menghormatinya (Ten Hag) karena dia tidak menghormati saya,” ujar Ronaldo, menunjukkan kekecewaannya.
  • “Beberapa orang, mereka tidak menginginkan saya di sini – bukan hanya pelatih, tetapi juga dua atau tiga orang lainnya. Bukan hanya tahun ini, tetapi juga tahun lalu,” tambahnya, mengindikasikan adanya masalah yang lebih dalam di internal klub.
  • Ronaldo juga mengungkapkan perasaannya yang dikhianati oleh klub. “Sejujurnya, saya seharusnya tidak mengatakan itu. Tapi dengarkan, saya tidak peduli. Orang-orang harus mendengarkan kebenaran. Ya, saya merasa dikhianati,” tegas Ronaldo, menunjukkan kekecewaannya yang mendalam.
Baca Juga :  Pencak Silat Siap Bawa Indonesia ke Olimpiade Bersama Prabowo

Tidak lama setelah wawancara tersebut ditayangkan, Manchester United dan Ronaldo sepakat untuk mengakhiri kerja sama mereka. Ronaldo kemudian bergabung dengan klub asal Arab Saudi, Al-Nassr, pada Januari 2023.

Masa Depan Mohamed Salah di Liverpool

Kondisi yang dialami Mohamed Salah di Liverpool saat ini seolah mengikuti jejak Cristiano Ronaldo di Manchester United. Hal ini tentu memunculkan spekulasi mengenai masa depan sang pemain asal Mesir tersebut di Anfield.

Masa depan Salah di Liverpool masih belum jelas. Dalam waktu dekat, ia dijadwalkan untuk bergabung dengan skuad tim nasional Mesir untuk tampil di Piala Afrika. Penampilannya di turnamen tersebut akan menjadi sorotan, dan performanya di sana mungkin akan memengaruhi keputusan mengenai masa depannya di klub.

Saat Salah berbicara tentang kemungkinan mengucapkan salam perpisahan kepada para suporter di Anfield, spekulasi mengenai masa depannya semakin berkembang. Apakah ia akan tetap bertahan di Liverpool dan berusaha memperbaiki hubungannya dengan klub, ataukah ia akan memilih untuk mencari tantangan baru di klub lain?

Kondisi internal antara pemain dan manajemen Liverpool menjadi sorotan utama dalam persiapan menyambut Liga Inggris 2025-2026. Bagaimana Liverpool akan menyelesaikan masalah ini akan menjadi penentu bagi performa mereka di musim mendatang. Para penggemar Liverpool tentu berharap agar masalah ini dapat diselesaikan dengan baik dan tidak mengganggu stabilitas tim.