Berita

Wisatawan Tertarik, Hotel Tua Jogja Berubah Penuh

×

Wisatawan Tertarik, Hotel Tua Jogja Berubah Penuh

Sebarkan artikel ini

Transformasi Grand Hotel De Djokja: Melestarikan Warisan Budaya dengan Sentuhan Mewah Kontemporer

Grand Hotel De Djokja, yang terletak di jantung Yogyakarta, kini telah mengalami transformasi besar-besaran. Hotel bersejarah ini kembali ke nama aslinya setelah sekian lama berganti nama. Perubahan ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam bangunan tersebut.

Kembali ke Nama Asli Era 1911



Hotel legendaris yang dulu dikenal dengan nama Grand Inna Malioboro kini telah resmi berubah menjadi Grand Hotel De Djokja. Proses perubahan ini dilakukan untuk menghidupkan kembali identitas historis dari hotel bintang lima tersebut. Sejarah hotel dimulai pada tahun 1911 ketika dibangun oleh arsitek Belanda dan menjadi tempat persinggahan para bangsawan serta pejabat.

Seiring berjalannya waktu, hotel ini beberapa kali mengalami pergantian nama, mulai dari Hotel Asahi (1942), Hotel Garuda (1950), Inna Garuda (2001), hingga Grand Inna Malioboro (2017). Kini, hotel kembali ke nama aslinya sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarahnya.

Baca Juga :  Update PSN Rempang Eco-City: 7 KK Tempati Rumah Baru Tanjung Banun

Direktur Utama InJourney Hospitality, Christine Hutabarat, menyatakan bahwa revitalisasi ini adalah bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan ekosistem pariwisata berkelanjutan. Ia menekankan bahwa Grand Hotel De Djokja tidak hanya menjadi saksi dari milestone sejarah, tetapi juga menjadi ikon arsitektur kolonial yang memadukan keanggunan gaya Eropa dengan estetika budaya Jawa.

Gabungkan Modernisasi dan Nilai Sejarah



Proses revitalisasi Grand Hotel De Djokja tidak hanya berfokus pada pemugaran fisik bangunan. Pihak manajemen menyatakan bahwa mereka tetap mempertahankan elemen dan nilai-nilai historis yang terkandung di dalamnya. Tujuan dari transformasi ini adalah untuk menghadirkan pelayanan berkelas dunia yang memadukan atmosfer sejarah dengan kemewahan kontemporer.

Transformasi ini diharapkan menjadi babak baru bagi ikon Malioboro tersebut, sekaligus menegaskan posisi Yogyakarta sebagai destinasi heritage kelas dunia. Dalam inisiatif strategis “The Heritage Collection”, pihak perusahaan berupaya mengembalikan keagungan masa lalu hotel. Tujuannya adalah menyajikan pengalaman baru yang memadukan warisan budaya dan kemewahan modern tanpa menghilangkan nilai-nilai autentik bangunan.

Baca Juga :  24 Jam Terakhir, Gunung Lewotobi 2 Kali Gempa Hembusan 20 Kali Tremor Non-Harmonik

Christine menyatakan bahwa melalui revitalisasi ini, mereka optimistis dapat menghidupkan kembali semangat, narasi sejarah, kultural, serta memperkuat posisi pariwisata berbudaya di tingkat nasional maupun global.

Fasilitas yang Disediakan Grand Hotel De Djokja



Grand Hotel De Djokja kini diklaim menampilkan kemegahan interior yang memadukan unsur Jawa dan klasik Indies. Hotel tersebut menawarkan berbagai fasilitas bintang lima, termasuk beragam kategori kamar untuk wisatawan maupun pebisnis. Tersedia pula “Heritage Suite” bagi peminat sejarah, yang menawarkan pengalaman menginap di bangunan bersejarah, lengkap dengan paket eksklusif seperti penjemputan andong.

Untuk kuliner, terdapat dua restoran, yakni ROSO yang menyajikan menu asli Indonesia dan WIJI dengan hidangan Pan Asia serta internasional. Fasilitas lain meliputi Djati Lounge, Omah Lulu Kids Club, spa, gym, dan kolam renang yang memiliki pemandangan langsung ke Jalan Malioboro. Hotel ini juga menyediakan fasilitas MICE dengan dua ballroom dan 18 ruang rapat.