HUKRIM

Suami Diduga Dalang Pembunuhan Siswi SD di Medan

×

Suami Diduga Dalang Pembunuhan Siswi SD di Medan

Sebarkan artikel ini

Misteri Pembunuhan Ibu Kandung di Medan: Polisi Selidiki Kemungkinan Pelaku Lain, Keluarga Curigai Suami

Medan – Kasus tragis pembunuhan seorang ibu kandung oleh putri kandungnya yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) kelas VI di Medan masih menyisakan tanda tanya besar. Pihak kepolisian terus berupaya keras mengungkap tabir di balik peristiwa yang menggemparkan ini, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Medan, yang dipimpin oleh Iptu Dearma Agustina, menegaskan bahwa penyelidikan mendalam masih terus berlanjut. Fokus utama saat ini adalah untuk memastikan siapa pelaku sebenarnya, apakah anak perempuan berinisial SAS (12) tersebut adalah pelaku tunggal, atau ada pihak lain yang turut berperan dalam kejahatan sadis yang terjadi di Jalan Dwikora, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal.

“Intinya masih penyelidikan, untuk memastikan siapa pelaku atau memang itu pelaku utama atau ada pelaku lainnya. Saksi ayah dan kakaknya pelaku, anak itu (terduga pelaku) juga sudah ngaku,” ujar Iptu Dearma kepada awak media.

Koreksi Informasi Mengenai Terduga Pelaku

Dalam perkembangan penyelidikan, Iptu Dearma juga meluruskan informasi awal yang sempat beredar. Sebelumnya, terduga pelaku dikabarkan masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Namun, hasil penelusuran polisi memastikan bahwa SAS ternyata masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) kelas 6.

“Bukan SMP, tapi SD di salah satu sekolah di Medan,” jelasnya.

Saat ini, SAS telah menjalani observasi psikologi forensik di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Medan. Observasi ini telah berlangsung selama dua hari untuk mendapatkan gambaran kondisi psikologis terduga pelaku.

Baca Juga :  Wali Kota Batam, Membuka Forum Perangkat Daerah Tahun 2023

“Masih kami observasi psikologi forensik. Sudah 2 hari kami lakukan observasi,” ujar Iptu Dearma.

Kronologi Kejadian yang Mengerikan

Peristiwa nahas ini terjadi pada Rabu, 10 Desember 2025, sekitar pukul 05.00 WIB. Korban, Faizah Soraya (42), ditemukan tewas bersimbah darah di kamar tidurnya dengan luka tusukan di beberapa bagian tubuh.

Tim dari Unit Reskrim Polsek Medan Sunggal bersama tim Inafis Polrestabes Medan segera bergerak cepat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dalam proses tersebut, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa senjata tajam jenis pisau yang diduga kuat digunakan dalam pembunuhan tersebut.

Setelah olah TKP selesai, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk menjalani proses autopsi. Saat ini, jenazah korban telah disemayamkan dan dikebumikan oleh pihak keluarga.

Kecurigaan Keluarga Terhadap Suami Korban

Di tengah penyelidikan polisi, muncul pernyataan dari pihak keluarga korban yang menimbulkan kecurigaan terhadap suami korban, yang juga ayah dari terduga pelaku. Melalui kolom komentar sebuah akun media sosial, salah seorang yang mengaku keluarga korban memberikan klarifikasi yang cukup mengejutkan.

Keluarga korban menyatakan tidak percaya begitu saja bahwa SAS, seorang anak kelas 6 SD, menjadi pelaku tunggal. Alasan yang diberikan adalah motif yang dianggap tidak masuk akal, yakni dendam karena kakaknya dimarahi oleh ibu mereka.

Baca Juga :  DITRESNARKOBA POLDA KEPRI BERHASIL UNGKAP KASUS NARKOTIKA JENIS DAUN GANJA SEBERAT 6.000 GRAM

Poin yang paling menonjol dari klarifikasi tersebut adalah adanya dugaan perselingkuhan yang dilakukan oleh suami korban. Disebutkan bahwa sebelum kejadian, suami korban telah meminta cerai namun ditolak oleh istrinya. Bahkan, keduanya dikabarkan sudah pisah ranjang sebelum akhirnya korban kembali ke rumah tersebut.

“Dan yang buat kami gak percaya adalah sebelum kejadian si jantan ini selingkuh dan udah minta cerai tapi si istri gak mau dan udah pisah ranjang dan ntah kenapa bisa balik lagi ke rumah itu,” tulis akun tersebut.

Keluarga korban juga mengungkapkan keraguan terhadap alibi sang ayah. Sang ayah diduga mengatakan bahwa SAS berada di kamar memegang pisau dan membunuh ibunya, sementara ia sendiri tidur di lantai atas dan tidak mendengar apa pun.

“Dan semua adalah alibi si ayah nya bilang adeknya di kamar megang pisau bunuh mama nya dan dia katanya tidur di atas jadi gak dengar katanya,” lanjutnya.

Keluarga korban berharap agar pihak kepolisian dapat melakukan penyelidikan yang lebih mendalam terhadap suami korban. Mereka juga menekankan kembali bahwa terduga pelaku masih duduk di bangku kelas 6 SD, bukan SMP, dan mempertanyakan logika bagaimana seorang anak bisa melakukan pembunuhan dengan 20 tusukan tanpa korban berteriak jika tidak dibekap.

Pihak kepolisian masih terus mendalami semua keterangan dan bukti yang ada untuk mengungkap kebenaran di balik kasus pembunuhan yang sangat memilukan ini.