Solsel – Berada di ujung Sumatra Barat, Kabupaten Solok Selatan (Solsel) yang berbatasan langsung dengan Provinsi Jambi ini menawarkan objek wisata yang beragam, diantaranya Goa Batu Kapal (GBK).
Memang Kabupaten ini dikenal dengan objek wisata alamnya yang menawarkan sejuta keindahan, sayangnya tak disangka-sangka oknum pengunjung tak bertanggung jawab menodai keindahan alam yang merusak pandangan mata, seperti halnya sampah yang masih tampak berserakan.
Menurut Yanuari, bukan hanya dari pengunjung yang tak sadar akan kebersihan, juga pengelola kurang cakap dalam pengawasan. Mau berkata apa, terkadang pendatang tak dapat disalahkan sepenuhnya, sebab di sekitar lokasi wisata Goa Batu Kapal belum tersedia tempat sampah.
“Yang namanya tempat wisata ini kadang-kadang rame, kadang-kadang tidak, kalau pas rame meledak orang datang, besoknya baru dibersihkan,” ujar Yanuari sebagai penasehat yang dahulunya menjabat sebagai Wali Nagari Sungai Kunyit Barat, dan di masa jabatannya lah Goa Batu Kapal ini Booming pada 2017 lalu.
Ketika mulai memasuki parkir Goa Batu Kapal, Senin (15/06/2020) hanya ada satu orang pengelola yang bertugas sebagai tukang karcis. Tak ada satupun Gaet (pemandu) yang dapat mengantarkan kita untuk berkeliling melihat-lihat onggokan batu yang berjumlah 4 Goa itu.
“Ini akan menjadi penyebab tak terpantaunya pengunjung yang tak bertanggung jawab untuk melakukan hal sesukanya, bukan hanya membuang sampah sembarangan, melainkan mengotori dinding Goa dengan mencoretnya,” ungkap Yanuari.
“Yang paling terkendala itu tadi, yang sadar wisatanya ini betul-betul diharapkan dari pengunjung, tapi kalau sekarang resiko yang ada di pengelola kan itu jadinya kan, kalau ada orang yang masuk Goa Batu Kapal Banyak Sampah, kami juga menghimbau untuk sama-sama menjaga kebersihan objek wisata ini,” pungkasnya.
(VBasa)

















