Peran MAM sebagai Tulang Punggung Keluarga
MAM (17), seorang pelajar yang meninggal dunia akibat tenggelam di Kali Green Court, Cengkareng, Jakarta Barat, memiliki peran penting dalam keluarganya. Sejak ayahnya pergi pada tahun 2022 lalu, MAM menjadi tulang punggung keluarga dengan bekerja sebagai juru parkir setiap pulang sekolah.
Candra (35), kakak kandung MAM, mengungkapkan bahwa kebiasaan adiknya bekerja setelah sekolah tidak biasa bagi remaja seusianya. Setiap hari, Andri, panggilan akrab MAM, bekerja sebagai jukir dari pukul 19.00 hingga tengah malam untuk menambah penghasilan keluarga.
“Mana ada orang sekolah yang bekerja dari jam 19.00 WIB sampai jam 24.00 WIB? Dia baru pulang dan langsung tidur. Tiap hari begitu, paling malam Minggu libur,” ujar Candra saat ditemui.
Menurut Candra, MAM memilih untuk bekerja demi memenuhi kebutuhan dirinya dan keluarganya. Saat ini, Candra sudah berkeluarga dan tinggal di Palembang, Sumatera Selatan bersama istri dan anaknya. Meskipun begitu, kegiatan MAM bekerja selalu diketahui oleh guru-guru di sekolahnya. Beberapa guru bahkan sering memberi bantuan seperti membawa beras atau menjemput MAM jika ia tidak masuk karena lelah.
Kepercayaan Keluarga terhadap MAM
MAM juga dikenal sebagai anggota keluarga yang paling dipercaya. Ia berhasil membeli motor untuk kebutuhan sekolahnya sendiri melalui hasil kerjanya dan selalu menyisihkan uang untuk diberikan kepada ibunya. Hal ini membuat keluarga tidak percaya bahwa MAM terlibat dalam tawuran sebelum meninggal dunia.
Candra menyebutkan bahwa ia menemukan beberapa hal yang mencurigakan saat menelusuri informasi tentang kematian MAM. Ia juga menyayangkan teman MAM yang sempat tenggelam bersama dan berhasil diselamatkan tetapi tidak melayat ke rumah keluarga. Candra ingin mengetahui kejadian sebenarnya dari teman MAM tersebut.
“Temannya ada yang satu baru keluar (selamat). Katanya. Cuman mau gimana ya? Dia pun harusnya ke sini ngejelasin gitu. Cuman mungkin orangtuanya enggak senang di sini,” kata Candra.
Meski demikian, Candra mengaku bahwa pihak keluarga sudah ikhlas dengan kepergian MAM dan tidak ingin menuduh pihak-pihak lain. “Kami enggak mau nuduh siapa-siapa, tapi kami ingin kebenaran. Jangan sampai ada lagi anak-anak yang jadi korban kayak gini,” tutupnya.
Kecelakaan yang Menimpa MAM
Sebelumnya, diberitakan bahwa MAM (17) tewas tenggelam di Kali Green Court, kawasan Cengkareng Timur, Jakarta Barat, pada Jumat (10/10/2025). Korban diketahui tenggelam saat berusaha melarikan diri dari kejaran warga usai terlibat tawuran di sekitar lokasi.
“Jadi mereka ini tawuran di sekitar lokasi. Warga yang kesal itu mengejar mereka. Nah, korban sama temannya ini kabur, panik, cebur ke kali,” kata Kanit Reskrim Polsek Cengkareng, AKP Parman Gultom.
Parman menjelaskan, korban bersama seorang temannya melompat ke kali untuk menghindari kejaran warga. Namun, hanya satu dari keduanya yang berhasil diselamatkan. “Satu pelajar berhasil diselamatkan, namun pelajar lain tidak terselamatkan. Kalau dari kesaksian pelajar yang selamat, korban ini tidak bisa berenang. Warga sudah berusaha selamatkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi kali yang berlumpur tebal diduga membuat korban semakin kesulitan untuk berenang. Tim SAR kemudian diterjunkan untuk mencari korban. Tidak lama setelah tenggelam, jenazah korban berhasil ditemukan oleh petugas di sekitar lokasi kejadian.
“Kemudian, tidak lama setelah tenggelam itu, korban berhasil ditemukan,” kata Parman.

















