Lokal

Top Rejang Lebong 11-17 Jan 2026: Bocah Terseret Arus, Siswi SMP Kecelakaan

×

Top Rejang Lebong 11-17 Jan 2026: Bocah Terseret Arus, Siswi SMP Kecelakaan

Sebarkan artikel ini

Peristiwa Penting di Rejang Lebong: Dari Tragedi Bocah Hanyut hingga Kecelakaan Maut Siswi SMP

Selama sepekan terakhir, Kabupaten Rejang Lebong di Provinsi Bengkulu diwarnai oleh serangkaian peristiwa yang menggugah perhatian publik. Mulai dari tragedi menyayat hati seorang bocah yang hanyut terbawa arus sungai, penundaan kebijakan sosial yang krusial, hingga rentetan kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa dan menyebabkan luka-luka. Berbagai kejadian ini tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang terdampak, tetapi juga menjadi sorotan utama dan mendominasi daftar berita paling banyak dibaca oleh masyarakat Rejang Lebong sepanjang pekan ini.

Berikut adalah rangkuman lima berita terpopuler yang terjadi di Rejang Lebong selama periode 11 hingga 17 Januari 2026, mencerminkan berbagai aspek kehidupan masyarakat dari musibah hingga upaya perbaikan kebijakan.

1. Tangis Keluarga Pecah Menyambut Jenazah Korban Hanyut

Harapan yang sempat membuncah di hati keluarga Isnati Husnaini (8) selama dua hari pencarian akhirnya pupus, berganti dengan duka yang mendalam. Jenazah seorang anak perempuan yang ditemukan di aliran Sungai Musi, Desa Tertik, Kecamatan Tebat Karai, Kabupaten Kepahiang pada Minggu siang (11/1/2026), dipastikan merupakan korban hanyut yang berasal dari Kabupaten Rejang Lebong.

Isnati, seorang siswi sekolah dasar, dilaporkan hilang terbawa arus sungai sejak Jumat siang (9/1/2026) di kawasan BTN Kelurahan Air Bang, Kecamatan Curup Tengah. Kepastian identitas jenazah diperoleh setelah ciri-ciri fisik yang ditemukan sesuai dengan data korban yang selama ini dicari oleh keluarga dan tim pencari.

Setelah tiba di rumah duka, jenazah Isnati disemayamkan dalam suasana haru. Tangis keluarga dan kerabat tak terbendung mengiringi prosesi pemakaman di Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat, meninggalkan kesedihan yang mendalam atas kehilangan sosok mungil tersebut. Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya pengawasan orang tua terhadap anak-anak, terutama di dekat area perairan yang berpotensi membahayakan.

2. Pemasangan Stiker Miskin untuk Penerima Bansos Ditunda Akibat Kendala Anggaran

Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, melalui Dinas Sosial (Dinsos), terpaksa menunda rencana strategis pemasangan stiker di rumah tangga penerima bantuan sosial (bansos). Kebijakan yang dirancang untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas penyaluran bantuan ini tidak dapat direalisasikan dalam waktu dekat karena belum tersedianya anggaran yang memadai.

Baca Juga :  Tim Prancis Selidiki Kecelakaan ATR 42-500 di Bulusaraung

Penundaan ini merupakan imbas dari kebijakan efisiensi anggaran daerah yang sedang diterapkan. Pemasangan stiker tersebut sebelumnya direncanakan sebagai langkah penting untuk memastikan bahwa bantuan sosial benar-benar sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan dan mencegah potensi penyalahgunaan.

Meskipun terpaksa ditunda, pihak Dinsos menegaskan bahwa penundaan ini bersifat sementara. Mereka berkomitmen untuk kembali mengusulkan anggaran untuk program ini apabila kondisi keuangan daerah sudah memungkinkan. Upaya ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk memperbaiki sistem penyaluran bansos, meski dihadapkan pada tantangan finansial.

3. Truk Bermuatan Semen Hantam Sejumlah Bangunan Warga Akibat Rem Blong

Sebuah insiden kecelakaan lalu lintas yang serius terjadi di Jalan Lintas Curup–Lubuklinggau, tepatnya di Desa Cahaya Negeri, Kecamatan Sindang Kelingi, Kabupaten Rejang Lebong, pada Senin malam (13/1/2026). Sebuah truk Fuso Hino yang mengangkut semen dengan nomor polisi BG 8332 OW dilaporkan mengalami rem blong dan menghantam sejumlah bangunan milik warga.

Truk yang dikemudikan oleh Edi Suharto (30) ini melaju dari arah Curup menuju Lubuklinggau. Diduga kuat akibat kegagalan fungsi rem, kendaraan berat tersebut kehilangan kendali dan menyebabkan kerusakan yang cukup parah.

Dampak kecelakaan ini meliputi kerusakan pada empat teras rumah warga, satu pos ronda, pagar rumah, sebuah pertamini, saluran drainase, pipa air bersih milik Perusahaan Air Minum (PAM), serta tiga jembatan milik warga. Selain itu, truk tersebut juga menyerempet sebuah sepeda motor yang terparkir di tepi jalan. Akibat insiden ini, dua warga dilaporkan mengalami luka-luka dan segera mendapatkan penanganan medis.

4. Dua Siswi SMP Mengalami Luka Akibat Menabrak Pembatas Jalan

Kecelakaan lalu lintas tunggal yang melibatkan pengendara di bawah umur terjadi di Jalan Air Rambai, Kecamatan Curup, pada Kamis sore (15/1/2026). Peristiwa ini melibatkan sebuah sepeda motor jenis Yamaha Fazio berwarna pink dengan nomor polisi BD 2003 FF.

Baca Juga :  Ayah Tanggamus Hamili Anak Kandung, Istri Ungkap Kecurigaan

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pengendara motor tersebut adalah Ayu Ramadani (13), seorang siswi SMP yang beralamat di Kelurahan Tempel Rejo, Kecamatan Curup Selatan. Sementara itu, penumpang yang dibonceng adalah Osya (14), yang juga seorang siswi SMP, berasal dari Kelurahan Talang Rimbo Lama, Kecamatan Curup Tengah.

Hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) menunjukkan bahwa sepeda motor melaju dari arah Bundaran menuju Pasar Curup. Setibanya di depan sebuah warung makan sate, pengendara diduga kehilangan kendali atas laju kendaraannya, yang kemudian menabrak pembatas jalan. Kedua siswi tersebut mengalami luka-luka dan harus segera mendapatkan perawatan medis di fasilitas kesehatan terdekat. Insiden ini kembali menyoroti pentingnya usia minimum untuk mengemudikan kendaraan bermotor dan kewajiban untuk menaati peraturan lalu lintas.

5. Maut Menjemput Siswi SMP Terlindas Bus di Jalan Lintas Curup–Lubuklinggau

Sebuah kecelakaan lalu lintas yang berujung pada kematian tragis terjadi di Jalan Lintas Curup–Lubuklinggau, tepatnya di depan SDN 19 Rejang Lebong, Desa Sambirejo, Kecamatan Selupu Rejang, pada Sabtu (17/1/2026) sekitar pukul 10.30 WIB. Insiden ini melibatkan sebuah sepeda motor Yamaha Filano bernomor polisi BD 6126 FD dan sebuah Bus PO SAN dengan nomor polisi BM 7211 TU.

Korban, yang diketahui bernama Niken Ayu Aryana (14), seorang siswi SMP asal Desa Sumber Bening, Kecamatan Selupu Rejang, meninggal dunia di lokasi kejadian. Saat kecelakaan terjadi, korban yang mengendarai sepeda motor berusaha mendahului bus dari arah Lubuklinggau menuju Curup.

Namun, dalam proses mendahului, korban diduga kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke badan jalan. Naas, korban kemudian terlindas oleh bagian belakang bus yang melintas. Meskipun sempat dilarikan ke Rumah Sakit Annisa untuk mendapatkan pertolongan, korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka berat yang dialaminya, terutama di bagian kepala. Sopir bus beserta barang bukti terkait kecelakaan ini telah diamankan oleh pihak kepolisian setempat untuk menjalani proses penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap penyebab pasti insiden maut tersebut.