CO.ID, JAKARTA – Sean Dyche menyebut penunjukannya sebagai pelatih baru Nottingham Forest sebagai momen yang “melengkapi kariernya”. Bagi pria 54 tahun itu, kembali ke City Ground terasa istimewa karena di sanalah ia pernah menjadi pemain muda pada akhir 1980-an di bawah legenda klub Brian Clough.
Dyche menjadi manajer ketiga Forest musim ini setelah menggantikan Ange Postecoglou, yang dipecat hanya 39 hari setelah mengambil alih kursi pelatih dari Nuno Espirito Santo. Tantangan utamanya kini adalah mengangkat performa Forest di Liga Primer Inggris, meski debutnya akan dimulai di Liga Europa menghadapi Porto pada Jumat (24/10/2025) dini hari WIB.
“Saya punya sejarah panjang dengan klub ini dari tahun 1987 hingga 1990. Saya masih ingat berjalan di tepi Sungai Trent dan melihat anjing Brian Clough, Del Boy, berlari melewati kami. Suaranya masih terngiang,” kata Dyche mengenang masa mudanya di konferensi pers perdananya, Rabu (22/10/2025).
“Waktu itu saya hanya ingin bisa mengenakan seragam ini. Sekarang saya kembali sebagai manajer—itu sangat berarti bagi saya. Tapi saya di sini bukan untuk nostalgia. Ada pekerjaan besar yang harus diselesaikan.”
Dyche akan dibantu oleh para mantan pemain Forest seperti Ian Woan, Steve Stone, Tony Loughlan, dan Billy Mercer. “Mereka bahkan punya hubungan lebih panjang dengan klub ini, tapi kami semua sepakat, Forest sekarang sudah jauh lebih berkembang,” kata dia.
Di bawah Espirito Santo, Forest sempat finis ketujuh musim lalu dan bersaing memperebutkan tiket Liga Champions. Namun, gaya menyerang Postecoglou justru membuat performa menurun drastis. Dyche, yang dikenal dengan pendekatan permainan langsung dan disiplin, menegaskan ia akan membawa Forest “kembali ke jalur kemenangan”.
“Mereka punya pemain bagus dan semangat luar biasa. Sekarang tugas saya menghidupkannya kembali,” ujarnya.
Dyche juga menegaskan tidak terlalu memusingkan tren atau gaya permainan tertentu. “Ada banyak cara untuk menang. Kadang orang menertawakan lemparan jauh atau bola mati, tapi yang penting adalah hasilnya,” kata dia.
Dyche terakhir melatih Everton sebelum berpisah pada Januari lalu, setelah dua tahun menukangi klub Merseyside itu. Kini, ia mendapat kesempatan baru untuk membuktikan diri di panggung Eropa, setelah pengalaman singkatnya bersama Burnley di playoff Liga Europa 2018.
Peran Penting dalam Tim
Beberapa hal yang menjadi fokus Dyche saat ini adalah:
- Membangun sistem permainan yang efektif dan sesuai dengan karakteristik tim
- Memperkuat mentalitas pemain untuk menghadapi tekanan kompetisi tinggi
- Mengoptimalkan potensi pemain muda yang ada di squad
Selain itu, ia juga akan bekerja sama dengan staf pelatih yang memiliki pengalaman panjang di klub. Dengan kombinasi pengalaman dan strategi yang telah teruji, Dyche berharap bisa membawa Forest kembali meraih prestasi yang membanggakan.
Target Musim Ini
Beberapa target yang ingin dicapai oleh Dyche di musim ini antara lain:
- Meningkatkan posisi Forest di klasemen Liga Primer Inggris
- Menjadi salah satu tim kuat di Liga Europa
- Mengembangkan bakat muda di akademi klub
Dyche juga berkomitmen untuk menjaga nilai-nilai yang selama ini menjadi ciri khas klub. Ia percaya bahwa dengan kerja keras dan kepercayaan dari fans, Forest bisa kembali menjadi salah satu klub yang diminati di Eropa.
Kesimpulan
Sean Dyche datang ke Nottingham Forest dengan semangat yang tinggi dan tekad untuk membawa klub ini kembali ke jalur kemenangan. Dengan pengalaman yang telah ia kumpulkan selama bertahun-tahun, ia yakin bisa memberikan dampak positif bagi tim.
Kehadirannya diharapkan bisa menjadi awal dari era baru bagi Forest, di mana mereka bisa kembali bersaing di level teratas. Dengan dukungan dari fans dan staf, Dyche akan berusaha keras untuk mencapai tujuan tersebut.

















