Menjelang laga krusial babak perempat final Piala Asia Futsal 2026, pelatih Tim Nasional Futsal Indonesia, Hector Souto, mengungkapkan pandangannya mengenai tekanan yang dihadapi kedua tim. Pertandingan yang akan digelar di Indonesia Arena, Jakarta, pada Selasa, 3 Januari 2026, pukul 19.00 WIB, mempertemukan Indonesia sebagai juara Grup A dengan Vietnam yang berstatus sebagai runner-up Grup B.
Perjalanan Menuju Perempat Final
Timnas Futsal Indonesia berhasil melangkah ke babak perempat final untuk kedua kalinya dalam sejarah keikutsertaan mereka di Piala Asia Futsal. Pencapaian ini diraih setelah skuad Garuda tampil gemilang sebagai juara Grup A dengan total 7 poin. Meskipun memiliki perolehan poin yang sama dengan Irak di posisi kedua, Indonesia berhak menempati puncak klasemen berkat keunggulan selisih gol yang lebih baik, yaitu +7 berbanding +3 milik Irak.
Di sisi lain, Vietnam juga menunjukkan performa solid untuk memastikan tempat di perempat final. Tim berjuluk “Golden Dragons” ini lolos sebagai runner-up Grup B dengan mengumpulkan 6 poin, terpaut tiga poin dari Thailand yang menjadi juara grup.
Analisis Pelatih: Siapa yang Tertekan?
Sebagai tuan rumah, Timnas Futsal Indonesia tentu diharapkan dapat melangkah sejauh mungkin dalam turnamen ini. Namun, Hector Souto, pelatih asal Spanyol, menilai bahwa ekspektasi tinggi tersebut tidak lantas membebani timnya dengan tekanan yang berarti. Sebaliknya, Souto berpendapat bahwa tekanan sesungguhnya justru berada di kubu Timnas Futsal Vietnam.
Pandangan ini didasarkan pada rekam jejak dan pengalaman kedua tim di kancah futsal Asia. Vietnam memiliki keunggulan pengalaman yang signifikan, mengingat mereka telah beberapa kali berhasil menembus babak perempat final, bahkan hingga semifinal Piala Asia Futsal.
“Kami tidak punya apa-apa untuk kehilangan,” ujar Souto, menekankan filosofi timnya. “Jika ada yang merasakan tekanan, itu Vietnam karena mereka sudah beberapa kali ke semifinal.”
Pengalaman Vietnam di Panggung Asia
Vietnam memang memiliki sejarah panjang dalam gelaran Piala Asia Futsal. Mereka tercatat telah mencapai babak perempat final sebanyak empat kali, yaitu pada edisi 2014, 2018, 2022, dan 2024. Prestasi terbaik mereka diraih pada tahun 2016 di Uzbekistan, di mana mereka berhasil menembus babak semifinal dan akhirnya menempati peringkat keempat. Pengalaman ini tentu menjadi modal berharga bagi Vietnam dalam menghadapi pertandingan krusial.
Sementara itu, bagi Indonesia, pencapaian perempat final ini merupakan kali kedua dalam sejarah partisipasi mereka di turnamen ini, setelah sebelumnya berhasil mencapainya pada edisi 2022 di Kuwait. Hingga saat ini, Indonesia belum pernah berhasil menembus babak semifinal Piala Asia Futsal dalam sepuluh kali keikutsertaan mereka.
Rekor Pertemuan yang Ketat
Selain pengalaman di fase gugur, Vietnam juga memiliki keunggulan dalam rekor pertemuan melawan Indonesia. Secara historis, kedua tim telah berhadapan sebanyak 12 kali dalam berbagai ajang resmi, termasuk Piala Asia, Piala AFF, dan SEA Games.
Dari 12 pertemuan tersebut, Indonesia berhasil meraih lima kemenangan, satu hasil imbang, dan menelan enam kekalahan dari Vietnam.
- Periode Awal (2005-2006): Indonesia menunjukkan dominasi di awal-awal pertemuan.
- Periode Kebangkitan Vietnam (2009-2017): Vietnam mulai bangkit dan menjadi tim yang sulit dikalahkan oleh Indonesia.
- Kembali Dominasi Indonesia (2018-2024): Indonesia kembali meraih hasil positif dengan dua kemenangan dan satu hasil imbang.
- Pertemuan Terakhir (SEA Games 2025): Sayangnya, Vietnam berhasil meraih kemenangan dalam pertemuan terakhir kedua tim di ajang SEA Games 2025.
Meskipun demikian, pertemuan di Piala Asia Futsal 2026 ini menjadi kesempatan emas bagi Hector Souto dan pasukannya untuk membalas kekalahan dan mencetak sejarah baru bagi futsal Indonesia. Dengan dukungan penuh dari publik tuan rumah, Timnas Futsal Indonesia bertekad untuk memberikan kejutan dan melangkah lebih jauh dari pencapaian sebelumnya.

















