Aksi Berlutut sebagai Gerakan Anti-Rasisme di Sepak Bola Inggris
Dalam pertandingan antara Burnley dan Leeds United, terjadi aksi berlutut yang menjadi bagian dari kampanye anti-rasisme. Namun, tidak semua penonton merespons gestur tersebut dengan positif. Bahkan, salah satu pemain memilih untuk tidak ikut serta dalam aksi tersebut.
Peristiwa ini terjadi di Stadion Turf Moor pada Sabtu (18/10) menjelang laga antara Burnley melawan Leeds United. Saat para pemain kedua tim melakukan aksi berlutut sebagai bentuk dukungan terhadap kampanye “Tidak Ada Ruang untuk Rasisme”, terdengar sorakan dari sebagian kecil penonton di tribun. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun gerakan ini telah menjadi bagian dari komunitas sepak bola, masih ada ketidaksepahaman atau penolakan terhadap tindakan tersebut.
Keputusan Dominic Calvert-Lewin, pemain Leeds United, untuk tidak berlutut menjadi perhatian khusus. Keputusan ini menarik perhatian karena biasanya aksi berlutut dilakukan serentak oleh seluruh pemain di Liga Inggris, terutama selama dua pekan terakhir sebagai bagian dari kampanye anti-rasisme.
Kampanye “Tidak Ada Ruang untuk Rasisme” kembali digelar oleh Premier League dan seluruh klub pada periode 18 hingga 26 Oktober. Tujuan utamanya adalah menegaskan komitmen melawan diskriminasi dan mempromosikan keberagaman dalam sepak bola Inggris.
Ini menjadi kali pertama musim ini para pemain kembali melakukan aksi berlutut. Sejak Agustus 2022, Premier League tidak lagi mewajibkan aksi itu di setiap laga dan hanya pada momen-momen tertentu seperti kampanye anti rasisme.
Di stadion lain, reaksi penonton juga beragam. Di Stadion Etihad, tempat Manchester City menjamu Everton, serta di markas Crystal Palace dan Bournemouth, aksi berlutut berjalan tanpa reaksi berarti. Sementara di Brighton, penonton justru memberikan tepuk tangan, sedangkan di Nottingham Forest, seluruh pemain ikut berlutut kecuali kiper Mats Sels yang tampak tidak menyadari aksi sedang berlangsung.
Pertandingan Burnley kontra Leeds United sendiri berakhir dengan kemenangan 2-0 untuk tuan rumah. Dua gol Burnley dicetak oleh Lesley Ugochukwu pada menit ke-18 dan Loum Tchaouna pada menit ke-68 yang merupakan gol pertamanya di Premier League.

















