Universitas Sriwijaya Bantah Tudingan Pembiaran Kasus Dugaan Perundungan Mahasiswa PPDS
Universitas Sriwijaya (Unsri) secara tegas membantah adanya unsur pembiaran terkait kasus dugaan perundungan yang menimpa salah satu mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Kesehatan Mata di Fakultas Kedokteran (FK) Unsri. Pihak universitas menegaskan bahwa mereka telah mengambil langkah-langkah responsif dan cepat sejak mahasiswa yang bersangkutan mengutarakan niatnya untuk mengundurkan diri dari program pendidikan tersebut.
Menurut Kepala Humas Universitas Sriwijaya, Nurly Meilinda, Ketua Program Studi (KPS) langsung berinisiatif untuk melakukan pendekatan personal kepada mahasiswa yang dimaksud. Lebih lanjut, FK Unsri segera membentuk tim investigasi internal untuk mendalami kasus ini. Selain itu, pendampingan psikologis juga segera diberikan kepada pelapor begitu kabar mengenai dugaan perundungan tersebut mencuat ke publik.
“Tidak benar jika dikatakan ada pembiaran. Sejak awal, KPS langsung melakukan pendekatan, dan FK Unsri segera melakukan investigasi serta pendampingan psikologis,” ujar Nurly dalam sebuah pernyataan tertulis.
Unsri juga mengonfirmasi bahwa kasus ini merupakan insiden dugaan perundungan pertama yang dilaporkan di lingkungan Fakultas Kedokteran Unsri. Namun, pihak universitas mengakui adanya praktik pengumpulan dana yang dilakukan di luar jalur resmi kampus, yang dapat dikategorikan sebagai eksploitasi finansial.
Meskipun demikian, Unsri membantah keras sejumlah pemberitaan yang mengklaim bahwa dana yang terkumpul tersebut dialokasikan untuk kepentingan non-akademik, seperti pembiayaan olahraga padel atau menonton konser. “Eksploitasi yang terjadi adalah pemungutan di luar izin kampus, tetapi tidak seperti yang diberitakan,” jelas Nurly.
Sebagai tindak lanjut atas temuan ini, Unsri bersama Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang tengah merancang serangkaian langkah perbaikan yang komprehensif. Fokus perbaikan ini ditujukan pada sistem pembelajaran PPDS, khususnya pada program residensi yang dilaksanakan di RSMH.
Langkah Perbaikan Sistem Pembelajaran PPDS
Tindakan perbaikan yang akan dilakukan mencakup beberapa area krusial:
- Optimalisasi Tim Pencegahan dan Penanganan Perundungan: Peran dan fungsi tim yang dibentuk bersama antara FK Unsri dan RSMH akan dioptimalkan secara maksimal. Tim ini akan menjadi garda terdepan dalam mencegah dan menangani segala bentuk perundungan di lingkungan pendidikan.
- Sosialisasi Larangan Perundungan: Kampus berencana untuk secara berkala mengadakan sosialisasi yang intensif mengenai larangan perilaku perundungan. Kegiatan ini akan melibatkan seluruh civitas akademika di lingkungan pendidikan dokter spesialis.
- Pemberlakuan Pakta Integritas: Sebuah pakta integritas akan diberlakukan bagi seluruh peserta PPDS, baik bagi residen yang baru maupun yang sudah lama mengikuti program. Pakta ini akan diperbarui secara berkala setiap enam bulan untuk memastikan relevansi dan efektivitasnya.
- Penindakan Tegas: Pihak universitas menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada siapa pun yang terbukti melakukan tindakan perundungan.
- Sistem Pelaporan yang Aman: Untuk mendorong keberanian mahasiswa dalam melaporkan dugaan pelanggaran, Unsri akan menyediakan sistem pelaporan khusus yang dapat diakses secara aman dan rahasia oleh para peserta PPDS.
Perlindungan dan Dukungan bagi Pelapor
Lebih lanjut, Unsri berkomitmen untuk memberikan perlindungan penuh kepada setiap individu yang berani melaporkan dugaan perundungan. Selain itu, dukungan psikososial juga akan diberikan guna meningkatkan ketahanan mental (resiliensi) dan mempererat keharmonisan di antara para residen.
“Kami juga sangat memperhatikan kondisi psikologis pelapor. Pemberitaan yang masif justru berpotensi membuat yang bersangkutan semakin terguncang,” tambah Nurly, menekankan pentingnya menjaga kesejahteraan mental para mahasiswa.
Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen kuat Universitas Sriwijaya untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, suportif, dan bebas dari segala bentuk perundungan, serta memastikan proses pembelajaran yang berkualitas bagi seluruh mahasiswa PPDS.

















