SUMUT- Cah Angon Sebutannya. Melintas dan berjalan kaki ditengah terik Matahari nampak terus menyusuri sepanjang jalan di daerah Kabupaten Labuhan Batu Selatan.
Satu keluarga ini beriring berjalan kaki dari Kalimantan Barat sejak tahun 2015 dengan tujuan ke Aceh, atau sudah 5 tahun semenjak kampong halamannya ditinggalkannya.
Perjalanan Cah Angon yang terdiri dari suami istri serta sepasang anaknya ini, telah menempuh ratusan ribu km, dengan bermodalkan pakaian dan bekal seadanya yang ditententengnya.
Tim TERDEPAN mencoba untuk wawancarai, sebuah pertanyaan nama, namun jawabannya seperti enggan menyebutkan, hanya sekedar memberikan jawaban dengan inisial Cah Angon.
Mereka mengakui berasal dari Suku Jawa yang telah bertahun berdomisli di Kalimantan Barat. Beralasan menempuh perjalanan ke Aceh untuk menuntut ilmu (belajar). Dengan keyakinan bekal iman dan keyakinan kepada Yang Maha Pencipta (Allah). Rombongan ini yakin disepanjang perjalanannya akan selalu bertemu dengan hamba allah yang baik pula.
“Bekal Kami iman dan keyakinan dan Kami percaya, masih banyak hamba Allah di dunia ini yang masih memiliki hati baik dan pemurah, insya Allah, “tuturnya.
Rombongan Cah Angon ini pun, juga mengakui tidak pernah mengalami kesulitan dalam perjalanan baik makan maupun minu, dan saat tidurpun mereka juga bisa menginap di Mesjid dan Mushola yang dijumpainya sambil beribadah.
Cah Angon juga mengakui, dalam perjalannya ada saja simpatisan yang memberikan sekedar sedekah untuk biaya perjalannya.
“Kami tidak kesulitan kalo utk makan minum di perjalanan, dan kalau kami lelah istrahat di Mesjid atau di Mushola sambil beribadah,” pungkasnya.
Hingga berita ini muncul, informasi Cah Angon tersebut, saat ini sudah berada di wilayah antara Kabupaten Asahan Dan Batubara Sumatra Utara.
Reporter : Kidi Nst
Editor : IKA
#KabupatenAsahan #CahAngon














