Olahraga

Sorotan Kartu Merah Rivera: Pendukung Persebaya Kritik Wasit Dewa United

×

Sorotan Kartu Merah Rivera: Pendukung Persebaya Kritik Wasit Dewa United

Sebarkan artikel ini

Sorotan Tajam Pendukung Persebaya Surabaya pada Wasit Laga Krusial Melawan Dewa United

Menjelang pertandingan penting melawan Dewa United, para pendukung Persebaya Surabaya menaruh perhatian besar pada sosok wasit yang akan memimpin jalannya laga. Rekam jejak sang pengadil lapangan dinilai berpotensi memicu kontroversi, terutama karena ia dikenal kerap mengeluarkan kartu, termasuk kartu merah. Kekhawatiran ini diungkapkan oleh berbagai elemen pendukung, salah satunya melalui unggahan di akun penggemar yang berbunyi, “Jangan berat sebelah ya, Pak!”

Persebaya Surabaya dijadwalkan menjamu Dewa United dalam lanjutan pekan ke-19 Liga Super 2025/2026. Pertandingan ini akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo pada Minggu, 1 Februari 2026, malam WIB. Bagi tim berjuluk “Green Force” ini, laga ini merupakan kesempatan emas untuk meraih kemenangan kelima secara beruntun di kompetisi musim ini.

Tren Positif Persebaya Surabaya dan Ancaman dari Dewa United

Performa Persebaya Surabaya saat ini tengah menanjak. Tim asuhan Bernardo Tavares ini berhasil meraih empat kemenangan beruntun yang mengesankan. Mereka sukses menaklukkan Persijap Jepara dengan skor telak 4-0, mengalahkan Madura United 1-0, memetik kemenangan 2-1 atas Malut United, dan terakhir menghajar PSIM Yogyakarta 3-0. Dalam rentetan kemenangan tersebut, lini pertahanan Persebaya Surabaya terbilang solid, hanya kebobolan satu gol.

Catatan gemilang ini tentu saja meningkatkan optimisme para suporter menjelang pertandingan kandang. Konsistensi lini belakang yang kokoh dan efektivitas lini serang menjadi modal utama Persebaya Surabaya untuk melanjutkan tren positif mereka.

Namun, Dewa United bukanlah lawan yang bisa dianggap remeh. Tim yang dinakhodai oleh Alexis Messidoro ini datang ke Surabaya dengan kepercayaan diri yang tinggi, berkat dua kemenangan beruntun yang baru saja mereka raih. Dewa United baru saja membantai Persijap Jepara dengan skor telak 4-0 dan berhasil mengalahkan Arema FC 2-0. Hasil-hasil ini menegaskan bahwa Dewa United siap memberikan perlawanan yang serius kepada Persebaya Surabaya.

Rekor pertemuan antara kedua tim juga tidak sepenuhnya berpihak pada Persebaya Surabaya. Kemenangan terakhir “Green Force” atas Dewa United tercatat pada tahun 2023. Lebih mengkhawatirkan lagi, Dewa United pernah mencuri kemenangan telak 3-0 di markas Persebaya Surabaya pada musim 2024/2025. Catatan ini membuat pertandingan mendatang diprediksi akan berlangsung dengan tensi tinggi dan penuh ketegangan.

Baca Juga :  Dua Gol Madura United Mandek: 3 Fakta Imbang Kontra PSBS Biak

Duel Taktik dan Peran Penting Wasit

Dari sisi taktik, pertemuan ini mempertemukan dua gaya bermain yang sangat berbeda. Persebaya Surabaya di bawah arahan Bernardo Tavares dikenal dengan gaya bermain reaktif dan disiplin. Sebaliknya, Dewa United mengusung sepak bola ofensif yang mengandalkan penguasaan bola.

Perbedaan filosofi permainan ini berpotensi memunculkan duel-duel keras di lapangan. Situasi inilah yang membuat peran wasit menjadi perhatian utama bagi para pendukung Persebaya Surabaya.

Profil Wasit Nendi Rohaendi dan Statistik Kartu

Pertandingan antara Persebaya Surabaya melawan Dewa United akan dipimpin oleh wasit asal Bandung, Nendi Rohaendi. Beliau dikenal sebagai sosok yang tegas dan tidak ragu untuk memberikan kartu kepada para pemain.

Statistik kepemimpinan Nendi Rohaendi di Liga Super 2025/2026 menunjukkan kecenderungan tersebut. Dalam tujuh pertandingan yang telah ia pimpin, Nendi telah mengeluarkan total 24 kartu kuning dan lima kartu merah.

Beberapa pertandingan yang dipimpinnya mencatat jumlah kartu yang cukup signifikan:
* Pada pekan pertama, laga antara Madura United melawan Persis diwarnai dengan tiga kartu kuning dan satu kartu kuning kedua.
* Pertandingan antara Bhayangkara FC melawan Persis pada pekan keempat juga menghasilkan tiga kartu kuning.
* Jumlah kartu meningkat drastis saat memimpin laga antara Borneo FC melawan Persija pada pekan ketujuh, di mana Nendi mengeluarkan tujuh kartu kuning.
* Ketegasan serupa terlihat pada duel Semen Padang kontra Arema FC di pekan ke-11, yang menghasilkan tujuh kartu kuning dan satu tendangan penalti.

Pengalaman Persebaya Surabaya dengan Wasit Nendi Rohaendi

Persebaya Surabaya sendiri pernah merasakan ketegasan Nendi Rohaendi. Saat menghadapi Persik Kediri pada pekan ke-12, pertandingan berakhir dengan skor imbang 1-1. Namun, laga tersebut juga diwarnai dengan satu kartu merah untuk pemain Persebaya Surabaya.

Baca Juga :  Akui kehebatan Persib, bos Persik tegaskan Macan Putih pede jegal tren positif Maung Bandung

Menariknya, pemain yang menerima kartu merah tersebut adalah Francisco Rivera. Gelandang asing andalan Persebaya Surabaya itu mendapatkan kartu merah langsung akibat pelanggaran yang dikategorikan sebagai violent conduct.

Pengalaman pahit tersebut masih membekas di benak para pendukung Persebaya Surabaya. Mereka sangat khawatir jika gaya kepemimpinan wasit Nendi Rohaendi kembali memengaruhi jalannya pertandingan penting ini, terutama mengingat tingginya tekanan yang dipastikan akan menyelimuti laga tersebut. Kesalahan kecil dari pemain bisa berujung pada kartu yang berpotensi mengubah jalannya pertandingan secara drastis.

Kunci Keberhasilan Persebaya Surabaya dan Dewa United

Di sisi lain, Persebaya Surabaya tentu berharap para pemainnya dapat menjaga fokus sepanjang pertandingan. Disiplin dalam bermain dan kontrol emosi yang baik menjadi kunci utama agar tidak terjebak dalam keputusan-keputusan krusial dari wasit yang dapat merugikan tim.

Bernardo Tavares diprediksi akan menekankan pentingnya bermain efektif tanpa melakukan pelanggaran yang tidak perlu. Strategi reaktif yang diusung Persebaya Surabaya menuntut ketenangan, baik saat bertahan maupun saat melakukan serangan balik cepat.

Bagi Dewa United, gaya permainan ofensif mereka juga perlu diimbangi dengan kedisiplinan yang tinggi. Penguasaan bola yang tinggi, jika tidak dikelola dengan baik, seringkali dapat memancing duel-duel keras ketika tim kehilangan momentum serangan.

Dengan segala dinamika yang ada, peran wasit kembali menjadi titik sorotan utama menjelang kick-off. Para pendukung Persebaya Surabaya sangat berharap pertandingan ini dapat berjalan dengan adil dan tanpa kontroversi yang merugikan tim kesayangan mereka. Pertandingan ini bukan sekadar tentang memperebutkan tiga poin, tetapi juga menjadi ajang pembuktian konsistensi Persebaya Surabaya di papan atas klasemen. Di tengah tensi tinggi dan sosok wasit yang dikenal tegas, setiap keputusan yang diambil akan berada di bawah pengawasan ketat publik di Stadion Gelora Bung Tomo.