Rahasia Umur Panjang Maria Branyas Morera
Semua orang pasti ingin memiliki umur hidup yang panjang dan sehat. Untuk mencapai hal tersebut, banyak orang berusaha dengan berbagai cara, seperti menjaga kesehatan tubuh melalui pola hidup sehat. Hal ini termasuk mengonsumsi makanan bergizi dan melakukan aktivitas fisik secara teratur.
Hidup lebih dari 100 tahun sering dianggap sebagai impian bagi kebanyakan orang. Namun, hal ini justru terwujud pada seorang perempuan bernama Maria Branyas Morera. Ia dikenal sebagai salah satu perempuan tertua di dunia. Maria meninggal pada Agustus 2024 di usia 117 tahun dan 168 hari.
Sebelum meninggal, seorang ilmuwan bernama Esteller bersama tim peneliti melakukan penelitian untuk mengungkap rahasia umur panjang Maria. Mereka mengambil sampel darah, air liur, urine, dan feses Maria untuk memeriksa genomnya dan membandingkannya dengan genom 75 perempuan Iberia lainnya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Maria memiliki genetik yang unik serta gaya hidup sehat. Gen-gen tersebut membantunya melindungi diri dari penyakit-penyakit umum yang terkait usia. Selain itu, ia juga menjalani gaya hidup yang sehat, termasuk olahraga ringan seperti jalan kaki selama satu jam sehari.
Gaya Hidup Maria yang Unik
Maria tidak pernah merokok atau minum alkohol. Ia suka bekerja hingga tidak bisa lagi. Ia tinggal di pedesaan dan memiliki pola makan yang khas, yaitu minyak zaitun, gaya Mediterania, dan yoghurt. Salah satu hal yang sedikit tidak biasa dalam gaya hidupnya adalah konsumsi yoghurt sebanyak tiga porsi dalam sehari.
Para peneliti berhipotesis bahwa kebiasaan ini membantu menjaga mikrobioma ususnya agar tetap sehat, mirip dengan orang yang jauh lebih muda, dan mengurangi tingkat peradangan dalam tubuhnya.
Genetika yang Mendukung Umur Panjang
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Institut Penelitian Leukimia, Josep Carreras di Barcelona, Maria memiliki sel-sel yang terasa atau berperilaku seolah-olah jauh lebih muda daripada usia kronologisnya. Ia melampaui harapan hidup rata-rata perempuan di kampung halamannya di Catalonia lebih dari 30 tahun.
Di usianya yang sangat tua, Maria memiliki kesehatan yang sangat baik. Kesehatan kardiovaskularnya sangat baik dan tingkat peradangan rendah. Sistem kekebalan tubuh dan mikrobioma ususnya memiliki penanda yang sama dengan kelompok usia yang jauh lebih muda. Ia juga memiliki kadar kolesterol jahat dan trigliserida yang sangat rendah, serta kadar kolesterol baik yang sangat tinggi.
Peringatan dari Para Ahli
Meskipun hasil penelitian ini menarik, seorang profesor penuaan di King’s College London, Claire Steves, memperingatkan agar tidak menarik kesimpulan luas dari penelitian ini. Penelitian ini hanya fokus pada satu orang, sehingga sulit untuk menyimpulkan bahwa semua faktor yang ditemukan adalah penyebab utama umur panjang.
“Ketika kamu hanya melihat satu orang, kamu tidak bisa yakin apakah apa yang kamu lihat itu hanya kebetulan,” ujarnya. “Kamu tidak bisa yakin bahwa hubungannya benar-benar jelas.”
Steves juga menambahkan bahwa kesehatan buruk di usia lanjut bukanlah sesuatu yang tak terelakkan. Penyakit ini muncul karena mekanisme biologis yang bisa kita ubah. Penyakit ini tidak akan muncul hanya dengan satu peluru, melainkan harus melalui beberapa jalur yang berbeda.
Harapan untuk Pengembangan Obat
Dengan mengidentifikasi gen dan protein yang terlibat dalam penuaan yang sehat, Esteller berharap para peneliti dapat memandu pengembangan obat yang dapat menargetkan elemen-elemen spesifik ini.
“Tujuan kita tidak harus selalu hidup sampai usia 117 tahun,” tambah Steves. “Yang ingin kita lakukan adalah mencoba mengurangi waktu ketika kita sakit dan menderita seminimal mungkin. Dan itulah yang tampaknya telah dilakukan perempuan ini, selain hidup lebih lama.”

















