BatamBerita UtamaDaerahKepriNasionalNews

Targetkan Produksi Minyak 1 Juta Perbarel Perhari, SKK Migas Tetap Perhatikan HSE

×

Targetkan Produksi Minyak 1 Juta Perbarel Perhari, SKK Migas Tetap Perhatikan HSE

Sebarkan artikel ini
Riki Rahmad Firdaus

Alreinamedia.com- Batam, SKK Migas terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) industri hulu migas di semua sektor, termasuk sektor penunjangnya.

Peningkatan kapabilitas SDM ini semakin penting, mengingat semakin tingginya investasi industri hulu migas, untuk mengejar target produksi minyak 1 juta barel per hari dan gas 12
miliar kaki kubik per hari tahun 2030.

“Peningkatan kompetensi SDM di industri hulu migas juga tidak bisa ditawar mengingat industri ini bersifat padat modal, padat teknologi tinggi dan memiliki risiko tinggi.

Oleh karena itu, kami terus mendorong Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dan juga penyedia barang dan jasa penunjang industri hulu migas di tingkat lokal untuk memutakhirkan kebijakan dan program SDM yang mendukung produktivitas bekerja,” kata Shinta Damayanti, saat membuka
Forum Kapasitas Nasional III Tahun 2023 Wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), di Batam, Kepulauan Riau, Rabu (12/7/2023)

Baca Juga :  Persebaya Store Royal Plaza: Bonek Serbu, Bruno & Rachmat Sapa Penggemar

Selanjutnya Demi mencapai target lifting migas pada tahun 2023 ini, SKK Migas bersama KKKS juga menegaskan kembali, program yang masif dan agresif tidak membuat kita mengkompromikan aspek HSE. Tidak ada pekerjaan yang terlalu penting tanpa dikerjakan dengan selamat,” Ujar Riki Rahmad Firdaus

Riki kemudian mengatakan, SKK Migas sudah melakukan sejumlah langkah untuk menjaga aspek HSE pada industri hulu migas, antara lain persetujuan dan monitoring Work, Program, & Budget aspek HSE, investigasi insiden, mengeluarkan surat edaran keselamatan kerja, pelaksanaan HSE monthly meeting, serta, di tahun 2022, mengembangkan aplikasi machine learning untuk incident rate forecasting pada Integrated Operation Centre SKK Migas.

“Aplikasi tersebut adalah Sistem Informasi Aplikasi Keselamatan Kerja atau kami menyebutnya “SIAP SELAMAT” yang digunakan untuk membantu analisa strategi pengelolaan aspek HSE pada industri hulu migas Indonesia,” terang Riki

Baca Juga :  Rashford and Antony Shine in Spain

Dengan sejumlah upaya tersebut, Riki menjelaskan, dari 87 juta jam kerja operasi hulu migas sampai akhir Maret 2023 yang lalu tingkat incident rate berada di angka 0,24. Angka tersebut masih berada di bawah batas atas incident rate maksimal yang ditentukan (0,9) dan masih lebih baik dari rata-rata incident rate yang tercatat pada International Oil and Gas Producer yaitu 0,77.

“Namun, aspek keselamatan kerja tidak hanya diukur dari statistik, kita tidak dapat menampik beberapa insiden juga terjadi pada keselamatan kerja. Untuk itu ke depan SKK Migas akan melaksanakan Safety Integrity Audit Program yang melingkupi audit atas sistem, peralatan, pekerja, aset, menajemen, dan ALARP assessment, serta pengaplikasian teknologi “SIAP SELAMAT”, Tegas Riki Rahmad (Arizki)

Redaktur: Erwin Syahril