Alreinamedia.com- Permasalahan stunting dan kekurangan gizi pada anak-anak Indonesia masih terbilang cukup tinggi. Pemerintah Indonesia hingga saat ini masih berusaha mengurangi angka tersebut dengan harapan angka stunting di Indonesia bisa turun hingga menjadi 14% di tahun 2024.
Gagal tumbuh pada anak-anak Indonesia diakibatkan beberapa hal, salah satunya adalah kurangnya asupan protein hewani sejak dalam kandungan hingga masih rendahnya konsumsi susu pada anak-anak di Indonesia.
Tingkat konsumsi susu anak-anak Indonesia masih jauh di bawah tingkat konsumsi susu anak-anak di negara Malaysia dan Thailand. Hal ini yang mengakibatkan angka stunting balita di Indonesia masih menyentuh angka 24,4% artinya hampir seperempat balita di Indonesia mengalami gagal tumbuh atau yang kita kenal dengan stunting.
Prabowo Subianto Selaku Pimpinan Partai Gerindra dalam keterangan tertulisnya Selasa (17/1/23) Ternyata sejak tahun 2009 sudah mulai menggarap sebuah gerakan demi menyiapkan generasi bangsa yang unggul, sehat dan berdaya saing.
Sebuah gerakan yang diharapakan mampu meningkatkan kesadaran betapa pentingnya pemenuhan asupan makanan bergizi bagi ibu hamil dan menyusui dan anak-anak. Gerakan yang juga berupaya untuk membantu pemerintah mengentaskan permasalahan stunting, kekurangan gizi pada anak-anak, ibu hamil menyusui. Gerakan yang kami beri nama RevolusiPutih.
Gerakan RevolusiPutih ini sempat dijadikan film dokumenter “Hungry is The Tiger”, ini menggambarkan serta memaparkan argumen, bahwa kemiskinan dan kelaparan pada beberapa negara berkembang dapat dientaskan dan disembuhkan. Sebagai contoh gerakan RevolusiPutih yang dikembangkan oleh Dr. Verghese Kurien di India.
Selanjutnya Prabowo juga mewajibkan anak-anak dari keluarga miskin untuk minum susu 2x dalam sehari. Selain itu, programnya memberikan 1 ekor hewan ternak untuk dipelihara oleh keluarga tersebut, untuk nantinya daging dan susunya dapat dijual ke pasar untuk membantu perekonomian keluarganya Tegas Prabowo Subianto (Arizki)
Erwin Syahril

















