Berita

Transformasi Makanan Bergizi Menjadi Berulat-Basi

×

Transformasi Makanan Bergizi Menjadi Berulat-Basi

Sebarkan artikel ini

Program Makan Bergizi Gratis Menghadapi Masalah Kualitas

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perhatian masyarakat setelah beberapa siswa menemukan makanan yang tidak layak konsumsi. Insiden ini terjadi di berbagai sekolah di Sulawesi Selatan, termasuk SMAN 5 Bulukumba, MAN 3 Makassar, dan SMAN 3 Takalar.

Penemuan Makanan Berulat dan Basi

Pada Senin (29/9/2025), siswa SMAN 5 Bulukumba, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, menemukan makanan yang berisi ulat. Kejadian ini memicu kekhawatiran dari orang tua siswa dan warga sekitar. Beberapa hari kemudian, siswa MAN 3 Makassar juga mengalami hal serupa, dengan menemukan ulat lebih besar di dalam sayuran mereka. Sementara itu, siswa SMAN 3 Takalar menemukan ayam basi dalam menu MBG mereka pada Rabu (1/10/2025).

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wilayah Sulsel, Handayani Syaukani, justru memilih untuk tidak memberikan komentar terbuka saat dimintai keterangan oleh wartawan. Ia hanya menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu laporan dari kepala SPPG. Ia menyarankan media untuk langsung menghubungi pihak BGN jika ingin informasi lebih lanjut.

Tindakan Tegas dari Pengelola Dapur

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Bulukumba mengambil tindakan tegas setelah mengetahui adanya dugaan makanan berulat. Koordinator SPPG Bulukumba, Wahyu Sakti, memastikan bahwa laporan tersebut benar adanya. Ia mengatakan bahwa pihaknya telah memberikan teguran langsung kepada Dapur MBG Bontorannu dan menunggu petunjuk dari pimpinan.

Baca Juga :  Ini Pesan Presiden, Kepada Panglima TNI

Keluhan ini berasal dari orang tua wali siswa di Kecamatan Kajang setelah menemukan ulat dalam omprengan MBG yang dibagikan pada Senin (29/9/2025). Wali siswa, Amri, menyebutkan bahwa menu MBG yang dibagikan kepada siswa SMAN 5 Bulukumba dan SD Negeri 249 Daloba ditemukan berulat, terutama pada buah pisang dan tempe. Penemuan ini bahkan terekam dalam video dan telah beredar luas di berbagai grup media sosial Bulukumba.

Tanggapan dari Pejabat Setempat

Wakil Bupati Bulukumba, A Edy Manaf, menyatakan kekecewaannya atas temuan menu MBG yang basi di Kecamatan Ujung Bulu. Ia menegaskan bahwa kesalahan seperti ini tidak boleh terulang kembali. “Jangan sampai kita mengulangi kesalahan sama. Justru dari situ, kita harus makin berbenah dan berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anak kita,” katanya.

Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf (Andi Utta), juga menyoroti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerahnya. Ia menekankan pentingnya higienitas makanan agar anak sekolah tidak mengkonsumsi menu yang tidak layak. “Para pengelola SPPG harus lebih cermat dalam menyiapkan makanan MBG. Jangan sampai ada lagi kasus makanan tidak higienis yang berisiko pada kesehatan anak-anak,” kata Andi Utta.

Baca Juga :  Nasib Mustafa Yasin, Anggota DPRD Gorontalo, Usai Jadi Tersangka Penipuan Dana Haji

Insiden di MAN 3 Makassar

Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan negatif setelah siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Makassar dikejutkan oleh temuan ulat di hidangan mereka saat hendak menyantap menu MBG pada Rabu (1/10/2025). Insiden ini memicu kehebohan di kalangan siswa.

Kejadian berawal ketika seorang siswa melihat ulat kecil berwarna putih terselip di antara sayuran yang tersaji bersama nasi. Siswa tersebut segera menghentikan makannya, memberi tahu teman-temannya, dan melaporkan temuan tersebut kepada pihak sekolah. Guru MAN 3 Makassar, Adil, membenarkan insiden yang terjadi pada hari ketiga sekolah menerima jatah MBG perdana itu. Ia mengatakan bahwa insiden ini hanya terjadi pada satu porsi makanan, dan sebagian besar menu lainnya tetap dikonsumsi siswa tanpa masalah.

Pihak sekolah saat ini berencana menyampaikan temuan ini kepada pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar kejadian serupa tidak terulang.