Gunung Semeru Kembali Erupsi, Tinggi Letusan Mencapai 1.000 Meter di Atas Puncak
Pada hari Senin (13/4) pagi, Gunung Semeru kembali mengalami erupsi. Gunung yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengeluarkan abu vulkanik dengan tinggi kolom letusan mencapai 1.000 meter di atas puncak. Dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Sigit Rian Alfian menjelaskan bahwa erupsi terjadi pada pukul 09.23 WIB.
“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 09.23 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl),” ujarnya.
Menurut Sigit, kolom abu yang teramati memiliki warna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat dan barat laut. Erupsi tersebut juga tercatat di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 113 detik.
Riwayat Erupsi Gunung Semeru
Gunung Semeru, yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa, tercatat telah mengalami enam kali erupsi dalam waktu singkat. Berikut adalah rangkain erupsi yang terjadi:
- Pukul 05.45 WIB: Erupsi pertama dengan tinggi kolom letusan 500 meter di atas puncak.
- Pukul 07.36 WIB: Erupsi kedua dengan tinggi kolom letusan sekitar 800 meter di atas puncak.
- Pukul 07.52 WIB: Erupsi ketiga dengan tinggi kolom letusan sekitar 1 kilometer (km) di atas puncak.
- Pukul 08:17 WIB: Erupsi keempat dengan tinggi kolom letusan sekitar 900 meter di atas puncak.
- Pukul 08.53 WIB: Erupsi kelima dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 1 km di atas puncak.
- Pukul 09.23 WIB: Erupsi keenam, yang menjadi erupsi terakhir pada hari tersebut.
Status Aktivitas Vulkanik Level III (Siaga)
Sigit Rian Alfian menyampaikan bahwa Gunung Semeru saat ini berada pada status aktivitas vulkanik Level III (Siaga). Hal ini menunjukkan bahwa gunung tersebut sedang dalam kondisi aktif dan berpotensi mengalami erupsi lebih besar.
Rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG)
Untuk memastikan keselamatan masyarakat, PVMBG memberikan beberapa rekomendasi penting:
- Area Sektor Tenggara: Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).
- Jarak 500 Meter dari Tepi Sungai: Di luar jarak 13 kilometer, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
- Radius 5 Kilometer dari Puncak: Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
Imbauan untuk Mewaspadai Potensi Bahaya
Sigit juga mengimbau masyarakat agar mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru. Wilayah yang perlu diwaspadai antara lain:
- Besuk Kobokan
- Besuk Bang
- Besuk Kembar
- Besuk Sat
Selain itu, masyarakat juga diminta waspada terhadap potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
Dengan adanya erupsi ini, masyarakat di sekitar Gunung Semeru diminta tetap mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang dan menjaga keselamatan diri serta lingkungan sekitar.

















