Berita

Suka Jaket Istana, Purbaya Bahagia

×

Suka Jaket Istana, Purbaya Bahagia

Sebarkan artikel ini

Jaket dengan Logo 8 Persen yang Menarik Perhatian

Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan (Menkeu), menunjukkan jaket berwarna biru tua yang memiliki logo 8 persen. Jaket ini mengacu pada target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen. Purbaya memamerkan jaket tersebut saat hendak meninggalkan kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada pukul 17.25 WIB, Selasa (21/10/2025). Saat sesi wawancara cegat atau doorstop, ia menjelaskan bahwa logo 8 persen di jaketnya merupakan simbol dari target yang ingin dicapai.

Dapat dari Istana



Purbaya mengungkapkan bahwa jaket tersebut diberikan oleh pihak Istana. “Dibagi dari sana, dari orang istana,” ujarnya. Ia juga menjelaskan hasil pertemuan dengan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) dalam acara tersebut.

Optimis Konsumsi Masyarakat akan Tumbuh di Atas 5,5 Persen



Selama sesi doorstop, Purbaya mendapat pertanyaan terkait target pertumbuhan konsumsi masyarakat di kuartal IV-2025. Menurut proyeksinya, pertumbuhan konsumsi rumah tangga di akhir tahun ini akan melampaui angka 5,5 persen. Sebelumnya, pertumbuhan konsumsi rumah tangga belum pernah melebihi tingkat pertumbuhan ekonomi atau Produk Domestik Bruto (PDB).

Baca Juga :  Dampak Minum Kopi Berlebihan, Wajib Diwaspadai

Contohnya, data terakhir pada kuartal II-2025 menunjukkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,12 persen secara year on year (yoy), sedangkan pertumbuhan konsumsi rumah tangga hanya mencapai 4,97 persen. “Kita tidak pernah memproyeksikan di atas 5,5 sebelumnya. Kalau saya pikir 5,5 atau lebih sedikit,” ujar Purbaya.

Pemerintah Beri Insentif untuk Mendorong Ekonomi



Purbaya merasa yakin bahwa target pertumbuhan konsumsi di atas 5,5 persen dapat tercapai karena pemerintah telah memberikan insentif yang besar untuk meningkatkan perekonomian. Salah satu contohnya adalah pengucuran dana sebesar Rp200 triliun kepada Himpunan Bank-Bank Negara (Himbara).

“Data retail sales BI mulai naik di bulan terakhir ini, yaitu September. Karena sebagian dampak dari uang yang saya gelontorkan mulai terasa di sistem. Saya pikir Oktober, November, Desember akan lebih sebagai dampak yang terlihat di ekonomi,” ucap dia. Purbaya juga menyatakan bahwa ia tidak segan untuk menambah dana yang diberikan ke bank jika diperlukan.

Baca Juga :  Cara Saya Dapat Cuan: Pentingkah Diceritakan?

“Kita akan terus melihat perkembangan uang seperti apa. Jika masih kurang, saya akan tambah,” tutur Purbaya.