Olahraga

Sorotan Kartu Wasit: Persebaya Kritik Kepemimpinan Lawan Dewa United, Rivera Kena Kartu Merah

×

Sorotan Kartu Wasit: Persebaya Kritik Kepemimpinan Lawan Dewa United, Rivera Kena Kartu Merah

Sebarkan artikel ini

Sorotan Tajam Pendukung Persebaya pada Wasit Laga Krusial Kontra Dewa United

Menjelang pertandingan penting antara Persebaya Surabaya dan Dewa United di Stadion Gelora Bung Tomo pada Minggu, 1 Februari 2026, sorotan tajam tertuju pada sosok wasit yang akan memimpin jalannya laga. Para pendukung Persebaya, yang dikenal dengan semangat membara, menyuarakan kekhawatiran mereka terhadap rekam jejak sang pengadil lapangan. Kekhawatiran ini muncul karena sang wasit dinilai memiliki kecenderungan untuk sering mengeluarkan kartu, termasuk kartu merah, yang berpotensi memantik kontroversi dan memengaruhi hasil pertandingan. Sebuah ungkapan dari akun fanbase @persebayafans.27 dengan jelas menyuarakan harapan agar pertandingan berjalan adil, “Jangan berat sebelah ya, Pak!”

Pertandingan pekan ke-19 Super League 2025/2026 ini menjadi momentum krusial bagi Persebaya Surabaya, yang dijuluki sebagai “Green Force”. Tim ini tengah berupaya keras untuk meraih kemenangan kelima secara beruntun di kompetisi musim ini. Tren positif yang sedang diraih Persebaya Surabaya memang patut diacungi jempol. Empat kemenangan impresif sebelumnya diraih dengan mengalahkan Persijap Jepara (4-0), Madura United (1-0), Malut United (2-1), dan PSIM Yogyakarta (3-0). Yang lebih mengesankan, dalam empat pertandingan tersebut, lini pertahanan Persebaya hanya kebobolan satu gol. Catatan apik ini tentu saja meningkatkan optimisme para suporter menjelang laga kandang kali ini. Konsistensi lini belakang yang kokoh dan efektivitas lini serang yang tajam menjadi modal utama Persebaya untuk melanjutkan momentum positif mereka.

Namun, ambisi Persebaya untuk terus meraup poin penuh tidak akan berjalan mulus. Dewa United, tim tamu yang akan datang ke Surabaya, bukanlah lawan yang mudah ditaklukkan. Tim yang diperkuat oleh pemain kunci seperti Alexis Messidoro ini sedang dalam kondisi kepercayaan diri yang tinggi. Mereka baru saja meraih dua kemenangan beruntun yang meyakinkan, yaitu kemenangan telak 4-0 atas Persijap Jepara dan kemenangan 2-0 atas Arema FC. Hasil-hasil tersebut menegaskan bahwa Dewa United siap memberikan perlawanan sengit kepada Persebaya Surabaya.

Rekor pertemuan antara kedua tim juga tidak sepenuhnya berpihak pada Persebaya. Kemenangan terakhir “Green Force” atas Dewa United tercatat pada tahun 2023 lalu. Bahkan, pada musim 2024/2025, Dewa United pernah berhasil mencuri kemenangan telak 3-0 di markas Persebaya Surabaya. Catatan historis ini menambah bumbu ketegangan, memprediksi bahwa laga nanti akan berlangsung sangat ketat dan sarat emosi.

Baca Juga :  Streaming Persebaya vs Dewa United di Indosiar

Adu Taktik dan Filosofi Bermain

Dari sisi taktik, pertemuan antara Persebaya Surabaya dan Dewa United akan menyajikan duel dua gaya bermain yang sangat berbeda. Persebaya, di bawah arahan pelatih Bernardo Tavares, dikenal dengan pendekatan permainan yang reaktif dan disiplin. Mereka cenderung menunggu momen yang tepat untuk menyerang dan sangat mengutamakan kedisiplinan dalam menjaga pertahanan.

Di sisi lain, Dewa United mengusung filosofi sepak bola yang lebih ofensif, dengan penekanan kuat pada penguasaan bola. Mereka berusaha mendominasi permainan melalui operan-operan pendek dan pergerakan dinamis pemainnya. Perbedaan filosofi ini berpotensi memunculkan duel-duel keras di lapangan, terutama dalam perebutan bola.

Situasi inilah yang kemudian membuat peran wasit menjadi perhatian utama para pendukung Persebaya. Ketika permainan cenderung keras dan penuh adu fisik, keputusan wasit menjadi sangat krusial dalam menjaga keseimbangan pertandingan.

Profil Wasit dan Statistik Kartu

Pertandingan Persebaya Surabaya melawan Dewa United akan dipimpin oleh wasit asal Bandung, Nendi Rohaendi. Sosok Nendi Rohaendi memang dikenal dengan kepemimpinannya yang tegas dan tidak ragu untuk mengambil tindakan dengan mengeluarkan kartu, baik kuning maupun merah, kepada pemain yang melakukan pelanggaran.

Statistik kepemimpinan Nendi Rohaendi di Super League 2025/2026 sejauh ini menunjukkan kecenderungan tersebut. Dalam tujuh pertandingan yang telah ia pimpin, Nendi tercatat telah mengeluarkan total 24 kartu kuning dan lima kartu merah.

Beberapa contoh kepemimpinannya di musim ini antara lain:

  • Pekan Pertama: Pertandingan antara Madura United melawan Persis diwarnai tiga kartu kuning dan satu kartu kuning kedua.
  • Pekan Keempat: Duel antara Bhayangkara FC kontra Persis menghasilkan tiga kartu kuning.
  • Pekan Ketujuh: Jumlah kartu meningkat signifikan saat Nendi memimpin laga Borneo FC melawan Persija, di mana ia mengeluarkan tujuh kartu kuning.
  • Pekan Kesebelas: Ketegasan serupa terlihat pada pertandingan Semen Padang kontra Arema FC, yang berakhir dengan tujuh kartu kuning dan satu penalti.

Persebaya Surabaya sendiri pernah merasakan ketegasan Nendi Rohaendi. Pada pekan ke-12, saat Persebaya menghadapi Persik Kediri dalam laga yang berakhir imbang 1-1, salah satu pemain Persebaya menerima kartu merah.

Baca Juga :  Bandung Arena: Ikon Baru 'City of Champions'

Pengalaman Pahit dan Kekhawatiran Suporter

Sosok yang paling diingat oleh pendukung Persebaya dari pertandingan tersebut adalah gelandang asing mereka, Francisco Rivera. Rivera menjadi pemain yang menerima kartu merah langsung akibat pelanggaran violent conduct. Pengalaman pahit ini masih membekas kuat di benak para pendukung Persebaya. Mereka sangat khawatir jika gaya kepemimpinan wasit Nendi Rohaendi kembali memengaruhi jalannya pertandingan penting kali ini.

Terlebih lagi, tekanan pada laga ini dipastikan akan sangat tinggi, mengingat kedua tim sama-sama memiliki ambisi besar untuk meraih kemenangan. Dalam kondisi seperti itu, sebuah kesalahan kecil dari pemain berpotensi berujung pada kartu, yang tentu saja dapat mengubah dinamika dan peta permainan secara keseluruhan.

Fokus dan Disiplin Kunci Kemenangan

Di sisi lain, Persebaya Surabaya tentu berharap para pemainnya dapat menjaga fokus sepanjang pertandingan. Disiplin bermain dan kontrol emosi akan menjadi kunci utama agar tidak terjebak dalam keputusan-keputusan krusial yang berpotensi merugikan tim.

Bernardo Tavares, sang pelatih, diprediksi akan menekankan pentingnya bermain efektif tanpa melakukan pelanggaran yang tidak perlu. Strategi reaktif yang menjadi ciri khas Persebaya menuntut ketenangan, baik saat bertahan maupun ketika melancarkan serangan balik cepat.

Bagi Dewa United, gaya permainan ofensif mereka yang mengandalkan penguasaan bola juga perlu diimbangi dengan kedisiplinan yang tinggi. Penguasaan bola yang berlebihan terkadang bisa memancing duel-duel keras ketika tim kehilangan momentum atau transisi dari menyerang ke bertahan.

Dengan segala dinamika yang mengelilingi pertandingan ini, peran wasit kembali menjadi sorotan utama menjelang kick-off. Pendukung Persebaya Surabaya berharap agar pertandingan berjalan dengan adil dan tanpa kontroversi yang merugikan tim kesayangan mereka. Pertandingan ini bukan hanya tentang memperebutkan tiga poin krusial, tetapi juga menjadi ajang pembuktian konsistensi Persebaya Surabaya dalam persaingan papan atas klasemen. Di tengah tensi tinggi dan kehadiran wasit yang dikenal tegas, setiap keputusan yang diambil akan berada di bawah pengawasan ketat publik di Stadion Gelora Bung Tomo.