Penyebab Henti Sementara Distribusi Makan Bergizi Gratis di Kampar
Pendistribusian Makan Bergizi Gratis (MBG) dari salah satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kampar mengalami henti sementara. Pasokan ke sekolah sudah berhenti sejak sepekan terakhir, dan penyalurannya belum kembali berjalan hingga Senin (6/10/2025).
Dapur SPPG tersebut dikelola oleh Yayasan Srikandi Barokah Utama yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman Stanum Kelurahan Langgini, Kecamatan Bangkinang Kota. Berdasarkan data yang tersedia, dapur ini memasok MBG ke enam sekolah dengan total sebanyak 2.881 murid penerima manfaat. Rincian jumlah murid per sekolah adalah sebagai berikut:
- TK. Pembina Langgini: 202 murid
- SDN 006 Langgini: 471 murid
- SDN 005 Langgini: 514 murid
- SDN 008 Langgini: 88 murid
- SDN 012 Langgini: 55 murid
- SMKN 1 Bangkinang: 1.551 murid
Total: 2.881 murid
Sebelumnya, diketahui bahwa sebanyak 22 murid di SDN 005 Langgini dan SDN 006 Langgini mengalami keracunan setelah mengonsumsi MBG pada akhir Agustus 2025 lalu. Bakti Indrawan, selaku Kepala SPPG tersebut, membenarkan data tersebut. Ia membantah bahwa MBG dari SPPG yang dikelolanya berhenti.
“Maaf, itu bukan berhenti,” katanya saat dikonfirmasi, Senin (6/10/2025) pagi. Ia menjelaskan bahwa sedang ada renovasi dapur sesuai arahan Badan Gizi Nasional (BGN) dan Dinas Kesehatan. Renovasi tersebut dilakukan setelah adanya evaluasi.
“Cuma lagi ada evaluasi bangunan sesuai arahan dari BGN dan dinas kesehatan,” katanya.
Senada dengan pernyataan Bakti, Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) MBG Kampar, Muhammad, sebelumnya juga membantah bahwa penyebab henti distribusi MBG adalah karena keracunan. Menurut dia, informasi yang diperoleh berasal dari adanya renovasi.
“Memperbaiki (dapur) sesuai SOP (Standard Operating Procedure) BGN,” ujarnya.
Proses Evaluasi dan Perbaikan Dapur SPPG
Menurut informasi yang diperoleh, proses evaluasi dan perbaikan dapur SPPG dilakukan untuk memastikan kesesuaian dengan standar operasional yang ditetapkan oleh BGN. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas dan keamanan makanan yang disajikan kepada para siswa.
Proses renovasi ini juga menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat, terutama anak-anak yang menjadi penerima MBG. Dengan adanya evaluasi, diharapkan tidak akan terjadi insiden serupa seperti keracunan yang terjadi sebelumnya.
Pengaruh Terhadap Sekolah dan Murid
Henti sementara pendistribusian MBG tentu berdampak langsung pada para murid yang biasanya menerima makanan bergizi secara gratis. Sekolah-sekolah yang menjadi target distribusi MBG, seperti SDN 005 dan 006 Langgini, harus mencari alternatif solusi untuk memastikan kebutuhan nutrisi para siswanya tetap terpenuhi.
Data dari Satuan Tugas (Satgas) MBG Kampar menunjukkan bahwa jumlah penerima manfaat di SDN 005 Langgini mencapai 514 murid, sedangkan di SDN 006 Langgini sebanyak 471 murid. Program MBG masih berjalan selama satu bulan di sekolah tersebut setelah insiden keracunan.
Meski begitu, masyarakat dan pihak sekolah tetap berharap agar distribusi MBG dapat segera kembali berjalan normal. Dengan adanya renovasi dan evaluasi, diharapkan kualitas layanan MBG bisa lebih baik dan aman bagi para siswa.

















