Edukatif

Sholawat Busyrolana: Lirik Arab, Arti, dan Keutamaannya

×

Sholawat Busyrolana: Lirik Arab, Arti, dan Keutamaannya

Sebarkan artikel ini

Sholawat Busyrolana: Lirik, Makna Mendalam, dan Keutamaan Mengamalkannya

Sholawat Busyrolana telah menjadi lantunan merdu yang akrab di telinga umat Islam di Indonesia. Popularitasnya kian melambung berkat pembawaan apik dari Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf beserta Majelis Zikir Ahbabul Mustofa yang dipimpinnya. Namun, di balik keindahan syairnya, terkandung makna yang dalam dan sejarah yang menarik untuk ditelusuri.

Sholawat ini merupakan karya dari seorang ulama besar asal Yaman, Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki. Beliau adalah seorang tokoh terkemuka yang hidup antara tahun 1944 hingga 2024. Penciptaan sholawat Busyrolana mencerminkan kecintaan mendalam dan kerinduan umat Islam kepada junjungan mereka, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Makna di Balik “Busyrolana”

Secara harfiah, “Busyrolana” berasal dari bahasa Arab yang berarti “kabar gembira bagi kami”. Kata ini sendiri sudah menyiratkan nuansa kebahagiaan dan optimisme. Dalam konteks sholawat, “Busyrolana” merangkum perasaan sukacita dan harapan besar umat Islam untuk dapat berjumpa dan mendapatkan syafaat dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Lirik sholawat ini secara puitis menggambarkan keindahan dan kemuliaan Nabi Muhammad SAW, kerinduan untuk dapat mengunjungi kota Madinah (Thaibah) yang merupakan tempat beliau berhijrah dan dimakamkan, serta harapan agar seluruh umat Islam dapat berkumpul bersama beliau di akhirat kelak.

Lirik Sholawat Busyrolana Beserta Terjemahannya

Berikut adalah lirik lengkap Sholawat Busyrolana dalam teks Arab, beserta terjemahan bahasa Indonesianya untuk memudahkan pemahaman:

يَانَفْسُ طِبِي بِاللَّقَا . يَاعَيْنُ قَرِّى اَعْيُنَا
Yâ nafsu thîbî billiqô, Yâ ‘ainu qorrî a’yunâ
(Wahai nafsu, puaslah dengan perjumpaan ini. Wahai mata, sejukkanlah semua mata kami)

هََذَاجَمَالُ الْمُصْطَفَى . اَنْوَارُهُ لاَ حَتْ لَنَا
Hâdzâ jamâlul Mushthofâ, Anwâruhu lâ hat lanâ
(Lihat! Inilah keindahan al-Musthafa. Cahayanya lebih kelihatan dan mempersona bagi kita semua)

يَا طَيْبَةُ مَا ذَانَقُولْ . وَفِيكِ قَدْ حَلَّ الرَّسُولْ
Yâ thoibatu mâdzâ naqûl, Wa fîki qod hallar rosûl
(Duhai Thaibah (Madinah), apa yang dapat kami katakan? Jika Rasul telah mendiami wilayahmu)

Baca Juga :  Tahu Bakso Goreng Rumahan: Renyah, Lezat, dan Bikin Nagih!

وَكُلُّنَانَرْجُواْلوُصُولْ . لـِمُحمَّدٍ نَبِــيَّنَا
Wa kullunâ narjûl wushûl, Limuhammadin nabiynâ
(Dan kami semua ingin berjumpa. Dengan Muhammad, Nabi kami)

بُشْرَ لَنَا نِلْنَاالْمُنَى . زَالَ الْعَنَا وَافَى الْهَنَا
Busyrôlanâ nilnâl munâ, Zâlal ‘anâ wa falhanâ
(Kebahagiaan milik kami kerana kami memperoleh harapan. Dan hilang sudah semua kesusahan, lengkap sudah semua kebahagiaan)

وَالدَّهْرُاَنَجْزَوََعْدَهُ . وَالْبِشْرُاَضْحَى مُعْلَنَا
Waddahru anjaza wa’dahu, Wal bisyru adlhâ mu’lanâ
(Dan waktu sudah menepati janjinya. Dan kebahagiaan menampakkan kemuliaan kami. Berlumuran dengan wangian kegembiraan menanti pertemuan dengan insan termulia)

صَلَّى عَلَيْهِ دَائِمًا . فِي كُلِّ حِيْنِ رَبُّنَا
Sholli ‘alaihi da iman, fi kulli hinin robbana
(Semoga shalawat tetap baginya. Dalam setiap masa, wahai tuhan kami)

وَآلِهِ وَصَحْبِهِ . أهْلِ الْمَعَانِي وَالْوَفَا
Wa alihi wa shohbihi, ahlul maani wal wafa
(Dan kepada keluarganya dan para sahabatnya, keluarga terpuji dan amanah)

صَلِّ وَسَلِّمْ يَا سَلاَمْ . عَلَى النَّبِى مَا حِى الظَّلاَمْ
Sholli wa sallim yâ salâm.. ‘Alannabiy mâhidh-dholâm
(Wahai Tuhan Maha Pemberi Salam, berikan selawat dan salam. Kepada Nabi menghilangkan kegelapan)

وَالْأَلِ وَالصَّحْبِ الْاِرَامْ . مَا أُنْشِدَتْ بُشْرَى لَنَا
Wal âli was-shohbil kirôm, Mâ unsyidat busyrô lanâ
(Juga keluarga, para sahabat yang mulia. Selama disenandungkan qasidah “Busyro Lana”)

Keutamaan Mengamalkan Sholawat Busyrolana

Membaca dan mengamalkan sholawat, termasuk Sholawat Busyrolana, memiliki berbagai keutamaan yang sangat besar bagi seorang Muslim. Amalan ini bukan sekadar ungkapan cinta kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, melainkan juga merupakan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meraih berbagai keberkahan.

Berikut adalah beberapa keutamaan utama dari rutin mengamalkan Sholawat Busyrolana:

  • Menghapus Dosa: Sholawat merupakan salah satu cara yang efektif untuk memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah diperbuat. Dengan tulus membaca sholawat, seorang hamba berharap Allah SWT berkenan menghapus kesalahan-kesalahannya.
  • Mendekatkan Diri kepada Nabi Muhammad SAW: Melalui lantunan sholawat, umat Islam secara spiritual terhubung dengan pribadi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ini memperkuat rasa cinta dan ikatan batin dengan beliau.
  • Memperoleh Syafaat (Pertolongan) Nabi Muhammad SAW di Hari Akhir: Salah satu harapan terbesar umat Islam adalah mendapatkan syafaat dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di Hari Kiamat kelak. Memperbanyak sholawat adalah salah satu jalan untuk meraihnya.
  • Mendapatkan Balasan Sholawat dari Allah SWT: Sebagaimana janji dalam Al-Qur’an dan Hadits, barangsiapa yang bersholawat kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka Allah SWT akan bersholawat kepadanya sepuluh kali.
  • Bernilai Pahala yang Berlipat Ganda: Setiap bacaan sholawat akan dicatat sebagai amal kebaikan yang mendatangkan pahala besar.
  • Diangkat Derajatnya di Dunia dan Akhirat: Dengan terus menerus bersholawat, Allah SWT akan mengangkat derajat seorang hamba di sisi-Nya, baik di kehidupan dunia maupun di akhirat.
  • Berkumpul di Surga Bersama Rasulullah: Keutamaan tertinggi adalah harapan untuk dapat berkumpul di dalam surga bersama dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
  • Menjadi Sebab Dikabulkannya Doa: Sholawat seringkali dijadikan sebagai pembuka dan penutup doa, yang diyakini dapat menjadikan doa-doa kita lebih mudah dikabulkan oleh Allah SWT.
Baca Juga :  Bawang Putih: Imun, Darah, Nutrisi - Bukti Ilmiah

Sholawat Busyrolana, dengan liriknya yang indah dan maknanya yang mendalam, menjadi salah satu media bagi umat Islam untuk mengekspresikan kecintaan, kerinduan, dan harapan mereka kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rutin mengamalkan sholawat ini tidak hanya memberikan ketenangan batin, tetapi juga membuka pintu berbagai keutamaan spiritual yang sangat berharga. Dianjurkan bagi setiap Muslim untuk senantiasa memperbanyak sholawat sebagai bekal di dunia dan akhirat.