Berita

Zulhas: Gotong Beras, Tradisi Sejak Dini.

×

Zulhas: Gotong Beras, Tradisi Sejak Dini.

Sebarkan artikel ini

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, atau yang akrab disapa Zulhas, baru-baru ini memberikan tanggapannya terkait video viral yang memperlihatkan dirinya memanggul karung beras di tengah bencana banjir Sumatra. Dalam pernyataannya, Zulhas menekankan bahwa tindakan tersebut bukanlah sesuatu yang baru baginya, melainkan sebuah kebiasaan yang telah ia lakukan sejak masa kecil.

Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah konferensi pers di Jakarta. Zulhas mengungkapkan keheranannya mengapa tindakannya membantu korban bencana justru menjadi sorotan dan dipermasalahkan. Menurutnya, berbagi beras maupun uang telah menjadi rutinitas yang ia jalani sejak usia dini, sebagai bagian dari nilai-nilai yang ditanamkan oleh keluarganya.

Kebiasaan Berbagi Sejak Kecil

Zulhas menjelaskan bahwa setiap kali mengunjungi daerah-daerah, ia terbiasa membagikan beras dalam jumlah yang signifikan. Distribusi ini bervariasi, mulai dari paket-paket kecil seberat 5 kilogram hingga ratusan karung beras. Ia menegaskan bahwa kegiatan berbagi ini dilakukannya tanpa publikasi atau pencitraan yang berlebihan. Menurutnya, kebiasaan ini merupakan amanat dari ibundanya dan juga merupakan ajaran agama yang menekankan pentingnya memberikan bantuan kepada sesama, baik dalam kondisi suka maupun duka.

Lebih lanjut, Zulhas menambahkan bahwa dalam setiap perjalanannya, ia selalu membawa uang di dalam kantong dan pecinya untuk dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Ia menganggap tindakan berbagi ini sebagai bagian integral dari karakternya sejak kecil, bukan sebagai upaya untuk mencari popularitas atau citra positif di mata publik.

Baca Juga :  Satbrimob Kalbar Sulap Lahan Kosong Dukung Program Pemerintah

Respons terhadap Kritik Publik

Meskipun video tersebut memicu berbagai kritik di media sosial, Zulhas menyatakan bahwa ia tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut. Ia bahkan mengatakan telah memaafkan para pengkritiknya. Zulhas mengajak publik untuk tetap fokus pada upaya bersama dalam membantu para korban banjir bandang dan longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatra, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Menurutnya, dalam situasi darurat seperti saat ini, setiap bentuk bantuan, sekecil apapun, akan sangat berarti bagi para penyintas bencana. Ia menekankan pentingnya solidaritas dan gotong royong dalam menghadapi musibah ini.

Dampak Bencana dan Kebutuhan Mendesak

Banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra telah menyebabkan dampak yang sangat besar, termasuk hilangnya nyawa dan kerusakan infrastruktur. Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan bahwa hingga awal Desember, jumlah korban meninggal dunia telah mencapai lebih dari 900 orang, sementara ratusan lainnya masih dinyatakan hilang. Ribuan rumah dan fasilitas publik mengalami kerusakan yang signifikan, sehingga bantuan logistik menjadi semakin mendesak.

Prioritas Penanganan Bencana

Zulhas kembali menegaskan pentingnya untuk tidak terpecah belah oleh perdebatan yang tidak produktif dan untuk tetap mengedepankan semangat solidaritas. Penyaluran bantuan pangan, obat-obatan, dan kebutuhan dasar lainnya harus terus ditingkatkan, mengingat besarnya jumlah pengungsi dan kerusakan infrastruktur yang menghambat proses distribusi bantuan.

Baca Juga :  Wow.. Mustamin Tiba-Tiba Rapat Saat di Tanya Pelabuhan HDPE Sedanau

Ia berharap bahwa dengan meluasnya dampak bencana ini, pemerintah, relawan, dan masyarakat dapat terus bekerja sama dan bergotong royong agar proses pemulihan di daerah-daerah terdampak dapat berlangsung lebih cepat dan efektif. Upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana juga menjadi prioritas utama agar masyarakat dapat segera kembali ke kehidupan normal.

Penting untuk dicatat bahwa penanganan bencana alam membutuhkan koordinasi yang baik antara berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, dan relawan. Selain itu, partisipasi aktif dari masyarakat juga sangat penting dalam membantu proses pemulihan dan membangun kembali kehidupan yang lebih baik.

Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini meliputi peningkatan sistem peringatan dini, pelatihan bagi masyarakat dalam menghadapi bencana, serta pembangunan infrastruktur yang lebih tahan terhadap bencana.

Selain itu, penting juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan mengurangi aktivitas yang dapat memicu terjadinya bencana alam, seperti penebangan hutan ilegal dan pembangunan di daerah resapan air. Dengan upaya bersama, diharapkan dampak bencana alam dapat diminimalkan dan masyarakat dapat hidup lebih aman dan sejahtera.