Berita Utama

Ressa Model Fashion Show: Bangkit Usai 24 Tahun Ditelantarkan Denada, Dukungan Iis Dahlia

×

Ressa Model Fashion Show: Bangkit Usai 24 Tahun Ditelantarkan Denada, Dukungan Iis Dahlia

Sebarkan artikel ini
Jonatan Christie dkk diminta untuk menambah porsi latihan setelah tak ada juara All England 2019 di tunggal putra. (Images via Reuters)

Ressa Rizky Rossano: Dari Gugatan hingga Panggung Modeling, Perjalanan Hidup yang Berubah Drastis

Nama Ressa Rizky Rossano belakangan ini kerap menjadi sorotan publik. Perjalanan hidupnya yang penuh liku, mulai dari menggugat sang ibu kandung, penyanyi Denada, hingga kini merambah dunia hiburan sebagai model, menunjukkan sebuah perubahan yang dramatis. Jika tahun-tahun sebelumnya diwarnai dengan perjuangan mencari pengakuan, tahun 2026 seolah menjadi babak baru yang penuh keberkahan bagi pemuda asal Banyuwangi ini.

Salah satu pencapaian terbarunya yang mengejutkan adalah debutnya di dunia modeling. Ressa dipercaya menjadi salah satu model dalam koleksi terbaru yang dirancang oleh pengusaha ternama, Shella Saukia. Penampilannya di atas runway sukses mencuri perhatian. Ia tampil gagah mengenakan busana bernuansa nude yang dihiasi detail bordir floral mewah. Menariknya, Ressa tidak tampil sendirian. Ia berjalan berdampingan dengan Ratih, ibu angkat yang telah membesarkannya dengan penuh kasih sayang. Ratih sendiri dikenal sebagai bibi Denada, sekaligus adik ipar dari almarhumah Emilia Contessa, yang menunjukkan adanya benang merah kekeluargaan yang kompleks dalam kisah ini.

Meskipun terlihat sedikit malu-malu di awal penampilannya, Ressa berhasil membuktikan kemampuannya di atas runway. Penampilannya tersebut tidak hanya mendapatkan apresiasi dari para penonton yang hadir, tetapi juga dari rekan-rekan sesama artis. Dukungan moral mengalir deras, salah satunya datang dari Iis Dahlia, seorang sahabat dekat Denada.

Iis Dahlia menunjukkan dukungannya secara nyata dengan mengunggah foto kebersamaannya dengan Ressa di belakang panggung melalui akun Instagram pribadinya. Dengan nada bangga, Iis menulis, “Eh @ressarossano__ Udah jadi model aja… sukses yo Le…”. Panggilan akrab “Le,” yang merupakan panggilan sayang untuk anak laki-laki dalam bahasa Jawa, semakin menegaskan kedekatan mereka yang seolah sudah dianggap sebagai keluarga sendiri. Iis juga turut memberikan apresiasi kepada Shella Saukia dan Ivan Gunawan atas koleksi pakaian yang menurutnya sangat keren.

Banyak netizen yang turut merasa terharu melihat perkembangan Ressa. Setelah puluhan tahun hidup jauh dari sorotan publik dan menghadapi isu-isu kurang sedap terkait hubungannya dengan Denada, kini Ressa mampu berdiri di atas kakinya sendiri dan meraih kesuksesan.

Dukungan tidak hanya datang dari Iis Dahlia. Fashion stylist ternama, Caren Delano, yang juga dikenal sebagai sahabat dekat Denada, turut memberikan semangatnya. Meskipun berada dalam lingkaran pertemanan sang ibu, Caren tetap menunjukkan sikap profesional dan kasih sayang. Melalui unggahan foto bersama Ressa dan Iis Dahlia di area backstage, Caren menuliskan doa yang sangat menyentuh, “Berkah kebaikan selalu menyertai ya Ressa, Doa terbaik.”

Baca Juga :  Tanjung Priok Jadi Hub Internasional, Bakal Saingi Singapura

Reaksi Denada dan Kronologi Gugatan

Mengetahui kabar Ressa yang kini tampil sebagai model fashion show, pihak Denada memberikan tanggapan positif. Melalui kuasa hukumnya, Muhammad Iqbal, Denada mengaku merasa senang melihat Ressa memiliki penghasilan sendiri. “Alhamdulillah kan dapat rezeki,” ucap Iqbal. “Ya seorang ibu mesti senang anaknya bisa kerja, bisa dapat penghasilan lebih ya.”

Menurut Iqbal, Denada sebagai orang tua tentu bersyukur melihat putranya banjir tawaran pekerjaan. “Alhamdulillah. Dia kan tambah senang banyak yang mendoakan, banyak yang ngasih kerjaan,” kata Iqbal. “Kayak Mbak Denada sebagai orang tua kan ya. Alhamdulillah.”

Nama Denada dan Ressa Rizky Rossano memang mencuri perhatian publik setelah Ressa menggugat Denada ke Pengadilan Negeri Banyuwangi atas dugaan penelantaran anak selama 24 tahun. Gugatan perdata yang diajukan Ressa senilai Rp 7 miliar ini menjadi topik hangat perbincangan.

Ressa Menginginkan Pengakuan Langsung

Kuasa hukum Ressa, Andika Meigista Cahya, mengungkapkan bahwa kliennya menginginkan pernyataan pengakuan langsung dari Denada. Sebelumnya, Denada sempat tidak mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Namun, belakangan ini, melalui kuasa hukumnya, Denada mengakui Ressa sebagai anaknya.

“Pengakuan ini kan tidak hanya cukup di lisan saja. Kami sedang memperjuangkan hak klien kami, dan hak-hak klien kami ini harus ditetapkan,” ujar Andika. Ia menjelaskan bahwa pernyataan yang beredar di publik tidak disampaikan langsung oleh Denada, melainkan melalui kuasa hukumnya. Hal ini dinilai belum memenuhi harapan hukum maupun moral kliennya. “Yang mengaku kan bukan yang bersangkutan, tapi kuasa hukumnya,” tegasnya.

Ressa sendiri disebut memiliki respons yang biasa saja terhadap pengakuan tersebut karena tidak disampaikan langsung oleh ibunya. Andika menegaskan bahwa nominal gugatan sebesar Rp 7 miliar bukanlah inti utama dari persoalan ini, melainkan hanya pelengkap dalam gugatan untuk menunjukkan adanya nilai kerugian. Hingga kini, belum ada komunikasi langsung antara Ressa dan Denada, baik secara pribadi maupun melalui kuasa hukum, meskipun pihak Ressa telah membuka pintu mediasi sejak awal.

Alasan Gugatan Rp 7 Miliar dan Kegagalan Mediasi

Kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, menjelaskan bahwa nominal Rp 7 miliar dalam gugatan tersebut bersifat formalitas semata. Inti dari gugatan ini adalah untuk memberikan pelajaran moral, etika, dan adab kepada Denada. “Karena saya tidak mempermasalahkan angka. Kenapa kok formulasi 7 M (Miliar)? Ya sudahlah kita asal-asalan nulis kok. Yang sepatutnya berapa, itu pun saya tidak terlalu mempeributkan masalah itu,” kata Ronald.

Baca Juga :  BP Batam Gesa Pengerjaan Jalan Alternatif Bandara Hang Nadim

Ronald mengakui bahwa poin pertama gugatan, yaitu pengakuan anak, sudah terpenuhi. Namun, masalah belum selesai karena adanya unsur sakit hati dari pihak keluarga lain, yaitu paman dan tante Ressa, yang selama ini merawat Ressa dari kecil namun merasa tidak dihargai oleh Denada. “Sekarang, karena dia sudah melakukan pendzaliman terhadap Tergugat 2 dan Tergugat 3 (Paman dan Tantenya) yang mengasuh anaknya, yang menceboki kotoran anaknya, yang menidurkan anaknya ketika sakit, itu yang harus juga diperhitungkan,” jelasnya.

Ronald menilai ucapan terima kasih saja tidak pernah terlontar dengan tulus dari Denada. Oleh karena itu, jalur hukum ditempuh sebagai sarana edukasi. “Karena rasa terima kasih secara lisan saja tidak terluah di mulutnya Dena itu. Itu makanya harus saya berikan pelajaran, harus saya kasih pembelajaran secara adab melalui putusan pengadilan ini,” ucapnya.

Meskipun mediasi gagal, Ronald merasa lega karena poin pengakuan anak telah didapatkan. Pihak Ressa kini siap membuktikan dugaan penelantaran kewajiban moral tersebut kepada Denada di ruang sidang.

Proses mediasi yang telah berlangsung empat kali tanpa kehadiran Denada membuat pihak Ressa akhirnya menutup pintu damai. Meskipun kuasa hukum Denada membenarkan bahwa Ressa adalah anak Denada dan menyatakan bahwa perempuan kelahiran 19 Desember 1978 tersebut tidak pernah tidak mengakui Ressa. “Ketika kemarin saya sudah membuka pintu mediasi dan peluang terjadinya perdamaian di tingkat mediasi serta mengoptimalkan upaya mediasi, sekarang sudah tertutup,” kata Ronald Armada.

Ronald, yang merupakan menantu dari tante Denada, Ratih, telah berupaya berbagai cara untuk mencapai perdamaian, termasuk mengajukan perpanjangan waktu mediasi. Namun, pihak Denada terus bergeming. “Sekarang pintu saya terbuka untuk bermain di ranah persidangan, yang kita harus fight. Kalau fight, ada yang jatuh ada yang tidak. Karena mereka inisiasinya seperti itu, ya monggo,” tegas Ronald. Ia pun meminta maaf karena opsi terakhir tersebut akhirnya dipilih. “Mohon maaf mbak Dena. Tidak ada inisiasi saya menjatuhkan sampean. Tetapi sampean yang mengkondisikan dan sampean yang meminta dan memaksa saya bertindak seperti ini,” tandasnya.